Kawanku pernah cerita, suaminya bingung, kenapa banyak sekali orang yang merantau ke Jakarta. Menurut pengakuannya, bahkan jika dibayar, dia gak bakal mau tinggal di Jakarta. Masalahnya, siapa yang mau bayar? 

Aku pernah tinggal di Jakarta. Nggak lama, tapi biasa aja sih. Gak suka-suka amat, nggak benci juga. Tinggal di kota besar memang tekanannya lumayan, beda dengan hidup di kampung sendiri. Btw kamu yang merantau dari kampung ke kota besar, pilih kos, kontrak rumah, atau sewa apartemen?

Kusebut kota besar, karena nggak semua kota ada apartemennya. Seperti di kotaku yang cuma ada hotel, guest house, motel, dan losmen. Eh, apa bedanya ya?

padina soho and residence

Perbedaan Hotel, Motel, Guest House, dan Losmen

Daripada keliling kampung nyari bedanya, aku lebih suka langsung cek ke KBBI. Jadi menurut kamus, motel merupakan akronim dari mobil hotel. Definisi selanjutnya, motel adalah penginapan yang ditujukan terutama untuk pelancong bermobil, kamar-kamarnya mudah dicapai dari tempat parkir yang tersedia.

Sementara losmen diartikan sebagai penginapan yang menyewakan kamar tanpa menyediakan fasilitas makan. Tapi aku pernah baca juga bahwa kata losmen sebenarnya mengacu pada hotel melati, yang pada akhirnya membuat kata losmen jadi terkesan agak gimana gitu.

Guest house, karena bukan istilah dalam bahasa Indonesia, jelas nggak ada dalam KBBI. Tapi pada beberapa lokasi yang kulihat, guest house agak mirip dengan apartemen. Bedanya, apartemen lebih besar dengan fasilitas yang juga lebih lengkap. 

Terakhir hotel, masa sih harus dijelaskan juga? Pokoknya itu deh, tempat kita nginap di luar rumah entah karena sedang liburan, dinas, atau sedang isolasi mandiri. Semua yang kusebutkan di atas adalah tempat menginap sementara, dalam waktu yang relatif singkat. 

Sedangkan untuk tinggal lebih lama, setidaknya dalam hitungan bulan hingga tahun, namun tidak permanen, kita tentu lebih memilih kos-kosan, kontrakan, atau apartemen. Balik ke topik awal, kalau merantau karena pendidikan atau pekerjaan, kamu lebih suka yang mana?

Kos, Kontrak Rumah, atau Sewa Apartemen?

Ada banyak faktor sebagai bahan pertimbangan, mau tinggal di mana ketika jauh dari keluarga. Kujabarkan saja ya, kelebihan dan kekurangan masing-masing pilihan. Kamu putuskan sendiri mau ngekos, ngontrak, sewa apartemen, atau gak jadi kuliah/kerja. Suka-suka!

Kos

Kelebihan tinggal di kos-kosan yang pertama dan utama adalah lebih hemat budget. Kalau kamu mahasiswa dengan biaya hidup yang masih mengandalkan orang tua, kos adalah pilihan bijak. 

Yang perlu kamu perhatikan saat memilih tempat kos selain masalah biaya adalah aturan yang berlaku di kosan tersebut. Jangan sampai selain penghuni kos bebas keluar masuk tempat kos, apalagi jika beda jenis kelamin. Carilah lingkungan kos yang kondusif. Setelah itu, baru kamu pertimbangkan jarak tempat kos dengan kampus/kantor, biaya, dll.

Kontrak Rumah

Masih menyangkut biaya. Jika kamu punya teman yang bisa diajak berbagi, yang kemudian membuat harga kontrak dan tagihan bulanan jadi lebih murah, mengontrak rumah ada bagusnya sih. Tapi menurutku, cuma itu kelebihannya.

