7 Fakta Tentang Dubai
Foto oleh Tom Chen diedit iluvtari

Kamu mungkin pernah dengar sepintas tentang Dubai, salah satu kota modern yang ada di Jazirah Arab. 

Melihat dari berbagai tayangan, baik itu berita, film, maupun video panjang pendek dari Youtube, nampaknya Dubai lebih mirip Eropa ketimbang Arab, ya!

Jadi gak usah heran, kalau UEA (Uni Emirat Arab), negara tempat Dubai berada, melakukan perjanjian damai dengan Israel. Anggap saja UEA adalah bocah kompleks yang nyasar ke kompleks sebelah. Salah gaul.

Uni Emirat Arab Bukan Arab Saudi 

Fakta Tentang Dubai
Dubai di Uni Emirat Arab & Mekah di Arab Saudi

O ya, Gengs. Tau kan kalau Uni Emirat Arab berbeda dengan Arab Saudi? Harus tau dong. Siapa tau suatu saat kamu backpacker-an ke Mekah. Kalau salah sebut, bisa-bisa malah dugem di UEA, bukannya umroh atau haji di Saudi.

Kalau sekadar Arab, di mata kita, Mesir pun Arab. Palestina juga Arab. Ya kan? Padahal aslinya nggak. Itu kayak menyamakan Amerika dengan Eropa. Biarpun miripnya minta ampun, tetap aja beda.

Malah Turki, negara di ujung timur Eropa yang gak mirip Eropa. Dulu sekali, zaman kamu masih di awang-awang, Turki disebut di The Sick Man of Europe, karena dianggap tertinggal dari negara-negara Eropa lainnya.

Belum lagi setelah runtuhnya kekhalifan Utsmaniyah tahun 1924, Turki berusaha setengah mati menjadikan diri mereka “lebih Eropa”. 
Mengira dengan melepaskan diri dari Islam, lalu diterima “saudara-saudaranya” sebagai sesama Eropa. Makin jadi pecundang deh!

Tapi itu dulu, Turki yang sekarang sudah jauh berbeda. Mereka bahkan lebih sehat dari banyak negara di dunia. Tapi tadi kan kita bahas UEA, bukan Turki!

Oke, balik lagi ke Dubai. Ada 7 fakta tentang Dubai yang sebenarnya gak penting juga untuk kamu ketahui. Aku cuma sedang malas cari keyword, tapi blog perlu diupdate. Kejujuran adalah koentji.

Berikut 7 fakta tentang Dubai yang bikin salah tingkah, keren tapi miris!

7 Fakta Wow Tentang Dubai 

Fakta Wow Tentang Dubai
instagram.com/humaidalbuqaish
Polisi Dubai mengendarai mobil sport

Mobil sport bukan termasuk barang supermewah di Dubai. Rata-rata orang kaya di sana memilikinya. 
Untuk menanggulangi pengendara yang ugal-ugalan, polisi harus bisa mengimbangi mereka, dengan cara … ya pakai mobil sport juga!

Hanya 23% penduduk Dubai yang merupakan warga asli

77 persen dari penduduk Dubai adalah imigran yang berasal dari Pakistan, India, dan Bangladesh. 
Meski niatnya mengubah nasib, kehidupan para perantau ini tetap tidak seberuntung pribumi yang biasa hidup mewah. Makanya, merantau itu ke Indonesia. Eh.

Orang-orang kaya Dubai biasa memelihara hewan buas

Kucing yang dipelihara warga Dubai bukan lagi jenis anggora atau persia, melainkan harimau, singa, dan cheetah. Si oyen mah lewat!
Tapi kabarnya ada aturan terbaru yang melarang warga memelihara hewan buas, apalagi langka.

The Burj Khalifa di Dubai adalah hotel termewah di dunia

Saking mewahnya, hotel ini menggunakan emas 22 karat untuk dekorasi, yang jika emas itu dipakai untuk menutup lukisan Mona Lisa, bisa menutupi hingga 46.265 kali!
Salah satu andalan hotel ini adalah restoran bawah laut. Jadi jangan heran kalau untuk sewa semalam saja, kamu harus merogoh warisan sampai 400 juta rupiah!  

Karapan unta dengan robot

Lupakan sapi dan lumpur, orang Dubai terbiasa dengan unta. Dan makin gila lagi, saat ini mereka menggunakan robot seharga $3.000 sampai $10.000 sebagai jokinya. Coba kalikan 10 ribu dengan 14 ribu, buanyak!

Ada resor ski dalam ruangan

Salju adalah sesuatu yang diimpikan orang Asia, tak terkecuali Dubai. Namanya horang kayah, apa sih yang mereka gak bisa? 
Jadilah mereka membuat resor ski dalam ruangan. Tanpa badai salju yang mengerikan, hanya kesenangan seperti dalam dongeng Eropa.

Dulu Dubai adalah kota bebas pajak

Untuk lingkungan Arab, ketiadaan pajak adalah hal yang lumrah. Agama mayoritas di Arab kan Islam. Nah dalam Islam, pajak sebagaimana yang kenal itu, tidak ada.
Yang ada jizyah, untuk orang-orang kafir yang tinggal di negeri muslim. Dikenakan jizyah sebagai perlindungan, dan karena mereka juga tidak dikenakan zakat.
Ketika sebuah negara tidak mampu menopang ekonominya, mengambil pajak dari orang-orang kaya juga dibolehkan. Lah Dubai kan isinya kebanyakan juragan, jadi pajak mah remeh!
Penetapan PPN 5% baru diberlakukan 2018 lalu oleh UEA, tapi masih ada lebih dari 100 produk kesehatan yang bebas pajak.
Meski yang kita bahas adalah Dubai, bukan berarti kota ini merupakan ibu kota negara. Nyatanya ibu kota UEA adalah Abu Dhabi. Terus kenapa yang dibahas Dubai? 

Karena Dubai dianggap kota ajaib oleh banyak masyarakat dunia. Perkembangannya yang luar biasa bikin orang-orang takjub.

Padahal perubahan drastis Dubai dari gurun gersang menjadi kota metropolitan adalah salah satu ciri akan terjadinya kiamat. Di mana mereka yang miskin tiba-tiba menjadi kaya dan saling bersaing meninggikan bangunan.

Makanya, meski indah, modern, dan segudang gelar lainnya. Kemajuan Dubai yang terlampau pesat justru membuat kita yang yakin akan datangnya kiamat, jadi cemas.

Membaca tentang Dubai, bukannya terkenang gedung pencakar langit, film, dan modernitas. Yang muncul di benak justru Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj, … kiamat, bosque!


Sumber: brightside & wikipedia

cara mencuci masker kain yang benar

Belakangan heboh lagi masalah masker ya, Gengs! Kalau beberapa bulan lalu masker mendadak langka, kehebohan sekarang adalah soal masker scuba yang katanya tidak efektif menangkal corona.

