Mengubah Naskah Drama Menjadi Cerpen

Tahun lalu, aku mengikuti sayembara naskah drama. Karena belum berpengalaman, tidak paham, dan naskahnya jelek, jadi tidak menang. Daripada mubazir, kuubah saja teks drama itu menjadi cerpen.
Dan inilah, sebuah naskah drama yang diubah menjadi cerpen.
💟   💟   💟
Di simpang traffic light yang ramai, pada RHK berwarna merah, Deni dan May menanti lampu hijau di atas sepeda motor.
“Ibu pasti suka dibawakan kebab. Biasanya dia paling senang makan martabak India, tapi seleranya memang mirip-mirip yang begitu.” Agak menoleh Deni berbicara pada May.
“Tapi aman tidak buat perutnya? Lebih bagus beli buah, sehat.”
Deni mengangguk, “Aku yakin aman. Ibuku jarang sakit perut.”
Pengendara motor lain yang juga berhenti, memicing memandangi Deni. Sebagian senyum-senyum, banyak juga yang geleng-geleng.
Pejalan kaki yang sedang menyeberang menoleh pada Deni. Yang berjalan bersama temannya saling pandang, melihat pada Deni, lalu sama-sama angkat bahu.
Kurang dari satu menit, lampu hijau menyala. Semua kendaraan bergerak meninggalkan simpang.

“Kamu lihat kan orang-orang tadi? Itulah kenapa aku malas keluar rumah.”
“Tidak usah dipikirkan. Bukankah sudah bertahun-tahun begitu,” jawab May, sedikit menyandar pada Deni.

Di rumah Deni, ibunya sedang menonton TV. Suasana sepi, hanya ada suara pelan dari TV yang menyala.
Deni memberi salam dan mengangsurkan kantung plastik berisi kebab kepada ibunya. “Martabak India habis, Bu,” katanya.
“Ibu kan tidak minta apa-apa.”
“Ibu memang tidak pernah pesan apa-apa, tapi aku suka kalau Ibu makan oleh-oleh dariku,” balas Deni.
Dengan mata berkaca-kaca, Ibu mengusap kepala Deni. Anak laki-lakinya yang sudah 40 tahun. “Kamu memang anak baik.”
“Itu karena May, Bu. Dia yang mengajariku menyayangi perempuan.”
May tersenyum pada Deni, lalu ikut bersamanya memasuki kamar.

Ibu berjalan menuju dapur. Membuka kebab perlahan, di atas meja makan. Kepalanya tengadah sebentar, menahan air mata agar tidak jatuh. Ia menghela napas. Melihat Deni yang sudah memasuki kamarnya.
Mengubah Naskah Drama Menjadi Cerpen
Photo by Wynand van Poortvliet on Unsplash
Posisi dapur berada di antara kamar Deni dan ruang tamu, tapi tidak sejajar. Tepat satu garis dengan TV, terdapat meja makan yang dikelilingi beberapa kursi. Dari kamar Deni, ruang tamu dapat terlihat jika pintu kamar itu terbuka.
Ibu duduk di salah satu kursi makan. Tangannya mengurut dahi, sesekali melihat ke arah kamar Deni.

Seseorang mengetuk pintu. Ibu berdiri hendak membuka pintu ruang tamu. Karena tidak terkunci, para tamu yang datang membuka sendiri pintunya, dan satu per satu memasuki rumah. Mereka adalah Tia dan Tomo, bersama anak-anak mereka.
“Ibu sehat?” tanya Tia sembari menyalami Ibu dan mencium kedua pipinya.
“Alhamdulillah,” sahut Ibu.
Anak-anak berteriak memanggil nenek mereka dengan ekspresi penuh kegembiraan.
“Bang Deni mana, Bu?” tanya Tia lagi.
Ibu mengarahkan telunjuknya ke kamar Deni.
“Mas Tomo punya kenalan janda anak satu. Perempuan baik-baik, ASN.” Tia membuka pembicaraan sembari menggiring Ibu ke ruang tamu.

Di kamar, Deni membuka seragam kerjanya. May duduk di atas tempat tidur.
“Aku mau mandi, tolong siapkan pakaianku, ya!”
May mengangguk. “Sepertinya adik dan keponakanmu datang.”
Deni melihat ke jendela kamar yang mengarah ke halaman belakang rumah, lalu menutup gorden. “Pasti menawarkan perempuan lagi.”
May mendekati Deni, lalu memeluknya.
“Kenapa semua orang suka mengusikku?” bisik Deni pada May.
Pelukan May makin erat.

