Setelah mereview novel terjemahan beberapa hari lalu, sekarang waktunya review novel Indonesia. Sebenarnya artikel ini kubuat lebih dulu dari review Small Great Things, tapi postingnya belakangan karena alasan tertentu.

Kamu tentu sering mendengar tentang mason bebas atau Freemason. Tapi kamu mungkin belum tau bahwa ibu kota negara kita ternyata memiliki jejak sejarah kelompok misterius tersebut.

Adalah Rizky Ridyasmara, penulis novel konspirasi, yang mengangkat sejarah Jakarta yang lekat dengan simbol-simbol Freemason lewat The Jacatra Secret. Membaca novel ini akan mengingatkanmu pada The Davinci Code. Atau jika kamu begitu tertarik pada novel-novel Dan Brown, kamu seharusnya juga berminat membaca karya Rizky Ridyasmara.

Keduanya adalah penulis yang kerap mengangkat sejarah tidak biasa tentang sesuatu atau sebuah tempat. Terlebih lagi, sejarah yang berkaitan dengan Freemason, Kabbalah, dan berbagai teori konspirasi di sekitarnya. Secara umum, The Jacatra Secret bolehlah masuk dalam list rekomendasi novel Indonesia.

review novel indonesia

Ksatria Templar, Kabbalah, Freemasonry, dan Illuminati 

Pada 1738 dan 1951, Vatikan menyebutkan bahwa Freemasonry tidak bertuhan. Padahal jika kita tarik sejarah ke belakang, Freemason adalah bagian dari Pasukan Salib yang berasal dari kaum kristen Eropa, yang mana mereka dimotivasi oleh Paus Urbanus II untuk menyerang Timur Tengah, dengan iming-iming surga.

Kala itu Eropa berada pada masa kelam. Perebutan Yerusalem dari tangan Turki adalah keputusasaan yang dibalut “perang suci”. Pasukan Salib atau Templar yang tiba di Yerusalem kemudian mendapati banyak peninggalan sejarah yang memuat tentang Nabi Isa dan kehidupan di masa beliau, yang ternyata tidak sejalan dengan ajaran gereja.

Sebagian dari mereka juga menemukan kitab-kitab sihir peninggalan Bani Israil yang memuat ajaran Kabbalah. Asli mumet kalau dijabarkan. Kabbalah ini ajaran mistis, tapi ada sainsnya. Pantesan menarik! Tapi sesat, hehe.

Ksatria Templar yang tersisa, baik yang mempelajari kabbalah maupun yang tidak, berbalik menjadi musuh gereja. Bayangkan saja, kamu diutus untuk perang dengan janji surga. Tiba di sana, kamu dapat bukti bahwa ajaran dari yang menjanjikan surga itu saja tidak benar. Gimana gak mangkel! 

Pasukan Salib yang masih hidup tidak kembali ke Eropa. Mereka justru asyik dengan temuan barunya, terutama di sekitar Baitulmaqdis. Mereka juga mendirikan negara sendiri, dan melepaskan diri dari pengaruh gereja.

Dalam sejarah, selalu ada masa jaya dan saat runtuh. Perlahan Pasukan Salib mulai melemah, karena ekspansi mereka tidak lagi berlandaskan “iman” seperti sebelumnya. Apalagi umat Islam juga mulai bersatu untuk mengusir mereka, sedangkan Vatikan sudah menjadi musuh karena lunturnya keimanan pasukan ini.

Karena terus diburu, sisa-sisa Ksatria Templar masa awal menghilangkan jejak mereka dengan mengubah identitas. Dan untuk tetap saling terhubung, mereka membuat simbol-simbol yang hanya dipahami oleh mereka, sebagai tanda keberadaan.

review novel indonesia
Lampiran foto bukti jejak Freemasonry di Jakarta
Perang Salib I terjadi tahun 1095, sekira 463 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. Sama seperti orang-orang modern yang memilih menjadi atheis dan atau agnostic karena galau dengan agama, Pasukan Salib memilih tidak beragama bahkan menentang doktrin agama dengan ilmu pengetahuan.

Itulah cikal bakal Freemasonry, organisasi persaudaraan dan kebebasan. Di masa-masa berikutnya, muncul Illuminati (berasal dari kata illuminatus dalam bahasa Latin, yang berarti “tercerahkan”) yang juga memperjuangkan persamaan tanpa membedakan seseorang dari agamanya.

Meski bunyinya “persamaan”, mereka bukan kelompok antirasis. Ingat, mereka tercerahkan oleh kitab kabbalah. Meski ajaran gereja dianggap keliru, mereka tentu tidak mau mempelajari Islam, yang karena alasan membasmi muslimlah mereka ke Timur Tengah.

Kitab kabbalah sendiri adalah peninggalan Bani Israil, aka Yahudi. Bangsa Yahudi memang menganggap semua manusia sama, kecuali mereka. Jadi paham kan, persamaan macam apa yang dimaksud?

Pada akhirnya, Ksatria Templar, pengikut Kabbalah, Illuminati, dan apa pun istilah mereka sejak dulu hingga kini, mereka semua adalah Freemason. 

Mereka terdiri dari berbagai kelompok persaudaraan di bawah satu tujuan, Tatanan Dunia Baru/ New World Order. Konon, istilah tersebut merujuk pada frasa “Novus Ordo Seclorum” yang muncul di balik lambang resmi dan dolar Amerika Serikat.

Omong-omong, sepanjang itu aku nulis, kita belum menyentuh ke review novel Indonesia-nya. Parah emang!