Tapi sebelum membahas lebih jauh soal macam-macam masker, kamu tau gak sih cara mencuci masker kain yang benar?

Iyap. Ketika virus corona baru nongol di Wuhan, kita kira gak bakal sampai ke Indonesia. Nyatanya hari ini virus sadis itu berhasil memorakporandakan kehidupan kita.

Hari ketika Presiden mengumumkan kasus covid-19 pertama di Indonesia (waktu itu masih bernama 2019-nCoV), aku masih santai soal masker. Terpikir sih untuk beli, tapi nanti-nantilah.
Waktu bapaknya bocah pulang dari Jawa dan aku mau jemput ke bandara, baru deh heboh. Ternyata sesorean cari masker ke sana-sini, gak ada yang jual!

Rupanya sejak Indonesia masih (dikira) 0 kasus, masker memang sudah langka. Ada yang bilang diekspor ke luar negeri. Ada yang bilang ditimbun produsen, ada juga info kalau ada pihak-pihak tertentu yang beli dalam jumlah besar memang untuk dijual lagi dengan harga tinggi.

Syukurnya, banyak yang kemudian berinisiatif membuat masker sendiri. Jadi para penimbun pun nyaho! Bahkan ada yang ngaku-ngaku mau donasi, lalu minta bantuan dana untuk membeli masker yang ia timbun sendiri. Orang jahat mah idenya banyak!

Eh balik ke topik deh, jadi bagaimana cara mencuci masker kain? 

Cara Mencuci Masker Kain Baru

Ketika baru saja membeli atau membuat masker kain, jangan langsung dipakai ya, Bos! Rendam dulu masker kain di dalam air panas, sesuai dengan toleransi kain yang dijadikan bahan masker.

Boleh direndam air panas, lalu dicuci menggunakan detergen atau sabun antibakteri. Bisa juga dicuci dulu dengan sabun antibakteri atau detergen, kemudian direbus.

Setelah direbus, maskernya jangan dimakan. Tapi bilas lagi menggunakan air mengalir dengan suhu ruang. 

Detergen yang kusebut maksudnya ya sabun untuk mencuci pakaian. Sabun antibakteri, artinya sabun apa saja yang sekiranya wajar dipakai mencuci masker kain dan mengandung bahan antibakteri.

Apa saja bahan antibakteri itu? Gak usah repot-repot, produsen sabun sudah mencantumkan klaim di kemasan; “antibakteri”. Fokus kita sekarang ke cuci mencuci, jangan nambah-nambah kerjaan dulu!

Cara Mencuci Masker Kain Menurut WHO

Cara Mencuci Masker Kain

Sebagai badan dunia yang mengurusi kesehatan, tentu banyak dari kita yang menjadikan rekomendasi WHO sebagai patokan dalam banyak hal terkait corona dan covid-19.

Sayangnya, untuk “cara mencuci masker kain”, tidak kutemukan sumber yang jelas-jelas menyebut inilah cara mencuci masker kain menurut WHO. Mending jujur kan, daripada aku nyesatin pembaca!

Kalau dicermati, sebenarnya WHO merekomendasikan masker kain lebih karena kemudahan mendapatkannya. Agar masker bedah (yang jelas lebih efektif, tapi jumlahnya terbatas) bisa dioptimalkan penggunaannya oleh tenaga medis.

Tapi dari sekian banyak sumber, yang diklaim merupakan saran para ahli, rekomendasi cara mencuci masker kain adalah sebagai berikut:
- Rendam masker dengan air panas dan detergen atau sabun antibakteri selama 5-10 menit.
- Kucek perlahan, bilas dengan air mengalir.
- Jemur di bawah sinar matahari. Jika hari mendung, keringkan dengan mesin pengering yang suhunya bisa diatur (pilih suhu tinggi).

Ada pula versi lain:
- Rebus masker selama 1 menit.
- Kucek masker selama 1 menit lagi bersama larutan klorin 0,1%.
- Bilas dengan air mengalir.
- Jemur di bawah sinar matahari atau keringkan dengan oven bersih pada suhu 70 derajat celsius.

Versi berikutnya:
- Rendam masker dengan detergen atau sabun antibakteri.
- Kucek pelan, bilas dengan air mengalir.
- Jemur, lalu setrika.
Aku gak beropini ya, hanya mengumpulkan informasi dari banyak sumber. Kamu pilih yang mana, semua terserah kenyamananmu saja.

Cara Mencuci Masker Kain Menurut Kemenkes

Lucunya, setelah cari-cari “cara mencuci masker kain menurut WHO” gak ketemu, kucari “cara mencuci masker kain menurut Kemenkes”, dapatlah poster di bawah ini.

cara mencuci masker kain yang benar

Apa yang lucu? Ternyata rekomendasi WHO, tapi tertutup klaim Kemenkes. Gak sih, tepatnya barangkali bukan klaim. Tapi dasar Google-nya aja yang salah paham. 

Namun dari versi mana pun, baik yang kubuatkan daftarnya di atas maupun dari gambar Kemenkes, kesimpulannya hal terpenting dalam mencuci masker kain adalah:
1. Rendam menggunakan sabun/detergen.
2. Mengucek tidak boleh terlalu keras, bisa menurunkan kemampuan kain menahan droplet.
3. Paparkan suhu panas pada masker. Bisa lewat proses perendaman, jemur, atau setrika.

Khusus urusan menjemur, aku punya pengalaman pribadi yang gak enak. Sebelum menjemur, pastikan tetangga atau kamu sendiri tidak sedang membakar sampah.

Sebab asap pembakaran akan sangat mudah menempel pada masker. Kebayang kan pakai masker yang “dihinggapi” partikel hasil pembakaran? Sudah bau, beracun lagi. 

Selain itu, pastikan pula sisa detergen atau klorin (kalau kamu menggunakannya) sudah tersapu bersih. Bahan kimia pada keduanya tentu berbahaya jika terhirup setiap hari.

Jangan berpikir meniadakan penggunaan detergen/sabun untuk merendam atau mencuci masker, ya. Sudah virusnya gak hilang, maskermu dijamin berbau amis! 

Yang Perlu Diperhatikan Ketika Menggunakan Masker Kain

Keunggulan penggunaan masker kain dibanding masker bedah atau masker lainnya bukan hanya pada nilai ekonomisnya. Tapi juga penyelamatan lingkungan, yakni meminimalisir sampah masker.

Bukan berarti dengan mengenakan masker kain kamu tak perlu gonta-ganti masker, sebagaimana jika mengenakan masker bedah. Untuk satu orang, setidaknya dibutuhkan 3 masker kain untuk digunakan bergantian.

Bukan orangnya yang gantian, tapi maskernya diganti-ganti oleh orang yang sama. Maksimal penggunaan masker kain adalah 4 jam.