Kelemahannya, tidak ada yang mengawasi setiap penghuni kontrakan. Nggak ada ibu kos yang menasihati, kadang terjadi kecemburuan soal makanan, beres-beres, dll. Syukur-syukur kalau kawan seatapmu punya sikap yang baik. Seringnya sih aku ketemu kasus yang manis di awal, sebel-sebelan beberapa pekan kemudian.

Sewa Apartemen

Kabarnya milenial di kota besar lebih suka membeli apartemen daripada rumah. Etapi kita membahas sewa ya, dalam kondisi jauh dari keluarga. Andai aku terpaksa bekerja di kota besar dengan gaji yang mumpuni, jelas aku pilih menyewa apartemen ketimbang harus ala kadarnya di kosan atau cemberut-cemberutan di rumah kontrakan.

Keunggulan tinggal di apartemen adalah fasilitas yang sangat sangat kecil kemungkinannya bisa kamu dapatkan di kos atau rumah kontrakan. Selain kolam renang, gym, dan berbagai fasilitas lain, keamanannya pun terjamin 24 jam.

Karena konteksnya kuliah atau kerja, kita lebih butuh privasi ketimbang sosialisasi dengan masyarakat sekitar. Lingkungan apartemen mendukung banget untuk hal yang begini. Ditambah lagi keumuman apartemen yang letaknya dekat mall dan perkantoran, kamu bisa menghemat waktu dan bensin untuk tiba di lokasi kerja.

apartemen padina

Bagi kamu yang butuh apartemen di area Jakarta-Tangerang, Padina SOHO and Residence bisa jadi pilihan. Sebab lokasi apartemen Padina sangat mudah diakses, karena berada di pinggir Jalan Raya Daan Mogot. Paling dekat dari Bandara Soekarno Hatta, via kereta api bandara dan jaringan Tol JORR 1.

Info lengkap terkait apartemen Padina bisa kamu cek di situs resminya. Siapa tau kamu atau keluargamu tertarik untuk membeli, karena konsep SOHO (Small Office Home Office) yang menarik, serta promo yang tengah berlangsung saat ini! 

sewa apartemen tangerang

Jadi, pertimbangkan semua aspek sebelum memutuskan. Pilih kos, kontrak rumah, atau sewa apartemen? Untuk jangka panjang, pilih beli rumah tapak atau apartemen? Kapan-kapan kita bahas, ya!
Apa penyebab hawa rumah terasa panas? Bagaimana cara mengatasi udara panas di dalam rumah? Kita bahas pelan-pelan, Gengs!

Kamu sudah baca belum berita hangat akhir-akhir ini? Selain pandemi, ada yang lebih gawat lagi. Perubahan iklim! Cuaca ekstrem yang terjadi di banyak negara, yang kemudian berujung terjadinya bencana, disinyalir karena rusaknya alam.

Cara Mengatasi Udara Panas di Dalam Rumah

Selain faktor tangan manusia, kerusakan alam juga disebabkan usia Bumi itu sendiri. Kamu tau kan, kalau Bumi beserta benda langit lainnya berotasi dan berevolusi? Nah kemampuan itu lama kelamaan akan berkurang, lalu hilang. Apa yang terjadi kemudian? Yak, kiamat. 

Jadi sekarang ini kita sedang otw ke sana. Duh, jadi kejauhan bahasnya. Padahal cuma mau membagi tips dari brightside, bagaimana mengatasi udara panas di dalam rumah, selain dengan AC atau kipas angin. 

8 Cara Mengurangi Udara Panas di Ruangan

Tadinya sih kuketik “cara membuat ruangan sejuk dan dingin”, tapi diganti saja karena khawatir ekspektasimu tips ini bisa menghasilkan suasana kayak di pegunungan. Oke lanjut, berikut cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi ruangan yang pengap dan panas. 