Di halaman belakang, terdapat dua kandang ayam berukuran sedang. Di antara keduanya, sebatang pohon rambutan menaungi. Halaman kecil itu dikelilingi pagar rendah.
Tomo mengasingkan anak-anaknya ke sana, agar Tia leluasa mengobrol dengan ibunya.
“Di sini cuma ada ayam, Yah. Kita nonton TV saja!” ajak si sulung.
“Bunda lagi ngobrol sama Nenek. Kita main di sini saja.”
“Anak ayamnya lucu!” si bungsu menunjuk sekumpulan anak ayam di dalam kandang, abangnya mengikuti.
Sekilas Tomo melihat Deni yang menutup gorden jendela.

Ibu memandangi meja dapur dengan pandangan nanar. “Paling-paling ditolaknya lagi.”
“Dicoba saja, Bu. Mana tahu kali ini berhasil,” Tia membujuk.
“Dia gampang tersinggung, Nak. Kalau sudah tersinggung, makin tak mau bicara.”
“Kalau langsung kuajak saja teman Mas Tomo kemari, bagaimana?”
“Jangan! Nanti malah kamu yang malu.”
“Biar Bang Deni lihat langsung. Namanya Mai. Tidak terlalu cantik, tapi baik. Suaminya meninggal dua tahun lalu. Anak cuma satu, pasti banyak yang ingin menikahinya.”
“Mungkin sekarang sudah ada yang melamar,” balas Ibu.
Tia menggeleng. “Belum, Bu. Sudah kupastikan sebelum datang ke sini. Dia tidak mau buru-buru menikah lagi, harus dapat yang sebaik almarhum suaminya.”
“Memangnya kamu lihat Deni sebaik suaminya dulu?”
“Aku tidak kenal suaminya, Bu. Tapi aku kenal Bang Deni. Dia laki-laki baik, cuma terlampau pendiam saja. Pekerjaan Bang Deni juga bagus.”
Ibu mengangguk-angguk, tapi ekspresinya belum cukup antusias.

Sore hari besoknya, Ibu, Tia, dan Mai menunggu kehadiran Deni yang masih bekerja. Tia duduk di sebelah ibunya, Mai ada di seberangnya, terpisah meja ruang tamu.
“Bang Deni itu orangnya superpendiam. Dari kecil kami jarang mengobrol karena dia selalu serius dengan urusannya.” Tia berujar pada Mai.
“Kenalan saja dulu. Kalau berharap dia yang datang ke sana, tak bakal mau. Orangnya kelewat pemalu,” tambah Ibu.
“Iya, Bu. Saya juga tidak terburu-buru. Semua tergantung Nina. Kalau dia mau punya ayah lagi, saya bersedia. Kalau tidak, saya tidak bisa memaksa. Karena yang paling butuh sosok ayah adalah Nina, anak saya,” jawab Mai sopan.
“Bang Deni juara kelas sejak SD. Kuliah beasiswa terus. Ya, kan, Bu?” Tia terus menyanjung abangnya.
Ibu mengangguk. “Tapi dia tidak gaul.”
“Begitulah kalau orang pintar. Sibuk dengan pikirannya sendiri. Dari dulu banyak temanku yang suka pada Bang Deni. Tapi dia selalu menghindar. Tidak pede ketemu perempuan. Tapi dia penyayang. Aku dari kecil tidak pernah dipukulnya. Marah saja jarang. Bahkan sampai sekarang, umurku sudah tiga lima, belum pernah dia membentakku!” timpal Tia lagi.
“Betul. Deni persis seperti bapaknya. Jarang ngomong, jarang marah,” Ibu melengkapi.

Ketika mereka tengah asyik ngobrol, pintu diketuk. Deni datang.
“Kok kamu sudah duluan?” ia langsung melihat pada Mai.
“Maaf, maksudnya?” balas Mai kaget.
Tia dan Ibu saling pandang.
“Dari tadi aku mencari-cari kamu!” tegas Deni pada Mai.
“Mas pasti salah orang. Kita baru ketemu di sini.”
Deni tertawa. “Aku sedang capek, tidak ingin bercanda.”
“Kamu ganti pakaian dulu, Deni. Nanti ke sini lagi, Ibu sudah buatkan kopi.” Ibu melerai, sedang Mai masih kebingungan.
Deni mematuhi ibunya, menuju kamar tapi terus memandangi Mai.
“Maaf, ya. Mungkin kamu mirip temannya.” Tia menepuk pelan lengan Mai.
Mai memaksakan diri tersenyum.
Baca juga: ~ Cerpen Singkat untuk Blog ~
Di kamarnya, Deni terperanjat. May tengah duduk santai di atas kasur, selonjor.
“Aku tadi pulang duluan. Kelamaan nungguin kamu!” ketusnya.
Deni buru-buru keluar kamar.