Review Buku The Jacatra Secret Karya Rizky Ridyasmara

review novel best seller
Tampilan novel di iPusnas

Aku membaca The Jacatra Secret lewat aplikasi iPusnas. Meski bukan novel Indonesia terbaik, namun The Jacatra Secret termasuk dalam deretan novel best seller yang diterbitkan Penerbit Bentang.

Di iPusnas seindiri, novel karangan Rizky Ridyasmara ini mendapat rating 6 dari 6 bintang yang ada. Semua komentar yang masuk bernada positif, mungkin cuma aku yang baca doang. Gak ngasih rating gak ngasih komen. Udah pelit, pamer.

The Jacatra Secret berkisah tentang perebutan medalion berisi peta gunung emas yang ada di Indonesia. Profesor Sudrajat, seorang pejabat penting yang berkantor di Bappenas, dibunuh oleh anggota Freemason atas perintah anggota lain yang lebih tinggi levelnya. 

Sudrajat sendiri adalah juga anggota Freemason yang dikukuhkan dalam sebuah ritual di Amerika saat ia menjadi mahasiswa di sana. Dalam novel ini, penulis secara gamblang menyebutkan tokoh-tokoh Indonesia yang disinyalir adalah anggota tarekat mason atau kelompok persaudaraan.

Bappenas, dengan segala bukti yang dihamparkan penulis, merupakan gedung mason pada zaman Batavia. Tugu Monas yang menjadi ikon Indonesia, ternyata adalah lambang dari phalus atau lingga dengan yoni sebagai dasarnya. Tak hanya itu, Bundaran HI, Menteng, dan hampir seluruh Jakarta penuh dengan simbol-simbol mason.

Jika Soekarno dalam banyak kisah dikaitkan dengan PKI, maka dalam The Jacatra Secret, Suharto adalah antek Amerika dengan mafia Barkeley-nya. Membaca The Jacatra Secret seperti belajar sejarah lewat jalur yang berbeda jauh dengan yang selama ini disampaikan guru-guru di sekolah.

rekomendasi novel indonesia
Endors The Jacatra Secret

Kembali ke cerita pada novel. Profesor Sudrajat “dihapus” dari Persaudaraan karena dianggap telah berkhianat. Dalam pesan video yang ia tinggalkan pada selingkuhannya, Sudrajat mengakui bahwa selama ini Indonesia hanya menjadi sapi perah bagi Amerika. Para ekonom dan para pejabat penting negeri ini adalah kaki tangan dari kepentingan asing.

Lewat berbagai simbol yang harus dipecahkan oleh John Grant, pemateri dalam pertemuan para peminat teori konspirasi, akhirnya diketahuilah banyak misteri terkait kematian Sudrajat dan beberapa orang lainnya, termasuk si pembunuh itu sendiri.

Gara-gara novel ini, aku jadi kelayapan di Youtube untuk membuktikan simbol-simbol Freemason di gedung Bappenas, Taman Suropati, dan berbagai tempat lainnya di Jakarta. Dan memang terbukti banyak!

Tapi apakah Freemasonry, Illuminati, dsb-nya itu secara nyata memang berbahaya? Gak tau juga sih. Beberapa video ritual freemason kulihat biasa-biasa saja, tidak seperti yang digambarkan dalam kisah-kisah dalam buku maupun film. Tapi namanya juga kelompok rahasia, masa isi dalam-dalamnya diumbar. 

Tapi secara pemikiran, jika memang Illuminati dll itu menganggap semua agama sama, bahkan yang beragama dengan yang tidak tak ada bedanya, jelas pemikiran seperti ini berbahaya. Tapi kan ini lagi review novel Indonesia, bukan bahas perang pemikiran.

Kekurangan Novel The Jacatra Secret

Ada dua cela pada novel The Jacatra Secret yang menurutku lumayan mengganggu. Pertama soal logika, berikutnya terkait stereotip yang bertentangan dengan isi buku yang seharusnya juga tidak biasa.

1. Karya fiksi harus tetap logis.

Freemasonry dsb adalah kelompok yang nyata ada. Rizky Ridyasmara menyampaikan informasi yang ia pahami dalam bentuk novel (fiksi). Karya fiksi, seperti yang kita tau, adalah hasil imajinasi. Jadi, penulis pasti punya maksud kenapa ia menggabungkan fakta dan imajinasi. 

Umumnya, penggabungan seperti ini bermaksud untuk menyiratkan pesan dan memudahkan pembaca memahami informasi yang ada di dalam buku tersebut. Kenapa lebih mudah? Karena otak kita secara otomatis memvisualisasi tiap adegan yang dipaparkan di dalam buku.

Nah pada bagian ketika Sally dkk berlindung dari kejaran Draco si pembunuh, benakku menolak penggambaran yang membosankan dan tak masuk akal. Sally baru saja ditinggal mati pacar dan temannya (dalam hitungan jam). Di saat genting dan berduka demikian, bisa-bisanya Kasturi bercerita panjang lebar soal sejarah mason di Batavia, hingga yang tidak relevan dengan kematian Sudrajat.

Logika yang kumaksud tidak mengikat, namun disesuaikan dengan kelogisan genre buku. Jika dari awal memang mengangkat kisah fantasi, maka ular ngakak pun juga bisa logis. Normalnya, Kasturi dan Grant fokus pada pesan-pesan rahasia dari Sudrajat tanpa perlu membahas sejarah ratusan tahun silam.

Sejarah Batavia lebih masuk akal jika disisip dalam obrolan Grant dengan Angelina di hotel (sebagian memang sudah), pada pemaparan materi di acara konspiratus, atau pada adegan lain yang memungkinkan. Asal tidak saat dikejar-kejar penjahat.