Jadi ketika yang satu dipakai, satu lagi sedang dicuci, sisanya disimpan. Segera cuci masker setelah digunakan. Jangan gunakan masker secara berulang-ulang sebelum dicuci. Bau juga kan!

Selain perkara jumlah, berikut hal lain yang perlu kamu perhatikan terkait penggunaan masker kain:

1. Dilapisi tisu.

Berdasarkan rekomendasi WHO, masker kain yang aman adalah yang terdiri dari 3 lapisan. Jadi upayakan membeli atau membuat masker yang memiliki ruang untuk kamu menyisipkan tisu di tengahnya.
Kain bagian luar, tisu, kain bagian dalam. Total tiga lapis.

2. Tidak sembarangan.

Kamu mungkin sesekali membuka masker, entah pengap atau karena alasan lain. Tapi please, jangan karena tak enak hati ya! Kalau sudah terinfeksi, tinggal menyesalnya.
Pastikan bagian dalam masker tetap aman, tidak justru mengarah keluar. Karena upayamu menutup mulut dan hidung akan sia-sia karena pada masa itu masker sudah terkontaminasi. Virus sudah menempel di bagian dalam masker, lalu masker tersebut kamu tempel kembali ke wajah. Ketawa corona!
Buka masker dari sisi atau talinya. Jangan menyentuh bagian depan, apalagi lapisan dalam. Karena tanganmu rawan virus dan bakteri.

3. Ganti masker.

Selain mengganti masker setelah 4 jam penggunaan, ganti pula maskermu yang sudah tidak layak pakai. Tak layak pakai bukan karena warnanya pudar, tapi ketika terjadi perubahan dari tekstur kain masker. Sebab perubahan tersebut menunjukkan berkurangnya kemampuan masker memblokir droplet.
Kita memakai masker untuk menghindari penularan virus, baik dari kita ke orang lain, atau dari orang lain ke kita. Artinya, kalau masker yang digunakan sudah “tak berdaya”, maka yang kita lakukan hanya kesia-siaan.

4. Tidak 100% aman.

Sebagus apa pun maskermu, tidak menjamin keamanan dari virus sampai 100%. Katun sebagai bahan terbaik untuk membuat masker kain hanya mampu menahan 90% partikel besar dan 24-29% partikel kecil.
Apalagi masker scuba dan buff yang hanya satu lapis, serta terbuat dari bahan nonkatun. Tau kan kalau dua jenis masker ini dilarang oleh pengelola fasilitas publik? Sebab efektivitas keduanya tidak lebih dari 5% saja.
Jadi apa yang paling aman?  Gunakan masker, jaga jarak, tak usah keluar rumah jika tidak terlalu penting. Satu lagi, rajin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir!
Menggunakan masker dan segala upaya lainnya hanyalah ikhtiar kita sebagai manusia. Jangan lupa melengkapi ikhtiar dengan doa, bukan untuk diri sendiri tapi seluruh manusia di Bumi.

Semoga pandemi ini segera usai. Berharap tahun depan, kalau perlu bulan depan, artikel cara mencuci masker kain ini tidak diperlukan lagi. Karena kita sudah bebas dari covid. Dah, aminin aja! 


Referensi: halodoc, kompas sains, kompas health, dan alodokter.

Ciri ciri orang bohong

Allan Pease, Lillian Glass, dan beberapa psikolog lainnya telah menganalisis gestur orang-orang saat berinteraksi. Ciri-ciri orang bohong bisa terlihat dari gerak-gerik yang tak bisa mereka tahan.

Namanya juga bahasa tubuh ya, Gengs, biasanya refleks saja terjadinya. Meskipun oleh orang yang terlalu lihai, bisa jadi ia menahan diri untuk tidak melakukan 12 hal di bawah ini.

Bahkan ada orang yang berani sumpah Al-Qur’an tapi bohong juga. Ya emang sih, Al-Qur’an kan bukan alat pendeteksi kebohongan, ataupun stempel jaminan seseorang tidak berbohong.

Dikutip dari brightside (23/2/19), hanya dalam beberapa detik kamu dapat menemukan pembohong di antara teman-temanmu. Para istri yang cari tau ciri-ciri suami bohong juga bisa cek di sini.

Etapi, kan yang suka bohong bukan cuma laki-laki. Ya sudah deh, inilah tanda yang menunjukkan, seseorang sedang membohongimu.
ciri ciri orang bohong

1. Menjilat dan menggigit bibir

Orang yang sedang berbohong mengalami kesulitan bicara, karena sistem saraf otonom yang ditekan mengakibatkan penurunan produksi air liur. Mereka cenderung menjilat dan menggigit bibir karena mulutnya kering.
Jadi untuk tes pertama mengetahui ciri-ciri orang bohong, jangan lupa menyiapkan air minum! Tau dong bedanya orang haus beneran dengan haus karena stres.

2. Menahan bahu dan dagu

Berbohong pada dasarnya membuat orang merasa tidak nyaman, jadi beberapa di antara mereka menahan bahu dan atau dagunya agar tetap mengarah ke atas. Dengan begitu mereka merasa lebih kuat.
Baca juga: 10 Bahasa Tubuh Tanda Orang Tak Nyaman denganmu

3. Menjaga mata tetap terbuka lebar

Sudah jadi rahasia umum bahwa orang yang berbohong acap kali tak mampu melakukan kontak mata. Mengetahui hal ini, pembohong melakukan kebalikannya, yaitu dengan menahan mata agar tetap terbuka untuk meyakinkan lawan bicara bahwa ia tidak berbohong.
Cara mengetahui orang tersebut bohong, bisa kamu lihat dari kekuatan otot matanya. Akan nampak “jejak-jejak usaha” bahwa ia sedang melakukan sebuah pemaksaan.

4. Membatasi gerakan

Sama seperti poin 3, para pembohong juga mempelajari ilmu psikologi. Sehingga mereka tahu, banyak gerak dapat membuat seseorang lepas kontrol dan ketahuan. Jadi mereka melakukan kebalikannya.
Baik kamunya sendiri doyan bohong atau korban kebohongan, biasanya tetap bisa menemukan bedanya dari rileks atau tidak gestur orang tersebut.

5. Mengarahkan telunjuk ke lawan bicara

Saat terdesak, orang yang berbohong mungkin akan memanipulasi ekspresi menjadi kemarahan, untuk meyakinkan bahwa ia bersungguh-sungguh. Jangan khawatir, ini hanya gertak sambal.