“Kenapa, Nak?” tanya Ibu, melihat Deni ngos-ngosan.
“Kamu May, kan?” tuding Deni pada Mai.
“Iya, saya Mai.”
“Abang sudah kenal?” Tia mendekati Deni.
“Dia istriku!”
Tia menoleh pada Ibu.
“Istigfar, Deni!” bentak Ibu.
Laki-laki itu berlari kembali ke kamarnya.

“Saya pamit dulu, Bu. Tia! Lain kali saya silaturahmi ke sini lagi.”
Mai buru-buru keluar rumah. Tia, Tomo, maupun Ibu, tak kuasa menahan kepergiannya.

Deni muncul lagi dari kamarnya. Tertegun memandangi Ibu dan Tia, lalu masuk kembali ke kamar.

“Kamu kenapa sih?” tanya May pada Deni.
“Kamu yang kenapa, sedang akting?”
May melipat tangan di dada, “Dasar kamu aneh!”
“Tia!” Deni berteriak memanggil adiknya.
Yang dipanggil tergopoh-gopoh mendatangi Deni. “Ya, Bang!”
“Ngobrol di sini saja! May tidak mau keluar.”
Tia terdiam.
Ibu menghela napas dalam diam, lalu pergi ke kamarnya sendiri.

“Ayo keluar, ngobrollah lagi dengan mereka!” tukas Deni pada May.
“Kamu saja jarang ngobrol dengan mereka.”
“Aku tidak tahu mau bicara apa. Aku juga khawatir mereka menanyakanmu.”
“Ya sudah. Tidak usah dibicarakan.”
“Tapi aku juga ingin normal seperti orang lainnya.”
“Kamu normal kok!”
“Kamu tidak pernah masak untukku. Aku selalu makan masakan Ibu.”
“Kamu benci aku gara-gara aku nggak bisa masak?”
“Maaf, bukan begitu. Ayo keluar!”
“Aku tidak mau.” May membantah. Ia justru tidur-tiduran di atas kasur.
Deni menyingkap selimut May, mendekatinya perlahan. “Sayang … ayolah!”
May tidak menyahut.
“Please, bangunlah! Bicara dengan adik dan ibuku.”
May hanya bergerak sedikit, tapi tidak membuka mata.
“Bangunlah, May! Aku butuh bantuanmu. Aku butuh pengakuan mereka, aku ingin hidup normal.”
May mengambil selimut tanpa membuka mata.
“Kubilang bangun!” akhirnya Deni berteriak.
May terus tidur, tak peduli.
“Aku tidak pernah memarahimu. Tapi kali ini jangan membuatku kesal. Bangun kataku!”
May tetap tak peduli.
“Bangun, sialan! Aku bilang bangun! Pergilah keluar, bicara pada ibu dan adik-adikku! Jangan biarkan orang menganggap aku gila!”
May tetap tidur.
Mengubah Naskah Drama Menjadi Cerpen
Photo by Francisco Moreno on Unsplash
Tia dan Tomo menyusul Deni ke kamarnya. Pintu kamar itu terbuka.
Deni berteriak-teriak di atas tempat tidur sambil mengobrak-abrik selimut. “Banguunn!”
Tia menggigit bibir memandangi Deni, matanya berkaca-kaca.
Deni turun dari tempat tidur, mendekat pada Tia dan Tomo, “Maaf, dia sedang tidur. Dia memang keras kepala. Tapi sebenarnya dia perempuan yang baik. Aku belum bisa mengajarinya jadi menantu dan ipar yang baik. Tapi dia istri yang baik, meski agak keras kepala.”
Deni bergerak ke sana kemari seperti orang linglung. “Tapi aku tidak akan menikah lagi. Cukup satu ini saja, kalian bersabarlah. Aku berjanji akan mengajarinya.”
Tia memeluk Tomo.