2. Standar sinetron.

Sudah kusebutkan sebelumnya, bahwa The Jacatra Secret berisi kisah sejarah yang tidak biasa. Seharusnya “yang tidak biasa” itu juga berlaku pada sisi lainnya. Tapi kali ini cela yang kumaksud betul-betul menciderai novel The Jacatra Secret secara keseluruhan.

Tokoh Lutfi, seorang kepala polisi yang digambarkan sesuai prototipe yang ada di kepala kita, masih harus menanggung hina dengan fisiknya yang jauh dari sekadar cukup. Gemuk, hitam, bodoh, dan suka dangdut. Sudah body shaming, masih ditambah lagi dengan melecehkan musik favorit orang Indonesia.

Sementara tokoh utamanya, John Grant, pria asing berpostur tinggi besar. Pakar simbol yang tampan dan cerdas. Begitu pula Angelina dan Sally yang digambarkan bak bidadari. Cantik, putih, lembut, pintar. Ah, kok persis sinetron!

Lepas dari kekurangannya, The Jacatra Secret cukup layak untuk memantik penasaran, sejarah apa lagi yang diulas lewat karya fiksi oleh Rizky Ridyasmara? Sebab Dan Brown Indonesia ini punya cukup banyak karya selain The Jacatra Secret.

Segitu dulu ya, Gengs, review novel Indonesia ala iluvtari. Gak usah nunggu novel berikutnya, karena aku gak janji.
Gak usah ngegas dulu baca judulnya, kesalahan Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam. Aku juga muslim, dan kesalahan-kesalahan Nabi yang akan diulas di bawah ini justru bisa semakin menguatkan iman kita. Ternyata Nabi Muhammad memang manusia biasa.

Kesalahan Nabi Muhammad

Beliau “hanya” maksum (terjaga dari dosa), bukan tanpa kesalahan sama sekali, seperti malaikat. Hikmahnya, kita sebagai umat beliau jadi lebih mudah meneladaninya. Bayangkan kalau yang diutus itu malaikat, mati kite!

Meski telah diangkat menjadi nabi dan rasul, Muhammad bin Abdullah, penutup para nabi yang mendapat wahyu selama 23 tahun, ternyata pernah berbuat kesalahan. Menurut sejarah Islam, kesalahan yang pernah dilakukan Nabi Muhammad adalah sebagai berikut.

#1 Mengharamkan Madu

Setiap kali Nabi Muhammad ke rumah Zainab, beliau selalu disuguhi madu yang enak. Hal tersebut beliau ceritakan kepada Aisyah dan Hafshah. Karena cemburu, kedua istri Nabi ini bersepakat “mengerjai” suami mereka dengan mengatakan bahwa mulut Nabi menjadi bau karena madu itu. 

Untuk menyenangkan hati mereka, Nabi Muhammad kemudian bersumpah tidak akan minum madu, lalu turunlah ayat pertama dari surah at-Tahrim yang menegur beliau.

kekhilafan nabi muhammad

Pada riwayat lain, dikatakan bahwa ayat tersebut adalah teguran karena Nabi melarang dirinya menggauli Maria Al Qibthiyyah demi untuk menyenangkan hati Aisyah dan Hafshah. Jadi Allah melarang Nabi mengharamkan apa yang sudah Dia halalkan.

Kalau seorang nabi saja ditegur karena membuat hukum sendiri, lah kita? Jadi gak boleh menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal. Coba diingat-ingat, siapa tau kita pernah melakukan ini untuk menyenangkan teman, klien, atau pihak tertentu, minimal dibuat samar-samar padahal kita tau hukum sebenarnya.

#2 Mengambil Tebusan dari Tawanan

Setelah memenangkan Perang Badar, kaum muslimin memiliki tawanan dari kalangan tokoh musyrikin Makkah. Nabi meminta pendapat pada kedua sahabatnya, Umar dan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuma, apa yang akan dilakukan pada para tawanan tersebut. 

Abu Bakar mengusulkan untuk mengampuni para tawanan dengan syarat tebusan, sedangkan Umar lebih memilih mengeksekusi mereka karena khawatir para tawanan yang telah bebas akan kembali menyusun kekuatan untuk memerangi kaum muslimin. 

Nabi Muhammad yang lembut hatinya lebih memilih pendapat Abu Bakar, tapi ternyata Allah memenangkan ketegasan Umar. Esoknya, turunlah ayat 67-68 dari surah al-Anfal. Ayat tersebut berisi teguran Allah karena Nabi memilih tebusan yang sifatnya duniawi.

dosa yang pernah dilakukan nabi muhammad

Padahal Nabi itu memilih harta bukan buat diri sendiri loh, dan beliau ditegur Allah. Umatnya banyak yang pilih harta untuk perutnya sendiri, alih-alih mikirin kepentingan bersama. Setelah ayat itu turun, Abu Bakar berkata ke Umar (lebih kurang), “Kalau azab turun gara-gara ide kami kemarin, cuma engkau yang selamat, wahai Umar!”

Umar bukan termasuk sahabat Nabi yang kaya raya, tapi ia bisa berpikir jauh ke depan. Hari ini tawanan dilepas, mereka hanya kurang harta. Selanjutnya para musuh Islam itu akan bersatu padu dengan kekuatan yang lebih besar untuk mengambil harta mereka kembali, dan menghabisi kaum muslimin. Cerdas!

#3 Memvonis/melaknat Orang Lain

Tafsir Ibnu Katsir untuk surah Ali Imran 124-129 menjelaskan beberapa riwayat pada Perang Uhud. Kuambil garis besarnya untuk hikmah yang berkaitan dengan kesalahan Nabi Muhammad sesuai tema artikel.