6. Memiringkan kepala

Terkesan ramah, tapi ini adalah sebuah insting yang memengaruhi lawan bicara untuk lebih toleran padanya. Seperti sebuah bujukan, “jangan tanya itu”, karena ia merasa tidak nyaman atau ada yang sedang disembunyikan.
Jadi untuk mengetahui ciri ciri orang bohong, kamu harus punya mental yang kuat. Tak mudah gentar untuk mengantisipasi poin 5, dan tak terlalu lembek untuk menangkal poin 6.
Baca juga: Bahasa Tubuh yang Memberi Pesan Khusus

7. Menarik kerah dan menyentuh leher

Seolah tengah berpikir, orang yang sedang berbohong secara spontan sering kali mengusap leher mereka. Kadang kala juga memperbaiki kerah untuk melonggarkan pernapasan. Kedua hal itu dilakukan semata-mata untuk menyamankan hatinya.
Karena secara fitrah, manusia itu kan suka kebaikan. Sedangkan bohong bukan termasuk di antaranya, meski ada sedikit pengecualian yang kamu pun sudah mengetahuinya.

8. Menutup bagian tubuh yang rentan

Sistem saraf otonom mengirim sinyal ke dada, perut, dan pangkal paha saat kita merasa khawatir. Orang yang sedang berbohong tanpa disadari menutupi tiga bagian ini saat bicara. Itu menandakan kekhawatiran mereka jika kebohongannya diketahui orang lain.

9. Berpegangan pada benda

Tindakan alami ini diakibatkan perasaan rentan dan berharap dirinya menjadi stabil. Orang gugup memang membutuhkan benda untuk meredam kegugupannya, tapi tidak lebih lama daripada orang berbohong.

10. Memperbaiki penampilan

Hal ini lebih banyak dilakukan ciwi ciwi. Jika ia mendapatkan pertanyaan yang membuatnya tidak nyaman, ia akan menyibukkan diri dengan merapikan rambut, memperbaiki kosmetik di sekitar mata, dll.
Mungkin karena cowok kan bisa memperbaiki genteng, TV, … jadi punya banyak pilihan. Halah.
Baca juga: 10 Trik Psikologi Sehari-hari, Dijamin Faedah!

11. Agak berpaling

Jika kita berbicara dengan orang lain, dan orang itu mengalihkan arah tubuhnya, berarti ia sedang tidak ingin ngobrol atau tidak nyaman dengan topik pembicaraan.
Namun jika ia yang aktif bicara tapi menampilkan gestur tubuh tidak menghadap pada lawan bicara, artinya ia sedang berbohong. Kau yang bicara kau yang buang badan, kan ngelawak!

12. Menyilang jari saat jabat tangan

Yang ini mungkin tidak terlalu ketara. Tapi kalau kamu mendapati orang yang menyilang jari saat berjabat tangan, hampir pasti ia telah membohongimu.

Sayangnya dari 12 bahasa tubuh di atas kita tidak bisa mengetahui ciri-ciri orang bohong di chat. Untungnya untuk kasus via telepon, masih ada harapan.

Orang yang berbohong cenderung memelankan suaranya di akhir kata, atau membuat ucapannya agak tersamar. Secara umum mereka seolah tidak mampu menyelesaikan apa yang mereka katakan.

Kalau kamu membaca ciri-ciri orang bohong di blog ini atau di artikel mana pun untuk meningkatkan kemampuan berbohongmu, percaya deh, yang namanya kebohongan suatu saat pasti terungkap. Dijamin!
ciri ciri orang bohong


cerpen bahasa indonesia singkat

Cerpen bahasa Indonesia singkat. Cerpen yang dikirim Aviel Ardi Ferdinand dari Bali ke surel iluvtari. Lolos untuk diterbitkan karena ... simak dulu ceritanya!

Apa yang Ada di Dalam Boneka?

Aku Ial , 17 tahun. Salamku bagi kalian yang membaca ini.
Maukah kalian meluangkan sedikit waktu untuk mendengarkan cerita yang akan kusampaikan ini? Cerita tentang seorang perajin boneka. 
Tapi apakah hanya begitu? Bukankah terlalu biasa kedengarannya? 
Kisah ini berasal dari situs peninggalan di kota tua bernama “Endless”. Tempat itu tak memiliki banyak pengunjung. 
Penyebabnya tidak lain adalah karena tidak banyak yang tahu akan kota ini. Bahkan jika kalian melihat di peta seluruh dunia, kalian tidak akan menemukannya. 
Kau bertanya mengapa aku tau tentang kota ini? Yah, gampang saja. Karena aku berasal dari sana.,
kota itu tak memiliki banyak penduduk. Pekerjaan para penduduknya sendiri masih dipenuhi misteri.
Aku bekerja sebagai story teller, tapi aku di sini bukan untuk menceritakan pekerjaanku. Duduk dengan tenang, dan dengarlah ceritaku ….

Suatu ketika ada seorang gadis muda datang dari arah gerbang masuk kota ini. Dia berjalan sempoyongan dan tampak linglung, lalu pingsan. 
Beberapa saat kemudian, di samping pintu masuk gerbang itu, seseorang datang menghampirinya dan membawa dia ke tabib di kota itu. 
Tabib itu berkata bahwa si gadis muda mengalami anemia dan gegar otak ringan. Tabib mengatakan, ketika si gadis sudah sadar, segeralah bawa dia ke rumah agar dapat beristirahat.
Orang misterius mengikuti apa kata tabib itu, lalu membayar semua biaya perawatannya. 
Sang gadis lalu tersadar. Orang misterius kemudian menjelaskan apa yang terjadi, dan mengajak gadis muda untuk menginap di rumahnya malam itu.
Gadis muda yg tak punya pilihan lain menyetujuinya. Lalu katanya, “’Cossete’, panggil aku dengan nama itu.”
Orang itu juga memperkenalkan dirinya. Namanya adalah Aoura. 
Sesampainya di rumah Aoura, Cossete melihat banyak sekali boneka. Bahkan boneka-boneka itu hampir memenuhi seluruh ruangan rumah itu. 
Aoura memberitahu bahwa ia bekerja sebagai perajin boneka. Kemudian Aoura menempatkan Cossete di sebuah kamar.
Kamar itu tampak meyeramkan, hanya ada warna ungu dan hitam. Tapi sepertinya Cossete tidak memikirkan hal yang buruk tentang Aoura. Terlebih lagi bagi Cossete, Aoura sudah menjadi penyelamat hidupnya
Lalu Aoura pergi meninggalkan Cossete sendiri di kamar itu.
cerpen bahasa indonesia singkat
Tetapi malam itu Cossete tidak bisa tidur, dia terganggu akan suara misterius yang ada di sekitar rumah. 
Malam itu ia memutuskan untuk pergi berkeliling, mencari tau asal suara itu. Suara “tak tak tak”, seperti orang yang sedang bekerja. Kadang berubah “klak klak klak”, seperti langkah kaki. 
Di ujung ruangan rumah itu, tampak pintu yang terbuka sedikit. Cossete perlahan mendekat dan mengintip lewat celah pintu. 
Ia melihat sebuah boneka berukuran sebesar dirinya, yang begitu mirip dengannya. Tapi boneka itu memiliki dua warna mata yang berbeda.
Aoura tampak begitu serius mengerjakannya, sambil bergumam, “Sedikit lagi … sedikit lagi, pasti selesai. Kali ini pasti!” sambil tertawa. 
Itu terdengar sangat menakutkan bagi Cossete. Beberapa saat setelah itu, ia melihat cahaya putih melayang lalu masuk ke dalam tubuh boneka itu, lalu terdengar bunyi “KRATAK KRATAK”. 