Deni terus menceracau tentang perempuan dan pernikahan. Kamarnya berantakan, tak seorang pun ada di sana.
Kamu sering dengar kajian tentang kiamat? Kalau kamu menyadari bahwa dunia ini penuh dengan misteri, dan kurang dari 10%-nya yang berhasil diungkap, rasanya sayang banget kalau dunia buru-buru hancur.

Ibarat teka-teki di kelas yang belum terpecahkan, tapi waktu keburu habis. Ya sudah, mending kita ke kantin! Iya, gak nyambung. Mending kamu baca 10 penemuan dunia yang tidak bisa dijelaskan siapa pun di bawah ini.

#1 Burung Moa

10 Penemuan Dunia
brightside.me
Bukan ceker yang dijepret dari jarak dekat, foto di atas adalah cakar burung moa yang diawetkan entah dengan cara apa. Burung moa hidup di Selandia baru, tapi punah sejak sekira tahun 1500.

Ilmuwan abad 20 menemukan cakar burung ini tapi belum tahu bagaimana, untuk apa, dan siapa yang mengawetkannya selama berabad-abad.

#2 Kuil Saksaywaman

10 Penemuan Dunia
brightside.me
Bisanya dalam pembuatan candi, bangunan berbahan bata perekatnya dihasilkan dari rontokkan bata yang saling digesekkan, kemudian diberi air. Sedangkan candi yang berbahan batu, dilakukan dengan teknik sambung. Batu dipahat sedemikian rupa agar bisa saling mengisi dan mengunci.

Tidak demikian dengan Kuil Saksaywaman di Peru. Bebatuan dindingnya merekat kuat tanpa celah, bahkan sehelai kertas pun tidak bisa disisipkan. Kamu gak perlu mikir berat-berat, para ahli saja belum tahu dengan apa orang-orang jadul merekatkannya.

#3 Gerbang Matahari

10 Penemuan Dunia
brightside.me
Gerbang ini ditemukan di Tiwanaku, Bolivia. Para arkeolog percaya, Gerbang Matahari merupakan peninggalan kerajaan besar pada milenium pertama masehi. Tapi sampai saat ini, belum banyak informasi yang dapat digali dari sana. Padahal hari sudah mau kiamat!

#4 Gua Longyou

10 Penemuan Dunia
brightside.me
Gua yang terdapat di Cina ini, dari bentuknya diyakini dikerjakan oleh manusia. Tapi tidak ditemukan catatan sejarah apa pun mengenai keberadaannya.

#5 Obelisk Pending

10 Penemuan Dunia
brightside.me
Jangan tanya apa itu obelisk! Yang bukan anak IPS pun tahu, karena sejak SMP kita mempelajarinya. Dan jangan biasakan menunda-nunda pekerjaan, supaya tidak seperti obelisk di Mesir ini.

Dibuat dalam ukuran besar, diukir bagus-bagus, lalu ditinggal. Sepertinya batu itu retak sehingga obelisk tidak bisa berdiri. Bukan pending, tapi gagal.

#6 Kota Bawah Air Yonaguni

10 Penemuan Dunia
brightside.me
Seorang instruktur senam di Jepang, Kihachiro Aratake, menemukan kota kuno bawah laut saat ia sedang menyelam. Kota ini dipercaya berusia sekira 10 ribu tahun, lebih tua dari piramida Mesir.

Gimana kalau itu kota yang diazab? Seperti Dukuh Legetang di Indonesia.

#7 Mohenjo-daro

10 Penemuan Dunia
brightside.me
Tahun 1922, seorang arkeolog India, RD Banerji, menemukan reruntuhan kuno di salah satu pulau di Sungai Indus. Sudah dilakukan banyak penggalian, tapi kenapa kota itu hancur dan di mana penghuninya, belum terpecahkan hingga kini.

#8 L'Anse aux Meadows

10 Penemuan Dunia
brightside.me
Mitos bahwa Christopher Columbus adalah penemu Benua Amerika terbantahkan berkat penemuan situs arkeologi ini. Bangsa Viking yang berasal dari Skandinavia sudah lebih dulu mencapai Amerika Utara, jauh sebelum Columbus lahir.

Yang jadi misteri, kenapa nama Christopher Columbus yang tercatat sebagai orang pertama yang mendatangi Amerika? Padahal L'Anse aux Meadows di Kanada pernah dijadikan pemukiman Viking sekira 1000 tahun lalu.

