السلام عليكم
Weis, ada kemajuan sekarang. Pakai salam!

Gara-gara di salah satu platform tempatku nulis, tahu-tahu artikel berkali-kali ditolak dengan alasan yang bikin pusing.

“Ada kata/gambar/ilustrasi vulgar”. Sudah dihapus beberapa gambar, masih ditolak. Ilustrasi gak ada. Kata vulgar? Kubaca ulang seluruh kalimat. Enggak ada ah!

Eh pas kuhapus salamnya, langsung terbit! Kurang ajar gak sih? Banget. Begitulah, makanya bikin platform sendiri. Itu risiko nebeng rezeki di tempat orang.

Ya sudahlah, itu hak mereka. Yang penting di blog pribadi masih aman. Bisa jadi itu juga teguran dari Allah, karena selalu lupa nulis salam di blog sendiri.

Oke, kita beralih ke pokok permasalahan. Ini adalah artikel rewrite, yang mungkin aku adalah orang kesekian yang menulis ulangnya. Karena menurutku menarik!

Meski rewrite, insyaallah bukan plagiat dan lolos check plagiarism. Kok yakin? Karena aku (sepertinya) enggak pernah menyalin-tempel kalimat orang lain. Tulis ulang versiku adalah baca artikel yang sudah ada, pahami, lalu tulis dengan bahasa sendiri. Seperti yang berikut ini!

Awas Tertipu! 10 Benda Ini Tidak Bisa Dimakan

Teknologi terkini kian memanjakan kita. Hal-hal yang dulu rasanya tak masuk akal, sekarang bisa dilakukan dengan mudah.

Salah satunya mengambil gambar di kejauhan, dari tempat yang tak terjangkau, semua bisa dilakukan dengan drone. Penggunaan drone bahkan tidak lagi dimonopoli kalangan tertentu.

Tapi kita bukan sedang membahas drone ya, Guys! Melainkan foto tangkapannya yang bikin bergidik. Dikutip dari intisari.grid.id (16/2/20), inilah 5 di antara sekian banyak foto mengerikan yang berhasil diabadikan dengan drone.
1. Buaya raksasa di Papua Nugini ini layak disebut monster, bandingkan ukurannya dengan babi yang ada di mulutnya itu!
foto kamera drone


2. Seorang pilot drone yang ingin mengabadikan keseruannya bermain selancar justru mendapati saudaranya berada terlalu dekat dengan hiu.
foto kamera drone

3. Inilah penampakan Auschwitz dari atas. Auschwitz adalah kamp konsentrasi NAZI yang paling terkenal, letaknya di Polandia.
foto kamera drone

4. Gambar ini ditangkap tanpa sengaja oleh Bo Bridges, seorang fotografer olahraga, saat merekam temannya yang sedang bermain seluncur.
foto kamera drone


5. Diabadikan oleh salah satu kelompok ISIS ketika mereka mengeksekusi seseorang yang dianggap menghina Tuhan.
foto kamera drone

sumber foto dan berita: therichest.com

virus corona di indonesia
shutterstock

Tak kenal maka tak sayang, ini pepatah lama. Tak kenal maka ta’aruf, yang ini hasil modifikasi.
Tak tahu maka tak tertular, ini kerjaanku aja. Terkait virus yang namanya cantik tapi kelakuannya kurang ajar. Gak usah main tebak-tebakan, satu bumi tahu jawabannya: Corona.

Wabah dari Wuhan ini sudah meluas ke berbagai negara, Alhamdulillah belum ada laporan kasus Corona di Indonesia. Tapi, menurut banyak pihak di luar sana (peneliti, media, dan netijen pastinya!) virus itu sudah ada di Indonesia, tapi orang Indonesia yang enggak ngerti.
Itu analisis atau harapan sih?

Masih menurut pihak luar sana, Indonesia belum punya alat yang bisa mendeteksi virus tersebut. Apalagi melihat hubungan Indonesia-Cina yang semesra sahabat bagai kedondong, gak mungkin virus itu gak kebawa. Wong jumlah warga Cina di Indonesia meluber begini.