Cara Mengatasi Udara Panas di Dalam Rumah

1. Pilih tirai tebal yang berwarna adem.

Percaya nggak percaya, mata kita bisa memengaruhi pikiran. Jadi yang kita lihat bisa berdampak ke psikis kita. Dan kondisi psikologi sangat bisa memberi efek ke fisik, setuju dong! So, ketika cuaca sedang terik-teriknya, atau ketika dalam beberapa hari suasana terasa panas, ganti tirai mencolokmu dengan warna cerah lainnya tapi yang lebih adem.

Misalnya warna hijau muda yang kalem (bukan hijau stabilo), biru langit, dsb, yang tetap terang tapi tidak cerah. Hindari warna kuning, merah menyala, dan yang semacamnya. Selain itu, pilihlah bahan yang tebal untuk menahan panas matahari dari luar. 

2. Gunakan air untuk mendinginkan ruang.

Orang menyebutnya humidifier alami. Caranya supermudah, cukup letakkan air berisi es batu di depan kipas angin, maka uap dingin akan menyebar ke seluruh ruangan. Gak punya kipas angin? Letakkan baskom air di ambang jendela.

3. Hindari aktivitas fisik.

Aktivitas fisik yang dimaksud adalah olahraga atau kegiatan lain yang efeknya sama, berkeringat! Ya iyalah ya, masa panas-panas olahraga. Abis itu nyari pula cara mengatasi udara panas di dalam rumah. Kan lawak!

4. Hindari minuman soda dan es krim.

Pernah nggak kamu merasa kehausan, lalu minum minuman dingin berharap supaya hausnya hilang tapi justru makin kehausan? Aku dulu sering. Sampai akhirnya memahami bahwa sistem tubuh kita merespons dingin itu dengan menghasilkan panas.

Demikian pula jika mengonsumsi es krim atau minuman/makanan dingin lainnya. Lebih parah lagi jika yang kamu minum adalah minuman bersoda, sebab air soda ternyata justru membuat tubuh kita dehidrasi. 

5. Singkirkan tumpukan kain, terutama yang non-organik.

Apa yang kamu rasakan saat melihat tumpukan pakaian ketika cuaca dingin? Pengin masuk dan bergelung di sana, ya kan? Jadi sudah kebayang dong yang sebaliknya, kalau cuaca sedang panas. Yup, faktor psikologi.

Ditambah lagi kain sintetis (poliester, dsb) memang menyerap panas untuk kemudian menguarkan uap panasnya itu ke sekitar. Jadi, rapikan tumpukan kain dan letakkan di ruangan lain. 

6. Lembabkan udara.

Untuk melembabkan udara di ruangan yang kamu banyak beraktivitas di sana, bisa dengan menyemprotkan air menggunakan botol spray. Cara mendinginkan ruangan dengan air lainnya adalah dengan mengepel lantai ruangan tersebut. 

Atau bisa juga dengan menjemur pakaian yang baru selesai dicuci di dalam rumah. Syaratnya, pakaian sudah diperas dengan mesin pengering, jadi airnya tidak menetes lagi. Dua atau tiga lembar pakaian di dalam kamar bisa jadi peredam panas, sekaligus pengharum ruanganmu!

7. Gunakan tanaman hias.

Kalau air dan es batu adalah humidifier alami, tanaman hias adalah purifier alami. Ada banyak tanaman hias yang mampu membersihkan udara dan menghasilkan oksigen di dalam rumah. Banyak oksigen, berarti udara akan lebih sejuk! 

Tapi kalau kamu punya hewan peliharaan, cek lebih jauh lagi ya! Sebab kebanyakan tanaman hias tidak aman untuk hewan. Atau cari cara mengatasi udara panas di dalam rumah yang lain saja, daripada harus milih antara udara dingin atau hewan kesayangan!

8. Kurangi penggunaan listrik.

Selain menghasilkan cahaya, lampu juga menghasilkan panas. Begitu pula TV, PC, dll. Jika tidak benar-benar digunakan, sebaiknya matikan alat-alat elektronik untuk mengurangi udara panas di ruangan ataupun di dalam rumah secara umum.