Di awal Perang Uhud, Nabi Muhammad dan sahabatnya mengalami kekalahan. Beliau terluka, bahkan beberapa giginya tanggal. Dalam keadaan demikian beliau berujar, “Bagaimana memperoleh keberuntungan, suatu kaum yang berani melukai wajah nabi mereka?” 

Maka turunlah ayat Al-Qur’an yang menegaskan pada Nabi bahwa hidayah itu hak Allah, bukan urusan manusia. 

kesalahan kesalahan muhammad

Pada riwayat lain disebutkan bahwa Nabi mendoakan kebinasaan untuk empat orang, dengan menyebutkan nama mereka satu per satu. Lalu Allah menjawab dengan turunnya ayat 128 dari surah Ali Imran. Keempat orang tersebut, kata Imam Ahmad, akhirnya masuk Islam atas kehendak Allah.

Hai kamu, yang yakin masuk surga lalu memvonis si A ahli neraka, si B ahli syubhat, blablabla. Atau kita yang suka menyumpahi orang, nih. Jika Nabi saja ditegur, kira-kira kalau kita diapain, ya?

#4 Menyalati Jenazah Orang Munafik

Abdullah bin Ubay bin Salul adalah seorang provokator yang juga telah memfitnah Aisyah, istri Nabi. Ketika dia wafat, Nabi Muhammad menyalatinya, meski telah diingatkan oleh Umar tentang kejahatan-kejahatan yang pernah dilakukan orang tersebut. 

Setelah Nabi menyalati jenazah Abdullah bin Ubay, turun ayat Al-Qur’an tentang larangan menyalati jenazah orang munafik. Sebagian sumber menyebut Nabi belum sempat menyalati, lalu turut surah at-Taubah ayat 84.

kesalahan nabi muhammad

Nabi Muhammad (hendak) menyalati Abdullah bin Ubay karena menghargai anaknya, Abdullah bin Abdullah, yang merupakan sahabat beliau.

Ada hal menarik terkait kemunafikan ini. Meski Nabi mengetahui siapa yang munafik di antara sahabat-sahabatnya, tapi beliau tidak menyebutkan kepada sahabat yang lain. Allah mengabari beliau nama-nama (secara spesifik) lewat Jibril adalah ketika dekat masa wafatnya.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam mengabari salah seorang sahabatnya, Huzaifah ibnul Yaman, yang dilarang menyampaikan kepada orang lain. 

Selama orang-orang munafik di sekitar Nabi hidup, Nabi tidak mengusir mereka dan melarang sahabat beliau membunuh orang-orang yang dianggap munafik. Alasannya:
  • Yang tau isi hati manusia adalah Allah. Nabi dan sahabat (apalagi kita!) tidak bisa memastikan, hanya melihat pada sisi zahirnya. Sedangkan apa yang tampak belum tentu benar, di situlah keterbatasan kita sebagai makhluk dan kuasa Allah sebagai Khaliq.
  • Nabi tidak ingin umatnya melihat beliau membunuh sahabatnya sendiri, karena khawatir menjadi contoh. Hal ini adalah bentuk kehati-hatian, sebagaimana kemudian diikuti oleh Khulafur Rasyidin yang tidak mau melakukan hal-hal tertentu khawatir diikuti oleh generasi setelah mereka. Begitu pula hendaknya para ustaz dan dai yang ada pada masa sekarang, tingkah mereka di medsos disadari atau tidak, akan diikuti oleh followernya.
Kepastian bahwa orang-orang tertentu adalah benar munafik, dilihat setelah ybs wafat. Para sahabat tinggal melihat, apakah Nabi menyalatinya atau tidak. Setelah Nabi wafat, para sahabat melihat pada Huzaifah. Jika Huzaifah menyalati, mereka menyalati. Jika tidak, berarti yang wafat adalah munafik, sesuai yang disebutkan Nabi ketika beliau masih hidup.

Umar pernah mendatangi Huzaifah untuk bertanya, apakah namanya termasuk dalam daftar orang munafik yang disebutkan Nabi? Huzaifah menjawab bahwa Umar tidak termasuk. Hikmahnya, perkara kemunafikan, lebih baik kita menilai diri kita sendiri ketimbang menuding-nuding orang lain.  

#5 Tidak Mengucap Insyaallah

Kaum Quraisy musyrik mengutus an-Nadlr dan Uqbah kepada pendeta Yahudi di Yatsrib (Madinah). Mereka membutuhkan bahan debat untuk menjatuhkan Rasulullah.

Kepada keduanya, pendeta Yahudi menyuruh untuk menanyakan pada Nabi tentang tiga hal. Jika ketiga pertanyaan ini tidak bisa dijawab, maka Nabi Muhammad bukanlah seorang nabi, melainkan pendusta yang mengaku-aku sebagai rasul Allah.

Tiga pertanyaan itu adalah:
  1. Tanyakan tentang pemuda zaman dahulu yang bepergian, apa yang terjadi pada mereka? 
  2. Tanyakan tentang seorang pengembara yang sampai ke Masyriq dan Maghrib, apa yang terjadi atas dirinya? 
  3. Tanyakan pada Muhammad tentang roh!
Atas tiga pertanyaan itu, Nabi menjanjikan jawabannya akan beliau beri besok. Namun di hari berikutnya, bahkan hingga dua pekan, jawaban yang diharapkan tak kunjung datang. Orang-orang Quraisy pun mengejek beliau dan mendustakan kenabiannya. 