Boneka itu mulai bergerak sendiri.
Cossete yang melihat hal itu menjadi khawatir. Dia merasa hal buruk akan menimpa dirinya. Dalam benaknya, Cossete berpikir apa yang menyebabkan boneka itu bisa bergerak? 
Satu hal yang dia ingat, sebelum cahaya itu datang, Aoura menggambarkan lambang ankh pada leher boneka itu. Cossete kemudian mengingat beberapa hal yang dulu pernah ia pelajari selama perjalanannya. 
Ankh adalah suatu simbol sakral yang pada zaman kuno memiliki arti kehidupan. Cossete juga ingat bahwa seluruh boneka yang ia lihat di rumah itu memiliki lambang tersebut.
Cerpen Bahasa Indonesia Singkat


Cossete mulai terdiam, raut wajahnya berubah ketakutan. Aoura sedang melalukan hal yang tabu, aku dalam bahaya. Jika begini terus aku pasti akan mati! Jiwa yang dipanggil dari alam lain harus dibayar dengan jiwa juga. Aku bisa jadi tumbal untuk boneka itu, aku harus pergi! Katanya dalam hati.
Tak lama kemudian, Cossete mendengar lagi suara langkah kaki tadi. 
KLAK KLAK KLAK.
Tapi kali ini berbeda, suara langkah itu bukanlah suara langkah sepasang kaki saja. tapi suara dari banyak pasang kaki yang mendekat ke arahnya. Ia tak sanggup memalingkan tubuhnya, apalagi untuk menggerakan tangan dan kaki. 
Kemudian terdengar suara dari seluruh ruangan itu, ”Mau ke mana kamu?” diiringi suara tawa dari para boneka.
Lalu boneka-boneka itu menangkap Cossete dan mengikat tangan serta kakinya. Mereka juga menyumpal mulut Cossete dengan kain. Para boneka lalu membawanya kepada Aoura 
Aoura berkata, “Selamat malam, wahai boneka kecilku!” 
Tanpa menunggu lama, Aoura membacakan mantra, lalu menggambarkan lambang ankh itu pada Cossete sembari berteriak, “TUMBAL NYA SUDAH DI SINI!” 
Clangkk! Seperti suara kaca pecah, seketika seluruh indra pada tubuh Cossete mulai tidak berfungsi. 
Ketika ia sadar, gadis muda Cossete sedang duduk memandang perapian. Bersama boneka lainnya.

# U L A S A N

Cerpen singkat berjudul “Apa yang Ada di Dalam Boneka?” di atas mendarat pada 28 Agustus 2020. Maaf nih, ketikannya acak-acakan (kayaknya diketik dari HP), EBI jangan ditanya deh! Lah kok lolos?

Karena menurutku ceritanya menarik, dan pendek. Jadi mudah ngeditnya. Kalau panjang ya mual, Bambank!

Cerpen tersebut adalah cerpen singkat tentang kehidupan di antah berantah. Gak ada informasi penting di sana, hikmahnya juga mungkin minimalis. Tapi sangat menghibur kan?

Judulnya termasuk contoh judul cerpen yang nggak banget. Tapi aku sedang gak ada ide untuk mengubahnya, terserah si Aviel aja.

Nah, kalau kamu masih minat mengirim cerpen ke iluvtari, gak usah ragu. Aku gak minta yang muluk-muluk kok. Pokoknya simpel dan menarik. Seperti cerpen bahasa Indonesia singkat di atas. Selamat berkarya! 
Aku pernah masuk tim penyusun buku mulok sebelum covid menjajah Bumi. Tapi bukan pandemi yang membuat semuanya berantakan. Aku juga gak tau apanya yang salah. Gak penting buat dibahas.
Yang penting tulisan yang sudah kuramu sedemikian rupa, cari referensi sana-sini, jangan sampai dicolong lagi seperti sekian banyak artikelku di UC. Jadi dalam rangka menyelamatkan hak cipta, kupajang di sini saja ya!

DAFTAR ISI:
  1. Kota Jambi
  2. Kerajaan Melayu Jambi
  3. Rumah Adat
  4. Danau Sipin
  5. Sungai Batanghari dan Suku yang Ada di Kota Jambi
sejarah dan semua tentang jambi
wikipedia

Kota Jambi

Kota Jambi adalah ibu kota dari Provinsi Jambi, yang luasnya sekira 205,43 km² atau 0,41% dari luas total Provinsi Jambi (BPS, 2018). Sedikitnya ada tiga versi yang menyebutkan asal-usul penyebutan kata “jambi” untuk kota dan provinsi ini.

Pertama. Kata jambi berasal dari "jambe" yang berarti pinang. Di masa lalu, orang-orang di Pulau Jawa menyebut wilayah ini dengan jambe, karena Jambi saat itu dipimpin oleh seorang putri bernama Putri Selaro “Pinang” Masak. Ada pula yang mengaitkannya dengan pohon pinang yang banyak terdapat di Jambi sejak dulu hingga sekarang.

Kedua. Kata jambi diambil dari bahasa Arab. Menurut buku sejarah De Oudste Geschiedenis van de Archipel, Kerajaan Melayu Jambi merupakan pelabuhan dagang yang ramai pada abad VII sampai abad XIII. Banyak kapal dagang yang datang ke sini, termasuk dari Arab dan Mesir. Kedekatan pedagang Arab dengan masyarakat setempat membuat orang-orang Arab menyebut wilayah ini dengan istilah jambi, yang dalam huruf Arab ditulis جَنْبِ, artinya “sahabat karib”. 

Ketiga. Kata jambi berasal dari Chan-pi. Berita Cina Ling Pio Lui pada abad IX menyebutkan adanya utusan dagang dari Chan-pi ke Cina. Menurut sejarawan Slamet Muljana, yang dimaksud dengan Chan-pi adalah Jambi. 
sejarah nama jambi
Gentala Arasy, ikon Provinsi Jambi
Orang Kayo Hitam, anak ketiga dari Putri Selaro Pinang Masak dan Datuk Paduko Berhala melakukan perjalanan dipandu sepasang angsa yang kemudian singgah di sebuah tempat. Inilah asal-usul disebutnya Kota Jambi dengan istilah Tanah Pilih, dan dua ekor angsa (Angso Duo) sebagai simbol.

