Cara Tepat Menyimpan Roti Tawar

Photo by Youjeen Cho on Unsplash

Makanan berkarbohidrat tinggi yang biasa disantap saat sarapan ini, bisa dibilang adalah pengganti nasi. Kalau nasi bisa dihangatkan, roti tawar yang tersisa perlu disimpan untuk makan berikutnya. Lalu bagaimana cara tepat menyimpan roti tawar?
Dalam selembar roti tawar terkandung sekira 3% karbohidrat yang berfungsi sebagai penambah energi. Lemak 0.2%, dan 7 gram protein (manfaat.co.id).
Saat kita membeli roti tawar, biasanya tanggal kedaluwarsa tidak lebih dari 3 hari sejak pembelian. Jadi harus cepat dihabiskan karena roti tawar mudah sekali berjamur.
Jika tidak habis, roti biasanya dimasukkan ke dalam kulkas. Sayangnya, makanan jenis roti jika dimasukkan ke dalam kulkas akan mengakibatkan perubahan tekstur yang drastis. Roti yang semula lembut akan menjadi keras. Hanya keras, tidak renyah, sehingga tak lagi menarik untuk dinikmati.
Biasanya orang akan menyiasatinya dengan memanggang roti tawar. Sebelum dimasukkan ke oven, roti tawar dioles margarin, lalu ditaburi gula. Jadilah bagelen roti tawar!
Ada solusi lain yang sudah teruji bisa membuat roti tawar lebih tahan, bahkan hingga satu bulan. Cara tepat menyimpan roti tawar adalah dengan menyimpannya di freezer. Bukan sekadar di dalam kulkas, ya! Tapi di bagian pembeku, baik di freezer dalam kulkas biasa, atau freezer khusus.
Karena makanan yang telah mencair tidak boleh dibekukan kembali (agar terhindar dari keracunan makanan), sebaiknya ambillah makanan beku secukupnya untuk diolah. Biarkan sisanya tetap di freezer. Setel suhu freezer maksimal pada angka -18 derajat Celcius. Di suhu tersebut, pertumbuhan bakteri pada makanan akan terhambat. Saat mencair, bakteri akan hidup kembali dan dapat berkembang biak.

Jadi, sudah tahu kan cara tepat menyimpan roti tawar? Kabari teman dan keluargamu ya!

Komentar