Pada hari ke-15, datanglah Jibril menyampaikan ayat. Bukan jawaban atas pertanyaan Quraisy, tapi teguran untuk beliau agar menyebutkan “insyaallah” jika berjanji, karena tidak ada manusia yang tau pasti apa yang akan terjadi atau ia lakukan besok. Semuanya tak lepas dari izin Allah.

teguran Allah kepada Nabi Muhammad

Setelah al-Kahfi 23-24 yang berisi teguran, baru Jibril menyampaikan jawaban atas tiga pertanyaan yang diujikan pendeta Yahudi lewat utusan Quraisy. Yaitu tentang Ashabul Kahfi (18: 9-26), Dzulqarnain (18: 83-101), dan perkara roh (17: 85). Buka Al-Qur’anmu sendiri ya!

Apakah setelah terjawab, kemudian orang-orang musyrik itu masuk Islam? Ternyata tidak. Padahal pendeta Yahudi di Yatsrib berpesan, jika Muhammad mampu menjawab, maka ikutilah ajarannya. Balik ke nomor 3, hidayah itu hak Allah!

#6 Bermuka Masam

Ketika Nabi hendak mendakwahi pemuka Kaum Quraisy, datanglah Abdullah bin Ummi Maktum, sahabatnya yang buta, meminta pelajaran kepada beliau. Karena merasa terganggu, tanpa sengaja ekspresi wajah Nabi berubah menjadi kurang menyenangkan. 

Kekhilafan Nabi Muhammad ini karena beliau berharap dapat mengislamkan para pembesar kaum sehingga dakwahnya jadi lebih mudah. Akibatnya, turunlah ayat Al-Qur’an yang menegur beliau agar lebih mengutamakan orang yang membutuhkan pengajaran ketimbang orang yang merasa dirinya cukup. Tau kan surahnya? Tanya anak atau keponakanmu gih!

Teguran Allah kepada Nabi Muhammad dari ayat yang turun tersebut bukannya membuat beliau gimana-gimana dengan Abdullah bin Ummi Maktum, justru semakin menyayanginya. Gak kayak kita, yang suka nyolot kalau dikasih tau.

apakah nabi pernah berbuat dosa

Enam kesalahan Nabi Muhammad di atas selain membuktikan bahwa beliau memang hanya manusia biasa, juga memberi manfaat dengan munculnya hukum Islam yang dapat kita gunakan sekarang.

Logikanya jangan dibolak-balik seperti kebiasaan orang-orang entahlah. Yang nabi saja melakukannya, wajar dong kalau kita juga. Bukan begitu. Nabi saja yang amalnya banyak gak boleh, apalagi kita!

Selain itu, gak usah ngebet menyampaikan kebaikan pada orang lain. Tugas kita cuma ngasih tau, dipakai bagus gak ya sudah. Lihat orang-orang yang begitu memusuhi Nabi pada Perang Uhud, di akhirnya mereka jadi muslim. Orang-orang musyrik yang sudah membuktikan kebenaran ajaran Islam, tetap saja dalam kekafiran.

Lagi-lagi, semoga ilmu yang secuil ini bermanfaat ya, Gengs! Sesalah-salahnya beliau, kesalahan Nabi Muhammad selama hidup cuma segitu doang! Lah kita … gak bakal ada manusia yang bisa nulis daftarnya.
Mengusir nyamuk secara alami, ada yang pernah coba? Aku pernah, beberapa kali. Tapi yang paling sering adalah menggunakan alat dan obat nyamuk. Yaelah, obat nyamuk disebut. Semua orang pernah keleus!

Yamaap, maksudku menggunakan macam-macam obat nyamuk. Dari yang bakar, semprot, sampai elektrik. Dari yang cair sampai dalam bentuk mat. Ini kenapa kayak obrolan dua orang ya?

mengusir nyamuk secara alami


Darah O dan Malaria 

Meski kecil, nyamuk tak bisa dianggap remeh. Efek suntikannya bisa mengakibatkan gatal hingga kematian. Walaupun siklus hidupnya pendek, nyamuk dapat berkembang biak dalam waktu cepat dan jumlah yang banyak.

Menurut penelitian, orang dengan golongan darah O menghasilkan aroma yang disukai nyamuk. Aku sudah membuktikannya, sampai-sampai di SMA dulu aku pernah hampir mati gara-gara malaria. Lebay? Nggak, sumpah sakitnya na’udzubillah. 

Entah kapan digigit nyamuknya, pokoknya tiba-tiba aku merasakan gejala sakit malaria meliputi meriang, demam, sakit di semua persendian, mual hingga muntah, lidah terasa pahit, sakit kepala yang luar biasa sampai terasa melayang, dan tidak bisa tidur. Itu rasanya kayak diazab, asli!

Gimana nggak diazab. Kalau orang sakit, dengan tidur kita istirahat dan rasa sakitnya “lupa” sebentar. Ini berhari-hari aku cuma tidur sekian menit, seolah dipaksa ngerasain sakit yang luar biasa itu.

Selain malaria, aku juga pernah mengalami sakit tifus (tipes) dan gejala demam berdarah. Tapi semua kalah dengan gilanya rasa sakit malaria. Sampai bertahun-tahun setelah sembuh dari sakit pertama, gejala malaria masih sering muncul kalau aku kelelahan. Capek dikit meriang, capek dikit tulangsakit-sakit. Pokoknya jangan sampai kamu kena malaria, ya!

Karena pengalaman yang sangat tidak enak, bahkan bikin trauma, makanya aku nggak mau keluarga sampai merasakan hal yang sama. Itulah sebabnya obat nyamuk di rumah gak boleh kosong. Eh, ternyata aku punya artikel lama dengan tema mengusir nyamuk secara alami, bekas UC dulu. Ini dia caranya, Gengs!