Tanah pilih yang ditemukan sepasang angsa itu diperkirakan berada di sekitar kantor gubernur di Telanaipura sekarang. Versi lain menyebutkan, Masjid Agung Al Falah adalah lokasi di mana sepasang angsa itu berhenti.  

Pada masa kemerdekaan tahun 1945, berdasarkan berita RI Tahun II No. 07 hal 18, Indonesia memiliki 8 provinsi. Di antaranya adalah Provinsi Sumatra. Satu  tahun kemudian, Sumatra dibagi menjadi tiga sub; Sub Provinsi Sumatra Utara, Sub Provinsi Sumatra Tengah, dan Sub Provinsi Sumatra Selatan. Jambi masuk dalam Sub Provinsi Sumatra Tengah.

Pada tahun 1958, Keresidenan Jambi dikukuhkan menjadi Provinsi Jambi melalui Undang-Undang Nomor 19. Sedangkan Kota Jambi sendiri telah berstatus Kota Besar sejak tanggal 17 Mei 1946 melalui Ketetapan Gubernur Sumatra No. 103 tahun 1946.

Istilah Kota Besar kemudian diubah menjadi Kota Praja (1948), menjadi Kota Madya (1965), dan sejak 1999, disebut Pemerintah Kota Jambi sampai sekarang. Tanggal 17 Mei 1946 ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Jambi, meskipun baru pada 6 Januari 1957 resmi menjadi ibu kota Provinsi Jambi. 

Kerajaan Melayu Jambi

Dahulu Sumatra adalah Kerajaan Melayu, dan Jambi termasuk di dalamnya. Ketika Kerajaan Melayu ditaklukkan, dua orang putri Melayu bernama Dara Petak dan Dara Jingga dibawa ke Jawa dan diperistri oleh pembesar dan raja Majapahit.

Dara Jingga menikah dengan Adwayawarman, seorang pembesar di Kerajaan Majapahit. Dalam keadaan hamil, Dara Jingga kembali ke Kerajaan Melayu dan melahirkan anak yang diberi nama Adityawarman

Setelah dewasa, Adityawarman dinobatkan sebagai Raja Melayu hingga tahun 1376. Setelah ia wafat, Adityawarman digantikan anaknya, Maharaja Mauli (Ananggawarman).

Pada masa pemerintahan Maharaja Mauli, terjadi pemberontakan oleh Kerajaan Pagarruyung terhadap Majapahit. Pada awal abad XV, salah seorang keturunan Adityawarman yang saat itu tengah berada di Pagarruyung pulang kembali ke Jambi. 

Kerajaan Melayu pecah mejadi dua, Luhaknanbapangulu (Pagarruyung) ke Minangkabau, sedangkan Alam Nan Berajo (Jambi) tetap menjadi Kerajaan Melayu.

Keturunan Adityawarman yang kembali ke Kerajaan Melayu itu bernama Putri Selaro Pinang Masak. Saat ia kembali, Kerajaan Melayu dipimpin oleh Tan Talani atau Tun Telanai. Setelah Tan Talani wafat, Putri Selaro Pinang Masak menggantikannya dan berkedudukan di Ujung Jabung (1460-1480).

Putri Selaro Pinang Masak menikah dengan Ahmad Barrus II, sebagian sejarawan menulis Ahmad Salim, digelari Datuk Paduko Berhala, yang konon berasal dari Turki. Dari pernikahan mereka lahirlah tiga orang putra; Orang Kayo Pingai, Orang Kayo Pedataran, Orang Kayo Hitam, dan satu putri; Orang Kayo Gemuk.

Orang Kayo Hitam

Orang Kayo Hitam adalah putra dari Datuk Paduko Berhala dan Putri Selaro Pinang Masak. Ketika Orang Kayo Pingai menjadi raja, Orang Kayo Hitam sangat keberatan melihat Kerajaan Jambi yang setiap tahun harus mengirim upeti kepada Mataram.

Menurutnya Kerajaan Jambi adalah negeri yang berdaulat tanpa perlu tunduk pada siapa pun. Selain memprotes di hadapan petinggi kerajaan, Orang Kayo Hitam juga menghadang langsung iring-iringan yang hendak mengantar upeti dari Jambi ke Mataram.

Penghentian upeti ini membuat Raja Mataram murka, ia berniat membunuh Orang Kayo Hitam karena dianggap telah memberontak. Penasihat Raja Mataram mengabarkan bahwa Orang Kayo Hitam adalah orang sakti yang tidak mudah dikalahkan. Maka atas perintah Raja Mataram, dibuatlah sebuah keris yang diharapkan mampu meredam kesaktian Orang Kayo Hitam.

Keris itu ditempa dari bermacam-macam logam, disepuh air dari berbagai muara, dan dikerjakan selama 40 Jumat.

Ternyata kabar tersebut sampai pula ke telinga Orang Kayo Hitam. Dengan menyamar sebagai pedagang, ia pergi ke Mataram untuk mencari empu yang membuat keris pesanan Raja Mataram.

Setelah berhasil menemukan orang yang sedang mengerjakan keris yang akan dipakai untuk membunuhnya, Orang Kayo Hitam merebut keris itu dan menggunakannya untuk membunuh sang empu. Orang Kayo Hitam juga berhasil mengalahkan prajurit kerajaan yang hendak menangkapnya.

Raja Mataram menyadari bahwa Orang Kayo Hitam bukan orang sembarangan. Maka ia mengajak Orang Kayo Hitam untuk berdamai. Keris yang sedianya dipakai untuk membunuh Orang Kayo Hitam justru dihadiahkan kepadanya. 

Kelak, keris yang dinamakan Siginjai ini menjadi lambang kesultanan Jambi. Barang siapa yang menguasai Keris Siginjai, dialah yang berhak menjadi raja Jambi.

Orang Kayo Hitam menjadi raja pada tahun 1500, setelah menggantikan saudaranya. Ia melakukan perjalanan bersama istrinya, Mayang Mangurai, dipandu sepasang angsa atas petunjuk mertuanya, Temenggung Merah Mato dari Air Hitam Pauh.

Orang Kayo Hitam dan Mayang Mangurai menyusuri Sungai Batanghari menggunakan Perahu Kajang Lako. Sesuai amanah Temenggung Merah Mato, Orang Kayo Hitam berhenti di sebuah tempat di mana sepasang angsa yang memandu mereka berhenti dan mandi tanah di sana.

Tempat baru itu disebut Tanah Pilih. Orang Kayo Hitam kemudian memindahkan pusat pemerintahannya ke Tanah Pilih ini, yang sekarang posisinya adalah Masjid Agung Al Falah, biasa dijuluki Masjid Seribu Tiang.

Sejak memerintah, Orang Kayo Hitam segera merombak beberapa aturan kerajaan yang semula bernuansa Hindu-Budha, diganti menjadi lebih islami. Inilah yang kemudian menjadi slogan Adat Bersendikan Syara’, Syara’ Bersendikan Kitabullah.  