Menteri kesehatan jelas membantah, dengan aneka dalih yang negara punya. Media cari mana yang ramai dan menghasilkan traffic bagus. Kalau perlu panas-panasi tross, biar rating naik.

Yang paling kreatif itu warganet. Pakai celoteh lah, meme lah, pokoknya dibikin asik! Tentunya dengan sentuhan dark humor. Salah satunya seperti gambar di bawah ini.

virus corona di indonesia

Sedikit (banget) Tentang Corona

Nama panjangnya Novel Coronavirus, dikasih kode cantik 2019-nCoV. Kata para ahli ditularkan oleh ular, mirip dengan SARS di tahun 2002/2003, yang ditularkan oleh musang.

Baik ular maupun musang, dapat virus itu dari kelelawar yang mereka makan. Ya maklum kalau ular atau musang makan kelelawar. Lah manusia? Tapi yang lebih hebatnya lagi, kelelawarnya justru sehat walafiat. Mungkin banyak begadang.

Itu kelelawar … manusia gak boleh. Kalau kelelawar siang gelantungan, malam cari makan. Kalau manusia siang makan nasi, malam minum susu.

Begadang itu sesuai dengan kelelawar karena tubuh mereka sudah didesain sedemikian rupa untuk jadi makhluk nokturnal. Kalau manusia ikut begadang, maka dia sudah menyalahi sunatullah yang ada di dalam Al-Qur’an; malam istirahat siang mencari nafkah (28: 73, 6: 60, 6: 96, 25: 47, 30:23, 27: 86, 10:67, 40:61)

Itu angka apa, Mak? Al-Qur’an surah sekian ayat sekian. Supaya kamu buka mushaf untuk baca langsung. Gak usah manja!

Kalau sunatullah dilanggar, pasti ada efek buruknya. Begitu pula dengan larangan yang ada di Al-Qur’an, misalnya terkait makanan. Dan gak perlu dibahas juga tentang keharaman kelelawar.

Nanti ngeles, di Al-Qur’an gak ada kelelawar. Anjing aja enggak ada. Bahkan laptop gak ada ditulis di Al-Qur’an, jadi boleh kamu kunyah semampunya!

Beda Gejala Corona dengan Flu Biasa

Kalau badan sedang letih, biasanya kita mengalami flu ringan (pilek). Gejalanya sakit tenggorokan, hidung tersumbat, batuk, demam ringan, kadang kepala dan badan terasa sakit-sakit.

Tapi dalam lima sampai tujuh hari, bahkan beberapa orang malah lebih cepat, keadaan sudah membaik.

Beda dengan influenza yang lumayan berat. Gejala flu diikuti dengan panas tinggi, diare, menggigil, mata kering, dll. Jika tidak segera diobati, bisa memburuk jadi pneumonia.

Infeksi virus Corona menghasilkan gejala pernapasan yang umum, mirip dengan pilek dan influenza. Tapi sampai empat belas hari, gejala ini masih ada. Tak hanya memburuk jadi pneumonia, virus Corona juga bisa mengakibatkan gagal ginjal hingga kematian.

Jadi, Apa Corona Ada di Indonesia?

Aku sih menebaknya ada. Karena kalau dipikir-pikir, bener juga kata para bule. Di Singapura, Malaysia, dan beberapa negara Asia sudah ada laporan pasien Corona. Padahal iklim mereka gak jauh beda dengan kita.

Sama seperti tebakanku, pernyataan para peneliti tersebut sebenarnya bukan tuduhan (ini opini pribadi ya, kan nulisnya juga di blog pribadi. Beli domain pakai duitku sendiri).

Pernyataan mereka lebih kepada kekhawatiran (plus bumbu kritik), mengingat banyaknya jumlah warga Cina di Indonesia dan lemahnya pemerintah Indonesia terhadap tekanan Cina.