#9 Bola Batu

10 Penemuan Dunia
brightside.me
Para pekerja yang sedang membersihkan hutan dan perkebunan pisang di Kosta Rika menemukan ratusan bola batu raksasa berbentuk bulat nyaris sempurna. Peristiwa itu terjadi di tahun 1930-an, tapi sampai sekarang belum ada penjelasan pasti siapa yang membuat dan untuk apa bola-bola tersebut.

Sempat berembus mitos bahwa di dalamnya terdapat emas, maka orang-orang kemudian memecahkan beberapa bola batu, tapi tidak menemukan apa pun. Apakah itu kerjaan raksasa gabut?

#10 Terowongan Bawah Tanah

10 Penemuan Dunia
brightside.me
Banyak penemuan arkeologi yang membuktikan bahwa manusia zaman dulu bukan makhluk purba yang pekerjaannya hanya berburu dan meramu. Termasuk terowongan zaman batu yang membentang sepanjang Eropa ini.

Coba kamu buka peta Eropa, terowongan bawah tanah yang fotonya kamu lihat di atas itu, jaringannya terhubung dari Skotlandia hingga ke Turki! Arkeolog pun geleng-geleng. Sampai kini masih misteri, untuk apa mereka membuat terowongan?

Jangan buru-buru pindah halaman, Gengs! Masih ada penemuan yang mengandung misteri; di mana “11 triliun (yang kemarin) datanya di kantong saya”?

Rewrite dari brightside.me
Bahasa Tubuh yang Memberi Pesan Khusus

Menurut KBBI, bahasa tubuh adalah gerak-gerik tubuh dan wajah yang menunjukkan keinginan dan kepribadian seseorang. Oleh sebab itu tentunya ada bahasa tubuh yang memberi pesan khusus, yang jika kita ketahui, dapat membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya cowok menunduk saat berpapasan, kira-kira kenapa ya? Atau cewek yang diam saja seharian, serta masih banyak lagi contoh bahasa tubuh dan artinya. Kita bahas beberapa yuk!

Bahasa Tubuh Orang yang Memperhatikan Kita

Pernah gak sih, ketika berada di keramaian, tahu-tahu kita merasa ada yang memperhatikan? Kabarnya itu adalah insting manusia yang juga dimiliki oleh primata. Kamu percaya?

Kalau manusia dianggap punya kesamaan dengan hewan, aku mau setuju. Tapi kalau manusia dikatakan awalnya adalah hewan, aku tak sudi.

Untuk menguji kebenaran instingmu, kamu bisa memandang sekitar, terutama pada arah yang kamu curigai tempat seseorang sedang memandangimu. Lalu menguaplah!

Jika benar ada yang sedang memperhatikanmu, maka ia adalah yang turut menguap setelah melihatmu menguap. Kenapa? Karena manusia normal memiliki simpati. Salah satu cara menguji simpati adalah dengan pura-pura menguap.
Bahasa Tubuh yang Memberi Pesan Khusus

Jika orang yang melihatmu menguap ikut menguap, artinya ia normal. Jika tidak, mungkin ia berbakat psikopat. Karena seorang psikopat tak punya simpati, apalagi empati.

Jadi, kalau setelah kamu pura-pura menguap dan ternyata tidak ada yang ikut menguap, kemungkinannya ada dua; pertama, instingmu salah. Tidak ada yang memperhatikanmu di sana.

Kedua, memang ada yang sedang memperhatikanmu. Dan dia adalah seorang psikopat, atau mungkin berbakat psikopat!

Bahasa Tubuh Orang yang Menyukai Kita

Anggaplah sekian paragraf di atas hanya intermezzo, bahasa tubuh yang memberi pesan khusus lebih banyak ada di bawah ini.

Kata suka memiliki makna yang luas, tak harus berarti naksir. Bisa saja hanya bersimpati, kagum, atau sekadar penasaran. Tak perlu buru-buru baper.
Jika kamu sedang berinteraksi dengan orang lain dan ia menunjukkan bahasa tubuh berikut ini, bisa jadi ybs memang sedang tertarik padamu:
  • Tubuhnya mengarah padamu.
  • Ketika bercanda, ia menunggu reaksimu. Langsung menuju padamu lebih dari yang lain.
  • Saat melihatmu, seluruh wajahnya tersenyum. Bukan hanya bibir.
  • Ia lebih memilih duduk di sampingmu, bukan di depanmu.
  • Orang yang menyukaimu pada tataran jatuh cinta, tanpa direncanakan kerap menyalin gerak dan tingkah lakumu. Waspada, Gengs!