Bahan-bahan untuk Mengusir Nyamuk Secara Alami

Kalau kubaca-baca lagi draf awal, sepertinya dari sumber disebutkan aneka bahan yang dipakai untuk mengusir nyamuk secara alami, kebanyakan kurang kita (atau aku?) kenal sebagai orang Indonesia. Jadi dipilihlah tiga bahan yang lebih familier berikut ini:

Cengkih

cara mengusir nyamuk secara alami

Campur 5 gram cengkih dengan segelas air, lalu rebus selama 15 menit. Setiap 10 tetes hasil rebusan ini dapat dicampur ke dalam cologne apa pun, yang jika kamu balurkan ke bagian tubuh yang terbuka, dapat menjagamu setidaknya 2 jam tanpa gangguan nyamuk.

Daun Basil atau Kemangi

gejala sakit malaria

Sebenarnya saat ini daun basil gampang kamu temukan di swalayan, bagian bumbu dapur. Tapi kalau kamu kesulitan menemukannya, bisa ganti dengan kemangi. Karena basil dan kemangi berasal dari keluarga yang sama. Bentuknya pun cukup mirip, hanya kemangi lebih kecil dan tipis. Namun dari segi manfaat, kedua tanaman ini nyaris tidak berbeda.

Untuk mencegah nyamuk, cara menggunakannya adalah yang paling mudah. Cukup diletakkan di dalam ruangan, atau digosokkan pada bagian tubuh yang terbuka.

Minyak Goreng, Cuka, dan Sampo

cara mengusir nyamuk secara alami di rumah

Campurkan minyak, sampo, dan cuka 9% dengan perbandingan yang sama. Aduk hingga muncul busa putih. Kamu bisa menuangkannya ke botol spray untuk disemprotkan ke tubuh, atau membiarkannya dalam wadah terbuka di sebuah ruangan.

Cuka tidak disukai serangga, sampo dapat menyamarkan aroma yang kuat, sedangkan minyak adalah bahan dasar dari krim apa pun. Ramuan ini relatif aman, bahkan untuk anak-anak.

Gitu deh ya, dari cerita sedikit tentang pengalaman sakit malaria sampai ke bahan-bahan mengusir nyamuk secara alami. Untukku sendiri menulis ini bermanfaat sekali, jadi ingat lagi. Semoga yang membaca mendapat manfaat yang sama!
Pernah nggak kamu merasakan sensasi dingin pada kaki atau mati rasa di jari tangan dan kaki? Kalau ya, artinya ada masalah dengan sirkulasi darahmu. Berita baiknya, ada cara mudah untuk melancarkan sirkulasi darah. Tanpa obat, suplemen, pokoknya tanpa ribet!

Sirkulasi darah yang buruk dapat mengakibatkan berbagai penyakit, seperti ginjal, tekanan darah tinggi, varises, dan lainnya. Ciri peredaran darah tidak lancar antara lain yang kusebut di atas tadi. Dikutip dari brightside, setidaknya ada enam tindakan mudah yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.

melancarkan sirkulasi darah

Pilih mana yang paling mudah dari enam cara mudah berikut, atau lakukan semuanya supaya lebih powerful. Tidak ada yang saling kontra kok, simak baik-baik, ya!

#1 Memelihara Hewan

Ikatan emosional dengan hewan peliharaan dapat menurunkan detak jantung. Berada di dekat kucing, ikan, atau hewan peliharaan lainnya, dapat mengurangi stres. Aku sudah membuktikannya sendiri. Kalau "anak-anak pungut" di rumah sedang gelut, aku bahkan sampai ninggalin laptop, demi menikmati serunya hiburan gratis dari mereka. Asli asik banget!
Kamu mau cari hewan peliharaan yang mudah dilatih? Cek di sini!
Cari hewan peliharaan unik? Di sini ya!

#2 Makan Makanan Pedas

Cabe merah (yang benar sih cabai, tapi kok nggak enak ya ngetiknya) dan cabe rawit dapat melebarkan pembuluh darah, yang berarti meningkatkan aliran darah di dalam tubuh. Cabe juga membantu sistem kardiovaskular berfungsi lebih baik, dan menjaga tekanan darah tetap normal.

Ukur sendiri tingkat pedas yang masih bisa ditolerir oleh tubuhmu. Jangan sampai upaya melancarkan sirkulasi darah malah memberi hasil lancar BAB juga, bahkan di luar kendali. Jangan sampai!

Kalau telanjur memasukkan banyak cabe, kamu bisa menambahkan bawang merah dan bawang putih ke dalam masakan. Bawang putih melemaskan pembuluh darah dan meningkatkan kadar hidrogen sulfida yang juga dapat meningkatkan sirkulasi darah. Sedangkan bawang bombai memiliki tingkat antioksidan tinggi, yang mencegah penggumpalan darah.

#3 Hindari Pakaian Ketat

Beruntunglah kamu yang suka berpakaian gombrang, karena pakaian ketat bisa menghambat sirkulasi darah dan memudahkan varises berkembang. Kalaupun kamu punya koleksi pakaian ketat yang banyak, sebaiknya dipakai sekali-kali aja saat di rumah, dan tidak dalam durasi yang lama.

#4 Tambahkan Asam Folat

Asam folat berperan dalam pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia. Gak susah kok mendapatkan makanan yang mengandung asam folat, semua ada di sekitar kita.
  • Sayur: bayam, selada, brokoli
  • Buah: Alpukat, jeruk, pepaya, pisang, stroberi
  • Biji dan Kacang: kacang polong, biji bunga matahari, kacang almon.