Sultan Thaha Saifuddin

Sultan Thaha Saifuddin adalah keturunan Orang Kayo Hitam, dan merupakan sultan Jambi yang terakhir. Ayahnya bernama Sultan Muhammad Fakhrudin.

Sultan Thaha lahir dengan nama Raden Thaha Ningrat (versi lain menyebutkan Ratu Jaya Ningrat) di Keraton Tanah Pilih, Kampung Gedang Jambi, tahun 1816. Beliau pernah belajar dan tinggal di Aceh selama dua tahun. Gelar “Saifuddin” didapatkan Raden Thaha saat upacara pelepasan ketika pulang dari sana. Saifuddin berarti pedang agama. 

Setelah Raden Thaha Saifuddin diangkat menjadi sultan, beliau langsung meninjau ulang perjanjian para pendahulunya dengan Belanda.

Awalnya Belanda datang ke Jambi dengan tujuan dagang, sama seperti utusan dagang lainnya. Tapi lama kelamaan Belanda memonopoli perdagangan dan mencampuri urusan kesultanan di Jambi.

Dua kapal dagang Belanda pertama kali tiba di Jambi pada tahun 1615, namanya Wapen Van Amsterdam dan Middel Burg di bawah pimpinan Abraham Sterek. Setelah mendapat izin tinggal di Muara Kumpeh, mereka mulai melakukan pendekatan kepada para pembesar kesultanan dan membuat perjanjian dengan saudagar-saudagar Cina.

Pada tahun 1616, Belanda mendapat izin mendirikan loji dari Sultan Abdul Kahar, sultan Jambi pada masa itu. Loji yang semula adalah kantor dagang, pada akhirnya berubah menjadi benteng.

Melihat penderitaan rakyatnya akibat keserakahan Belanda, Sultan Thaha Saifuddin membatalkan semua perjanjian antara kesultanan Jambi dengan Belanda. Hal ini membuat Belanda murka dan melakukan penyerangan. 

Pada tanggal 25 September 1858, datanglah 30 kapal perang dengan 800 pasukan Belanda ke Muara Kumpeh. Terjadi pertempuran selama dua hari dua malam. Kapal Perang Houtman milik Belanda berhasil ditenggelamkan oleh pasukan sultan. 

Karena kalah persenjataan, diam-diam Sultan Thaha Saifuddin mengosongkan Istana Jambi dan mundur ke Muara Tembesi. Di tempat ini dibuatlah pemerintahan baru sebagai pusat perjuangan melawan Belanda. 

Sepeninggal Sultan Thaha Saifuddin, Belanda mengangkat pamannya, Penembahan Prabu, sebagai Sultan Jambi. Hal ini bertujuan untuk memecah belah keluarga kesultanan dan mengadu domba rakyat Jambi. 

Tapi pengaruh Sultan Thaha Saifuddin terlalu kuat, rakyat tidak menganggap Penembahan Prabu sebagai sultan mereka. Apalagi Keris Siginjai, yang merupakan lambang kesultanan, masih berada di tangan Sultan Thaha Saifuddin.

Selama hidupnya, Sultan Thaha Saifuddin tidak pernah mau berkompromi dengan Belanda. Ia tidak pernah lunak dalam menghadapi penjajah. Berkali-kali Belanda menawarkan perundingan, selalu beliau tolak. Sebab dari semua perjanjian yang dibuat oleh Belanda, selalu hanya menguntungkan pihak mereka.

Belanda menjanjikan uang yang banyak untuk Sultan, dengan imbalan pengakuan bahwa Jambi adalah milik Belanda, dan ketundukan Sultan terhadap Pemerintah Hindia Belanda. Sultan Thaha Saifuddin bukanlah orang yang mementingkan diri sendiri. Ia berjuang untuk agama dan rakyatnya. Itulah yang membuat Sultan Thaha sangat dicintai oleh rakyat Jambi.

Sampai akhir hayatnya, Sultan Thaha Saifuddin terus berjuang untuk melepaskan Jambi dari penjajahan Belanda. Ada banyak versi mengenai bagaimana wafatnya Sultan Thaha dan di mana beliau dimakamkan. 

Tapi yang paling populer dan diakui pemerintah adalah, Sultan Thaha Saifuddin wafat di Dusun Sungai Aro dan dimakamkan di Muaro Tebo pada bulan April 1904.  

Rumah Adat

rumah adat jambi
Karena lokasinya di gubernuran, sepertinya ini rumah adat provinsi, bukan kota
Rumah adat Kota Jambi disebut Rumah Panggung. Sesuai dengan namanya, rumah ini ditopang oleh tiang-tiang. Panjang tiang sekira 1,5 meter, terbuat dari kayu bulian dan kayu tembesi yang terkenal kuat dan tahan lama.

Biasanya rumah panggung terdiri dari 8 ruangan:
1. Jogan, tempat istirahat dan menaruh air.
2. Serambi depan, ruang tamu atau ruang mengaji laki-laki.
3. Serambi dalam, tempat tidur anak laki-laki.
4. Amben melintang, kamar pasangan suami istri.
5. Serambi belakang, kamar anak perempuan.
6. Laren, ruang tamu dan kegiatan perempuan.
7. Garang, tempat menumbuk padi dan menampung air.
8. Dapur.

Pada rumah panggung yang lebih besar, terdapat ruang Tengganai, yaitu ruang berkumpulnya keluarga besar, dan pertemuan ninik mamak (para tetua).

Di wilayah Jambi Kota Seberang, Rumah Panggung merupakan hunian yang umum digunakan masyarakat. Bagian bawahnya, dipakai untuk menyimpan kayu bakar, kandang ternak, memarkir kendaraan, dan meletakkan sampan.

Tapi pada masa sekarang, sudah banyak warga yang beralih dari kayu ke bahan semen dan batu. Hal itu disebabkan karena berkurangnya jumlah kayu bulian dan tembesi di alam, sehingga harganya jadi lebih mahal.

Danau Sipin

danau sipin jambi

Danau Sipin adalah satu-satunya danau di Indonesia yang terletak di tengah kota. Kawasan Danau Sipin terdapat di empat kelurahan; Legok, Sungai Putri, Telanaipura dan Buluran Kenali.

Panjang Danau Sipin sekira 4.500 meter dengan lebar rata-rata 300 meter. Terbentuk secara alami dengan kedalaman 2—6 meter. Danau Sipin dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk mata pencaharian, seperti mencari ikan dengan memasang tangkul dan keramba. Ikan hasil tangkapan langsung dijual mentah atau jadi bahan kuliner di rumah makan sekitar danau.

Permukaan air Danau Sipin dipengaruhi Sungai Batanghari yang terhubung oleh Anak Sungai Legok. Danau ini juga sering dijadikan tempat berlatih oleh para atlet dayung. Baik untuk persiapan pertandingan skala nasional, maupun festival tahunan yang biasa diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan.