Bahasa Tubuh Orang yang Tidak Menyukai Kita

Bahasa tubuh yang memberi pesan khusus berikutnya adalah tentang mereka yang tidak menyukai kita. namanya juga hidup, ada yang suka ada yang enggak. Nabi aja banyak musuhnya. Setan banyak pengikutnya.
Bahasa Tubuh yang Memberi Pesan Khusus
Sekagum apa pun kamu pada seseorang, jika ia menunjukkan bahasa tubuh seperti berikut ini, lebih baik mundur. Jangan memaksakan diri, masih banyak yang bisa jadi teman atau pasanganmu!
  • Cenderung menjaga jarak ketika bertemu.
  • Sering menyilangkan tangan saat berinteraksi denganmu. Ini adalah bentuk penolakan alam bawah sadarnya.
  • Menolak kontak mata. Khusus poin ini, berlaku hanya bagi mereka yang satu jenis kelamin dengan kita ya, Gengs! Kalau beda ya wajar, mungkin dia atau mereka sedang menjaga pandangan.
  • Terlalu banyak kontak mata juga punya makna yang sama. Karena ia sedang berusaha menutupi ketidaksukaannya.
  • Perhatikan kakinya saat kalian ngobrol. Jika kakinya tidak mengarah padamu, ia sebenarnya tidak tertarik berada di situ.
Sebenarnya seiring dengan seringnya kamu bergaul, bisa ketara kok reaksi seseorang ketika suka atau tidak pada kita. Tetap berprasangka baik saja. Kalau kita tak suka mengusik orang, masa sih orang menjauhi kita.

Oh ya, masih ada dua misteri yang belum terpecahkan di awal artikel ini. Kenapa cowok menunduk saat berpapasan? Dan kenapa cewek bisa diam saja seharian? Biar gak penasaran, aku aja yang jawab.

Cowok menunduk karena dia sedang bokek. Siapa tahu ada yang sengaja buang duit kan! Cewek diam saja, biasanya karena dia sedang kesal. Biar mau ngomong lagi, gampang. Ajak aja jajan!

Disarikan dari brightside dan insider
nikah new normal

Ketika Corona masih di Wuhan, saat kreator meme sampai menteri di Indonesia meremehkan penyakit yang disebabkan 2019-nCoV (penyebutan untuk virus Corona saat itu), aku dan kawan-kawan di salah satu komunitas blogger berinisiatif menulis tentang corona, sebagai bentuk solidaritas.

Sekarang, per hari ini, korban covid-19 di Indonesia sudah mencapai 45 ribu jiwa lebih, dengan 2400-an di antaranya meninggal dunia.

Banyak yang terkena imbas pandemi ini. Dari perusahaan-perusahaan yang terpaksa mem-PHK karyawan, sampai pasangan yang sudah menetapkan tanggal nikah tapi harus diundur entah sampai kapan.

Indonesia dalam Urutan Corona

Badai pasti berlalu, itu kata lagu lama. Entah punya siapa. Eh lagu bukan sih? Pokoknya itulah. Pada akhirnya di beberapa tempat keadaan berangsur membaik. Indonesia memang belum termasuk.

Malah oleh Deep Knowledge Group, sebuah konsorsium perusahaan dan organisasi nirlaba di Hongkong, Indonesia berada di posisi 97 dari 100 negara yang diurutkan berdasarkan tingkat keamanan dari Covid-19.
nikah new normal

Dari 200 wilayah di dunia yang diteliti, Indonesia masuk kelompok 100 yang aman, “mengungguli” Kamboja, Laos, dan Bahama.

Deep Knowledge Group menggunakan 130 parameter dan 11.400 titik data, meliputi efisiensi karantina, pemantauan dan deteksi, kesiapan kesehatan, serta efisiensi pemerintah. Dari laporan mereka, Swiss ditetapkan sebagai negara teraman dari Covid-19, dan Sudan yang paling tidak aman.

Persiapan Menikah di New Normal

Menikah adalah salah satu amalan yang perlu disegerakan. Segera itu bukan buru-buru ya, Gengs! Tetap perlu persiapan, tapi gak bertele-tele. Kalau masih mau pacaran dulu bahkan sampai bertahun-tahun, biasanya malah jadi buru-buru. Iya, keburu isi. Jadi buru-buru nikah.