#5 Tinggikan Kaki

Mengangkat kaki lebih tinggi dari posisi jantung dapat meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu, kondisi ini juga dapat membuat kita lebih relaks dan mengurangi tekanan pada kaki dan pembuluh darah.

Caranya sangat sangat sederhana. Waktu sedang rebahan santai, kamu bisa letakkan kakimu di tangan sofa atau ke dinding. Dah, gitu aja! 

#6 Pijat

Pijatan yang tepat dapat merangsang alirah darah ke jaringan lunak. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pijat dapat memperbaiki fungsi pembuluh darah perifer.

Lakukan pijatan bertenaga namun tetap lembut, yang diarahkan ke jantung. Gunanya untuk meningkatkan aliran getah bening dan darah vena. Cari tukang pijat yang paham titik saraf, jika perlu profesional sekalian.

Memijat sendiri juga tak masalah, daripada sewa tukang pijat asal-asalan apalagi yang pakai jampi dan macam-macam perangkat berbau kesyirikan. Mau sehat malah sesat.

Ciri peredaran darah tidak lancar

Nah, terbukti kan. Enam cara melancarkan sirkulasi darah yang sudah kuulas di atas, semuanya simpel! Nggak ada satu pun yang ribet, jadi gak ada alasan untuk tidak melakukan semua, apalagi beberapa di antaranya saja. Selamat mencoba!
Siapa yang suka baca novel terjemahan? Aku. Yang suka novel klasik? Aku. Yang suka baca tapi jarang review? Aku juga. Termasuk film, habis nonton cuma dipikirin sendiri. Sayang banget padahal! Sekarang tobat ah, coba-coba menulis review novel terjemahan. Siapa tau bisa kebiasaan!

Salah satu hal yang membuatku malas menulis resensi, adalah aturan bakunya. Entah aturan baku itu memang ada, atau dasar akunya yang banyak alesan, entahlah. Karena ini blog pribadi, suka-suka akulah ya, mau nulis kayak gimana. Cara review novel yang bagus itu gimana sih? Aku nggak tau. Aku nulis yang aku bisa aja.

review novel terjemahan


Rasisme Ada di Mana-mana

Novel yang sudah selesai kubaca sejak beberapa bulan lalu adalah Small Great Things, novel terjemahan terbitan Bhuana Sastra. Setelah itu masih ada sedikitnya dua novel lagi yang tuntas kubaca. Tapi satu satulah, Mbah!

Novel ini bertema rasisme, hal yang sudah ada di mana-mana sejak dulu. Kita kira manusia modern sudah meninggalkan fanatisme ras dan kesukuan, nyatanya nggak. Stigma terhadap kelompok tertentu dan narsisme pada golongan masih ada hingga hari ini.

Small Great Things bukan berkisah tentang zaman perbudakan, melainkan rasisme yang terjadi di masa kekinian. Membaca novel ini, dipadu fakta kondisi Amerika Serikat sekarang, mungkin kita bakal menyimpulkan, bule memang rasis!

Tapi itu kesimpulan yang keliru, Gengs. Kita semua berpotensi untuk rasis, tergantung pemikiran, pergaulan, dan pola asuh. Coba, siapa yang orang tuanya masih pilih-pilih menantu dari suku tertentu? Siapa yang masih menyimpan stigma kalau orang Jawa itu munafik, orang Padang pelit, orang Batak kasar, orang Sunda centil? Nah itu, banyak kan!

Di Eropa dan Amerika, yang sering mendapat stigma negatif adalah warga kulit hitam. Mereka dianggap sudah terlahir sebagai budak bagi kaum kulit putih. Apakah semua orang kulit putih satu padu dengan anggapan tersebut? Tentu nggak. Wong sesama kulit putih pun mereka terpecah lagi, ada ras Eropa (Nordik, Alpina, Mediteran, dll), Roma (bukan Roma Italia, tapi orang Gipsi), Yahudi, Armenia, dst, yang di mata kita kayaknya sama aja.

Belum kelar urusan rasisme paling menonjol antara kulit hitam dan kulit putih, muncul masalah baru ketika virus Corona menjadi pandemi dunia. Orang-orang keturunan Asia, semua dianggap Cina oleh kaum rasialis di AS. Serangan terhadap keturunan Asia meningkat akhir-akhir ini, karena warga AS menganggap Cina adalah biang covid-19.

Jadi jelas, rasisme ada di mana-mana, dan merupakan penyakit kita semua. Kalau sakit, ya berobat. Masalahnya kadang kita merasa sehat-sehat saja, jadi lebih sulit sembuh. Nah kalau penyakitnya rasis, membaca bisa jadi salah satu obat. Aku suka me-review novel terjemahan Small Great Things (ini yang kedua), karena percaya dengan membacanya, kita bisa memupuk simpati. Mampu memahami, dianggap inferior itu gak enak. Merasa superior juga menggelikan.

Kasus rasisme yang panjang umur, terutama di AS, kemudian menjadi topik yang diangkat oleh Jodie Picoult dalam salah satu karyanya. Oke, inilah review novel singkat dari buku setebal 600 halaman, Small Great Things.

Review Novel Terjemahan “Small Great Things”

review novel singkat

Adalah Ruth Jefferson, seorang perawat yang telah bekerja selama 20 tahun di rumah sakit Mercy-West Haven. Di bagian persalinan, Ruth merupakan satu-satunya karyawan berkulit hitam.