Saat ini pemerintah tengah gencar mempromosikan Danau Sipin sebagai destinasi wisata. Sebab banyak potensi yang bisa dikembangkan di wilayah danau ini, selain Danau Sipin itu sendiri. Misalnya area makam raja-raja dan sultan Jambi yang terdapat di sekitar danau, serta peninggalan sejarah lainnya. 

Pada tanggal 30 Juni 2019, untuk pertama kalinya Lomba Perahu Tradisional dan Ketek Hias diadakan di Danau Sipin, dalam rangka merayakan hari jadi Tanah Pilih yang ke-618 dan HUT ke-73 Pemerintah Kota Jambi.

Guna mengoptimalkan upaya menjadikan Danau Sipin sebagai tujuan wisata, pemerintah juga telah membangun berbagai infrastruktur pendukung. Salah satunya Jembatan Pelangi yang menghubungkan Singkawang dengan Pulau Pandan, dan Rumah Tenun sebagai tempat wisata edukasi.

Sungai Batanghari dan Suku yang Ada di Kota Jambi

sungai batanghari Jambi

Sungai Batanghari adalah sungai yang terpanjang di Pulau Sumatra. Dulu, sungai ini merupakan tempat singgah kapal dagang dari penjuru Nusantara dan negeri tetangga seperti Arab, Cina, Eropa, dll. Panjang Sungai Batanghari mencapai 500 km dengan lebar 500 meter. 

Jika diukur dari asal airnya, panjang Batang Hari bahkan bisa lebih dari 800 km. Air Sungai Batanghari berasal dari Gunung Rasan di Sumatra Barat. Gunung Rasan sendiri adalah salah satu gunung yang membentuk pegunungan Bukit Barisan

Kehidupan masyarakat Jambi sangat bergantung pada Sungai Batanghari. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menyalurkan air sungai ini ke rumah-rumah yang ada di Kota Jambi. Masyarakat di sepanjang Sungai Batanghari juga memanfaatkannya untuk mengairi sawah, mandi, mencuci pakaian, memancing, mengambil pasir, dan masih banyak lagi.

Di Sungai Batanghari banyak ditemukan keramba yang dipasang warga sebagai mata pencaharian, atau sekadar menambah pemasukan. Keramba adalah jaring mengapung yang digunakan untuk budidaya ikan air tawar. 

Karena Sungai Batanghari membelah Kota Jambi, penduduk Jambi Kota Seberang (familier disebut Sekoja, meski kurang tepat) yang berada di sebelah utara harus menyeberangi sungai ini jika ingin ke selatan. Begitu pula jika mereka hendak berbelanja ke pasar tradisional terbesar di Kota Jambi, yaitu Pasar Angso Duo.

Karena berada di dekat sungai, warga Sekoja umumnya memiliki perahu pribadi yang digantung di bawah rumah panggung mereka saat musim kemarau. Jika musim hujan datang, dan air sungai meluap sampai permukiman, perahu menjadi alat transportasi mereka.

Karena kebiasaan ini, banyak warga Sekoja yang menjadi terbiasa mengendarai alat transportasi air. Akhirnya, keahlian itu mereka manfaatkan pula untuk mencari rezeki dengan cara mengangkut penumpang dari Sekoja menuju seberang Batang Hari atau sebaliknya. 

Melihat besarnya manfaat Sungai Batanghari bagi kehidupan, sudah sepantasnya kita menjaga dan memelihara karunia alam ini. Salah satu caranya adalah dengan tidak membuang sampah ke sungai.

Selain itu, perlu pula mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari. Sebab plastik tidak dapat diurai oleh tanah dalam waktu singkat. Limbah plastik yang dibuang hari ini akan tetap ada bahkan hingga 500 tahun ke depan. 

Itulah sebabnya pemerintah mengeluarkan Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor 8/2013 tentang pengelolaan sampah. Dikuatkan lagi dengan Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 54 tahun 2018 tentang kebijakan dan strategi kota Jambi dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga, serta Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 61 tahun 2018 tentang pembatasan penggunaan kantong plastik di Kota Jambi. 

Tidak hanya manusia, Batang Hari juga dibutuhkan hewan-hewan untuk kelangsungan hidup mereka. Ada ikan, buaya, dan hewan-hewan darat yang berada di hutan-hutan di pinggir sungai. Jika Sungai Batanghari tercemar, baik oleh sampah maupun akibat penambangan liar, maka ikan-ikan yang ada di dalamnya akan punah. Manusia yang mengonsumsi air dari Sungai Batanghari juga bisa terdampak pencemaran tersebut. 

Selain sampah dan penambangan liar, penggunaan pukat juga berbahaya bagi ekosistem di Sungai Batanghari. Pukat adalah jaring besar yang digunakan untuk menangkap ikan. Dengan pukat ini, ikan maupun hewan lain yang tidak termasuk target tangkapan ikut terbawa ke dalam jaring. Pemberat dan ukuran pukat yang besar juga mengakibatkan dasar sungai tergerus.  

Jika sungai rusak, habitat di dalam dan sekitarnya juga akan terpengaruh. Contoh yang sering terjadi adalah konflik antara buaya dan manusia. Hal itu disebabkan karena buaya kehabisan makanan, sehingga ia mencari di tempat lain sampai ke permukiman manusia.

Sekoja terdiri dari dua kecamatan saja, Danau Teluk dan Pelayangan. Sedangkan wilayah Kota Jambi di sebelah selatan Batang Hari terdiri dari Kecamatan Telanaipura, Danau Sipin, Pasar Jambi, Jelutung, Jambi Selatan, Jambi Timur, Paal Merah, Alam Barajo, dan Kotabaru. 

Kebanyakan Suku Melayu Jambi tinggal di Sekoja, inilah yang membuat daerah ini tampak berbeda dengan perkotaan pada umumnya. Orang-orang di Sekoja sangat menjaga tradisi yang diwariskan oleh leluhur mereka. Masyarakat Sekoja saat ini merupakan hasil pembauran antara orang-orang Melayu, Arab, dan Cina sejak ratusan tahun lalu.

Berbeda dengan sekoja, masyarakat di selatan Kota Jambi lebih heterogen. Umumnya penduduk di wilayah ini berasal dari berbagai suku yang ada di Indonesia, karena mereka adalah para pendatang yang merantau ke Jambi. Ada Suku Minang, Batak, Jawa, Sunda, Bugis, dll. 

Penduduk Kota Jambi, baik di utara maupun di selatan Batang Hari, mayoritas beragama Islam. Menurut data BPS tahun 2018, dari total penduduk yang didata, penganut agama Islam sebesar 86,31%; Protestan 5,88%; Katolik 2,45%; Hindu 0,15%; Budha 4,59%; dan Konghucu 0,63%.