Yang cowok jangan senang dulu mengira nikah di tengah pandemi penuh penghematan. Sederhana bagus, pelit jangan. Ini sebenarnya momen yang tepat untuk lebih mempertimbangkan untuk apa uang tabungan yang selama ini telah disiapkan.

Misal, yang tadinya untuk bayar gedung, bisa dialihkan untuk ngontrak rumah. Jadi setelah nikah langsung pisah dari orangtua. Biasanya cepat dewasa tuh!

Sebelum menikah, pastikan kamu dan pasangan sudah terbukti bebas Corona. Caranya dengan mendaftarkan diri untuk covid test di kotamu.

Namanya juga di masa new normal, selama pandemi maupun sesudahnya, akan banyak kegiatan yang dilakukan jarak jauh. Maka untuk mendaftarkan diri ke rumah sakit, lebih aman kamu lakukan secara daring.
nikah new normal

Misalnya lewat laman halodoc.com atau dengan memasang aplikasinya di ponselmu. Dari laman maupun aplikasi halodoc, kamu dapat mendaftarkan diri sekaligus mencari informasi kesehatan terkait covid-19 atau hal lainnya.

Tak hanya untuk keperluan mendaftar tes covid-19, lewat halodoc kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter yang tergabung di sana. Yup, ini bukan laman/aplikasi abal-abal. Halodoc di-handle oleh para pakar kesehatan, jadi kamu gak bakal dapat info ngalor ngidul gaje.

Surat Edaran Kemenag Terkait Menikah di Masa Pandemi

Nah untuk melengkapi persiapanmu di new normal ini, berikut kusalin apa adanya Surat Edaran Nomor 06 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI mengenai Pelayanan Nikah Menuju Masyarakat Produktif Aman Covid.

  1. Layanan pencatatan nikah di Kantor Unasan Agama (KUA) Kecamatan dilaksanakan setiap hari kerja dengan jadwal mengikuti ketentuan sistem kerja yang telah ditetapkan;
  2. Pendaftaran nikah dapat dilakukan secara online antara lain melalui website simkah.kemenag.go.id. telepon, e-mail atau secara langsung ke KUA Kecamatan;
  3. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan angka 2 dan/atau terkait proses pendaftaran nikah, pemeriksaan nikah, dan pelaksanaan akad nikah dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan semaksimal mungkin mengurangi kontak fisik dengan petugas KUA Kecamatan;
  4. Pelaksanaan akad nikah dapat diselenggarakan di KUA atau di luar KUA;
  5. Peserta prosesi akad nikah yang dilaksanakan di KUA atau di rumah diikuti sebanyak-banyaknya 10 (sepuluh) orang;
  6. Peserta prosesi akad nikah yang dilaksanakan di Masjid atau gedung pertemuan diikuti sebanyak-banyaknya 20% dari kapasitas ruangan dan tidak boleh lebih dari 30 (tiga puluh) orang;
  7. KUA Kecamatan wajib mengatur hal-hal yang berhubungan dengan petugas, pihak calon pengantin, waktu, dan tempat agar pelaksanaan akad nikah dan protokol kesehatan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya;
  8. Dalam hal pelaksanaan akad nikah di luar KUA, Kepala KUA Kecamatan dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak terkait dan/atau aparat keamanan untuk pengendalian pelaksanaan pelayanan akad nikah dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat;
  9. Dalam hal protokol kesehatan dan/atau ketentuan pada angka 5 dan angka 6 tidak dapat terpenuhi, Penghulu wajib menolak pelayanan nikah disertai alasan penolakannya secara tertulis yang diketahui oleh aparat keamanan sebagaimana form terlampir;
  10. Kepala KUA Kecamatan melakukan koordinasi tentang rencana penerapan tatanan normal baru pelayanan nikah kepada Ketua Gugus Tugas Kecamatan;
  11. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melakukan pemantauan dan pengendalian pelaksanaan tatanan normal baru pelayanan nikah di wilayahnya masing-masing.


Sumber informasi: halodoc, merdeka, dan setkab.
Manfaat Baking Soda untuk Kecantikan

Tidak banyak yang tahu kalau baking soda ternyata tak hanya bisa digunakan untuk membuat kue. Ada pula manfaat baking soda untuk wajah, gigi, kulit, dan masih banyak lagi!

Tapi ada juga, yang belum tahu perbedaan antara baking soda dan baking powder. Kamukah itu?