Suatu hari, seorang anggota komunitas supremasi kulit putih bernama Turk Bauer, membawa istrinya ke rumah sakit tempat Ruth bekerja. Pasutri itu menolak dilayani oleh Ruth, bahkan meminta kepada pihak rumah sakit agar bayi mereka tidak disentuh oleh karyawan Afrika-Amerika.

Bayangkan kalau kamu berada di posisi Ruth, melihat catatan pada ranjang bayi bahwa ia tidak boleh menyentuh seorang pasien, hanya karena warna kulit. Benar-benar nyesek kan! Yang lebih menyebalkan tentu ketika pihak RS memenuhi keinginan itu. Ruth merasa tidak mendapat pembelaan dari tempatnya bekerja.

Selain rasisme, hal seperti itu juga jadi masalah klasik di mana-mana. Ketika seorang karyawan bermasalah dengan pihak luar, pihak perusahaan biasanya cari jalan selamat sendiri. Tak masalah bagi mereka mengorbankan satu dua karyawan, yang penting bisnis selamat.

Ruth Jefferson sebenarnya merasa ada yang salah dengan bayi Bauer, tapi aturan tersebut membuatnya serbasalah. Ruth yakin, si bayi tidak baik-baik saja. Tapi perang batin berkecamuk dalam dirinya, terutama saat ia dipaksa oleh keadaan untuk berada dekat dengan bayi itu.

Di sanalah masalah bermula. Bayi Bauer kejang saat berada dalam pengawasan Ruth. Antara rasa kemanusiaan dan taat aturan (atau malah dendam pada RS?) membuat Ruth bimbang. Namun pada akhirnya, sisi manusiawinyalah yang memenangkan pertarungan batin itu.

Sayangnya, bayi Bauer tetap tak tertolong. Anak itu wafat, meninggalkan banyak kecamuk di belakangnya. Apakah Ruth menyentuh atau tidak menyentuh si bayi, ia tetap akan dihukum. Bauer bersama komunitasnya mati-matian hendak memenjarakan Ruth yang merupakan single parent dari seorang remaja.

Ruth tau, Bauer menuntutnya lebih karena alasan ras, bukan soal kematian si bayi. Sebab bukti-bukti medis pada akhirnya menunjukkan bahwa bayi Bauer memang mengalami kelainan … nah ini aku lupa istilahnya. Masalahnya buku fisik tidak bisa di CTRL+F, hehe. Pokoknya efek dari ibu yang diabetes.

Ribetnya lagi, pengacara Ruth, Kennedy McQuarrie, memintanya untuk mengabaikan masalah rasisme itu. Berdasarkan pengalaman McQuarrie selama menjadi pengacara yang dibayar negara, mengangkat isu rasisme hanya akan membuat kliennya kalah.

Dalam novel Small Great Things, kamu akan mendapat banyak info terkait istilah medis, hukum, dan kilasan sejarah perbudakan di masa silam. Juga gambaran bagaimana kehidupan masyarakat multiras di AS.

Jodie Picoult juga memaparkan bagaimana kehidupan Ruth kecil. Tentang ibunya yang 50 tahun mengabdi pada keluarga kulit putih, tapi selama itu pula ia bekerja mengenakan seragam asisten rumah tangga. Padahal sang majikan kerap menyebut keluarga Ruth sebagai bagian dari mereka.

Ending novel ini cukup indah, dan lumayan mengejutkan. Gak usah kutulis ya, nanti malah jadi spoiler yang menyebalkan. Pokoknya membaca Small Great Things bisa dibilang cukup memuaskan. Mengaduk-aduk emosi sekaligus melegakannya. Fyi, menurut penulisya, novel Small Great Things adalah jahitan dari kejadian nyata yang disusun menjadi karya fiksi.

Sebagai orang yang pernah menulis karya fiksi, aku percaya. Sebab menulis novel kehidupan seperti ini butuh riset mendalam, gak bisa modal ngayal doang. Mengangkat kisah nyata adalah salah satu modal referensi yang kuat untuk sebuah karya hasil imajinasi.

Tentang Jodie Picoult

Sebenarnya aku memilih novel Small Great Things karena informasi di cover buku pada bagian teratas, “#1 New York Times Best Seller” dan keterangan di bawah nama penulis “Penulis novel best seller My Sister Keeper”.

Pada cover novel ini, bukan judul yang paling menonjol, tapi nama penulisnya. Jodie Picoult. Artinya, ia memang sudah dikenal sebagai penulis hebat kelas internasional. Sampai-sampai orang bukan lagi melihat pada apa yang dikisahkan novel ini, tapi siapa yang menulisnya. Meski namanya sudah populer, ternyata aku gak kenal-kenal amat dengan Jodie Picoult. Dia kenal aku gak ya?

Menurut Wikipedia, Jodie Picoult adalah perempuan Amerika yang lahir di New York pada tahun 1966. Aktif sebagai novelis sejak 1992 hingga sekarang. Deretan karya dan penghargaan yang ia dapat bisa kamu lihat sendiri di laman wiki yang kusisip di paragraf ini.

Biasanya, jika satu karya dirasa begitu menarik, kita akan terinspirasi untuk menikmati karya lain dari orang yang sama. Buku-buku Jodie Picoult, novel Small Great Things dan judul lainnya tentu saja bisa kamu temukan di toko-toko buku yang ada di kotamu. Dua novelnya; Living Time dan Handle with Care, juga tersedia di aplikasi ipusnas

Baca buku fisik maupun elektronik, asal legal, dua-duanya oke. Please lah, jangan ngebajak. Kamu bukan kerbau. Nanti orang-orang malas nulis kalau karyanya tidak dihargai. Btw, apakah review novel terjemahan ini menginspirasimu untuk membaca karya sastra?