Ayo, mana cara mengatasi udara panas di dalam rumah yang paling mudah dan paling mungkin kamu lakukan sekarang? Jangan lupa jaga alam ya, supaya bencana alam tak bertubi-tubi melanda manusia.
Hai hai! Akhirnya ada cerpen yang terjaring lagi untuk dimuat di iluvtari. Cerpen singkat tentang kehidupan. Dikirim oleh Wiwik Arianti dari Jawa Timur pada 29 Juni lalu. Kirim Juni baru muat Agustus? Begitulah.

Alhamdulillah yang mengirim cerpen ke iluvtari cukup banyak. Jadi memang harus disortir dulu mana yang sekiranya layak. Gengs, aku gak muluk-muluk kok! Yang simpel aja, namanya juga cerpen, “ruang”nya terbatas.

Kamu bisa kirim cerpen tentang kehidupan pribadi, misalnya. Tapi cerpen, ya! Jadi tetap mainkan imajinasi, bukan curhat. Atau kirim cerpen singkat tentang kehidupan sehari-hari, tentang Corona, pokoknya apa saja. Yang penting bermakna!

Seperti cerpen berikut ini, singkat dan sederhana. Cerpen tentang kehidupan seseorang yang pernah jatuh, lalu mendapat hidayah. Mungkin bisa digolongkan sebagai contoh cerpen motivasi. Kamu aja yang putuskan, setelah membacanya!

cerpen singkat tentang kehidupan

Aku menutup pintu dengan hati-hati. Aku tak ingin ibuku bangun dan terganggu tidurnya. Walau kepalaku terasa amat berat, kupastikan pintu itu terkunci rapat.

“Baru pulang?” suara Ibu mengagetkanku.

“Maman, kenapa bangun? Tidurlah lagi! Aku masuk kamar dulu, ya,” gelagapan aku menjawab pertanyaan dari orang yang amat kukasihi itu. 

Dengan cepat, aku berjalan menjauhinya. Aku tak ingin ia mencium bau alkohol yang keluar dari mulutku.

Sebelum aku menghilang dari balik pintu kamar, kutengok ibuku lagi. Syukurlah, ia tak curiga dan sudah masuk kamarnya lagi. Kuhempaskan tubuhku yang amat penat ini ke atas kasur.

Seingatku, aku menghabiskan tiga botol bir di nightclub tadi. Sebagai ucapan terima kasih, pemilik nightclub memberiku free beer karena berhasil memperbaiki sound system mereka yang rusak. Ah, hati kecilku sebenarnya ingin menolak. Tapi pikiranku yang sedang kalut seakan memaksaku menerima tawaran itu. 
 
Setelah sarapan chakchouka lezat buatan ibuku, aku pergi keluar. Kucium pipinya sebelum aku menghilang di balik pintu. Dan seperti biasa, ia merapalkan doa mengiringi langkahku. 
Maman, je t'aime beacoup. 

Aku tinggal berdua saja dengan ibuku. Kedua kakakku telah menikah dan tinggal bersama keluarga mereka masing-masing. Tiap akhir pekan mereka selalu berkunjung ke sini bersama keluarga mereka. Rumah jadi ramai karena celotehan anak-anak mereka yang lucu-lucu.

Sebenarnya sudah sering kedua kakak perempuanku meminta agar Ibu tinggal bersama mereka. Tapi Ibu selalu menolak. Beliau ingin tetap tinggal di rumah yang penuh kenangan bersama almarhum ayahku. 

Keinginan Fatiha dan Salima, kedua kakak perempuanku itu, mereka utarakan lagi beberapa waktu yang lalu. Kali ini dengan amarah yang luar biasa. Saat itu secara tak sengaja mereka melihatku keluar dari nightclub. Parahnya lagi, saat itu aku berjalan sempoyongan.

"Didou, dari mana saja kau tadi malam?" Fatiha menanyaiku, setelah aku baru saja selesai mandi keesokan paginya.