Misalnya ketika pemerintah Cina menganggap Indonesia lebay, pemerintah kita lewat jubir presiden justru buru-buru merilis pernyataan bahwa Indonesia tetap mengimpor barang-barang dari Cina kecuali hewan hidup.

virus corona di indonesia


Belum lagi pernyataan salah satu pakar HI yang bilang pemerintah melanggar HAM jika menolak WN Cina masuk Indonesia. Wah, ini sedang melamar jadi anggota BPIP sepertinya.

Meski punya dugaan begitu, aku sih berharapnya Indonesia memang betul-betul bersih dari Corona. Minimal karena kasih sayang Allah.

Sudahlah miskin, banyak penyakit, banyak bencana, sering ditipu. Masa dikasih wabah lagi.

Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Mencegah Corona?

Pertama, banyak istighfar (mohon ampun pada Allah). Karena istighfar yang diiringi dengan khauf dan raja’ (takut ditolak tapi berharap diterima) dapat menggugurkan dosa.

Berkurangnya dosa tentu membuka jalan bagi makbulnya doa. Salah satunya doa agar selalu sehat. Masuk angin dikit gak apalah, supaya tahu enaknya sehat, jadi lebih bersyukur.

Setelah doa, tentu usaha. Nah, dikutip dari berbagai sumber, berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan dalam rangka mencegah tertular flu Wuhan tersebut.
  1. Biasakan cuci tangan menggunakan sabun. Paling tidak butuh 20 detik untuk menggosok tangan, jadi bukan asal kena air.
  2. Jika bersin atau batuk, tutup mulut dan hidung dengan tisu. Buang tisu tersebut ke tempat sampah yang tertutup.
  3. Pada situasi dan kondisi yang memerlukan penggunaan masker, pakailah masker bedah. Bukan masker N95 yang lebih tepat dipakai saat terjadi kabut asap.
  4. Menjaga daya tahan tubuh. Banyak minum air putih, makan sayur, buah, dan makanan yang halal serta baik (tidak lupa basmalah). Jangan begadang kecuali terpaksa untuk hal superpenting.
  5. Jangan bepergian ke negara yang sedang terjangkit Corona. Bukan hanya Cina, 2019-nCoV juga sudah mewabah di Jepang, Korsel, Taiwan, Amerika, India dll. Serta terkonfirmasi ada di Thailand, Filipina, dan negara-negara Asia lainnya.


Semoga artikel ini bermanfaat ya, Guys!

update: 2019-nCoV diganti oleh WHO menjadi Covid-19


cerpen syarifah lestari
Photo by nurhan on Unsplash

Langit merah. Terang di mana-mana, aroma khas dan panas yang menjalar tak membuat orang-orang itu berteriak. Hanya sebagian kecil dari mereka yang sibuk dengan upaya tak seberapa. Subuh itu tidak ada azan.
Pemadam kebakaran datang setelah Masjid Istimewa tuntas jadi puing. Para petugas tertegun menatapi ekspresi datar warga sekitar. Tidak ada yang berhasil menyelamatkan barang sejumput pun harta masjid. Sepertinya memang tidak ada yang mengupayakan itu.


kebiasaan buruk pakai hp

Kalau kamu sedang kurang kerjaan, coba deh keliling kampung untuk cari orang yang enggak punya HP. Ketemu berapa?

HP memang jadi kebutuhan penting saat ini. Tapi itu hanya bagi sebagian orang. Bagi sebagian lain, HP adalah bagian dari eksistensi. Seperti gak diakui dunia kalau gak punya HP, akun medsos, dan kuota. Dhaif bangetlah!

hunian kost
ilustrasi kos elit

Kalau kamu sekolah/kuliah atau kerja di tempat yang jauh dari rumah, pilihannya tentu indekos, ngontrak, atau tinggal di rumah saudara. Yakin deh, pilihan terakhir benar-benar jadi yang terakhir dibanding lainnya.

Tinggal di rumah saudara, meski gratis, tapi banyak enggak enaknya. Gak perlu referensi sana sini, aku sendiri merasakan sekira tahun 2003 dulu. Berharap ada kost Jakarta yang cocok, apa daya gak enak hati sama keluarga di sana.