Perbedaan Baking Soda dan Baking Powder

Persamaan antara baking soda dan baking powder adalah keduanya sama-sama natrium bikarbonat (NaHCO₃). Bedanya, baking powder ditambahkan bahan asam, sedangkan baking soda mengandung senyawa alkali.

Karena perbedaan utama itu, muncullah empat perbedaan lainnya yang bisa kamu lihat secara keseluruhan dari infografis di bawah ini.
Manfaat Baking Soda untuk Kecantikan

Terus kalau soda kue, apa lagi itu? Baking soda dan soda kue ibarat orang dengan nama asli dan nama panggilan. Alias sama.

Selanjutnya mari kita bahas satu per satu manfaat baking soda untuk gigi, kulit, sampai ke mesin cuci.

Manfaat Baking Soda untuk Kecantikan

Baking soda dapat membantu memutihkan gigi, mencegah plak, dan menghilangkan bau mulut. Cara penggunaannya sangat simpel. Cukup ditabur di tanganmu, lalu gunakan sebagai pasta gigi dengan terlebih dulu membasahi sikat gigimu.

Ya dicocol gitu! Atau jadikan pasta dengan mencampur baking soda dan parutan buah stroberi. Aplikasikan sebagaimana normalnya kamu menyikat gigi dengan pasta gigi biasa.

Selain bermanfaat untuk gigi, manfaat baking soda untuk kulit juga tak kalah banyak. Setelah bercukur, gunakan baking soda untuk mencegah iritasi.

Cara memutihkan ketiak dengan baking soda sangat mudah. Cukup jadikan pasta bersama air perasan jeruk, lalu pijat selama beberapa menit, kemudian bilas.

Kamu juga bisa menggunakan baking soda sebagai pengganti sampo. Fungsinya untuk membersihkan kulit kepala dan mencegah ketombe. Jerawatan atau komedo? Jadikan baking soda sebagai lulur!

Manfaat Baking Soda Selain untuk Memasak

Manfaat baking soda untuk dapur tak hanya terkait dengan pembuatan kue dan roti. Baking soda juga dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan bau di dalam kulkas, sepatu, sampai aroma hewan peliharaan yang kerap menempel pada barang-barang di rumah.

Memanggang baking soda dapat menjauhkan dapurmu dari kecoak. Untuk mengusir semut, semprotkan campuran gula bubuk dan baking soda di tempat-tempat yang biasa mereka lalui.

Dalam keadaan darurat, baking soda juga bisa digunakan untuk memadamkan api. Tentunya dengan perbandingan yang sesuai.

Cara Membersihkan Mesin Cuci dengan Baking Soda

Noda lemak, krayon, sampai noda tinta pada pakaian dapat dibersihkan menggunakan baking soda. Tambahkan pada proses pembilasan untuk meningkatkan kinerja deterjen atau pemutih pakaian.

Selain untuk membersihkan pakaian, baking soda bahkan mampu membersihkan mesin cuci. Caranya sebagai berikut:

  • Siapkan dua gelas cuka, air sekira 50 ml, dan 50 gram baking soda.
  • Campurkan baking soda dengan air, aduk.
  • Tuang campuran air dan baking soda ke wadah deterjen, lulu susulkan cuka.
  • Putar/operasikan mesin cuci sebentar.

Campuran ketiga bahan tersebut akan membersihkan sisa-sisa noda yang tertinggal di mesin cuci. Jika dilakukan satu bulan sekali, dipercaya membuat mesin cuci lebih awet dan tetap segar meski bertahun-tahun dipakai.
Penting! Begini Cara Memperbaiki Mesin Cuci yang Bocor
Sebenarnya masih panjang lagi daftar manfaat baking soda yang mungkin atau sudah kamu ketahui, tapi lupa. Baking soda dapat dipakai untuk membersihkan kompor, microwave, talenan, dll.

Untuk urusan aroma, baking soda bisa digunakan di lemari pakaian, lemari dapur, sampai ke dalam mobil, untuk menyerap aroma yang tidak enak.

Bahkan dari brightside.me kudapatkan info bahwa baking soda juga dapat menghilangkan gatal-gatal pada kulit yang terkena cacar air, hidung tersumbat, juga membersihkan hidung tersumbat.

Luar biasa kan, Gengs! Jangan lupa bagikan info penting dan berharga ini, supaya kuota internetmu tak kalah bermanfaat dari natrium bikarbonat.

Diolah dari brightside,tempo, idn, dan alodokter.