Aku melirik jam di dinding. Pukul 12.00, dan ini bukan akhir pekan. Kenapa Fatiha dan Salima  ada di sini, tanyaku dalam hati. 

"Dari rumah teman. Kenapa?”

"Jangan bohong! Kau tak tahu Ibu sakit? Ibu muntah terus mulai siang sampai malam. Kau ditelepon tak tersambung. "

Aku terkesiap. Refleks aku berlari ke kamar Ibu. Kudapati beliau sedang tidur. Wajahnya nampak pucat. Oh, Maman …. Maaf, HP-ku tertinggal di rumah teman kemarin. 

Aku keluar kamar Ibu. Di ruang tamu, kedua kakak perempuanku duduk bersama suami mereka masing-masing. Baru kutahu kalau mereka baru pulang dari mengantar Ibu ke rumah sakit. 

"Didou, biarlah Ibu ikut aku atau Fatiha. Kami bisa menjaga beliau dua puluh empat jam," Salima mengawali pembicaraan.

"Tidak!"  tukasku keras. "Aku bisa menjaga Ibu. Hanya kemarin aku pergi begitu lama. Ada sesuatu  yang harus diselesaikan."

"Bagaimana kau bisa menjaga Ibu, kalau kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri!" Kali ini Fatima nampak mulai menyerangku.

"Apa maksudmu?" Aku menoleh pada Fatima.

"Kau pikir kami tak tahu kau sering minum-minuman keras?” suara Fatima meninggi.

"Aku sudah mulai akan berhenti. Aku optimis, Fatima. Aku hanya menunggu hidayah Allah akan datang."

"Cis, bullshit!" Fatima membuang muka.

Dan begitulah. Kami kembali terdiam dengan pikiran masing-masing. Sungguh aku tak rela jika Ibu tidak ada di sampingku. Untuk menemaninya tiap hari, aku rela bekerja dari rumah. Aku hanya menerima dan mengerjakan orderan servis HP di rumah. Hasil pekerjaanku yang bagus membuat namaku cukup dikenal di kotaku. 

Siang yang berdebu di tahun 2019, jalanan penuh sesak dijubeli orang yang berdemonstrasi. Entah untuk keberapa kalinya dalam dua bulan ini, Maret-April. Aku sampai jenuh melihatnya. Toko-toko jadi banyak yang tutup, lalu lintas macet karena jalanan juga banyak yang diblokade polisi.

Hiruk pikuk mereka yang berdemo mengiringi langkahku menuju rumah seorang teman. Sengaja aku tak ikut demo kali ini. Ya karena itu tadi. Bosan dengan protes yang berjilid-jilid ini.

Caci maki dan sumpah serapah dilontarkan demonstran yang menuntut pemerintah mundur dari kekuasaan mereka. Ah, sebenarnya aku juga muak dengan mereka yang serakah menggerogoti kekayaan negeri ini.

Algeria, sebagian menyebut negaraku ini dengan Aljazair. Negeri di benua Afrika yang terkenal sangat indah. Pantai-pantai yang eksotis dengan hamparan pasir putih bagaikan surga bagiku. Selalu kupuaskan hasrat berenang kala musim panas tiba. 

Negeriku juga kaya. Cadangan minyak bumi yang berlimpah harusnya membuat penduduknya hidup makmur. Tapi penguasa yang serakah menyedot kekayaan itu untuk dinikmatinya sendiri bersama dengan para kroninya. 

Langkahku terhenti saat melewati masjid . Seseorang memanggilku dari halaman masjid. Aku menoleh, dan kulihat Karim, sahabatku di masa kecil, berjalan setengah berlari ke arahku.

“Kamu Didou, kan? Lama tak jumpa. Ca va?” ia menyalami dan memelukku erat.

“Ca va bien merci. Et toi?” aku balik bertanya.

“Alhamdulillah. Aku baik saja, kawan. Tak kusangka ketemu kamu di sini.”
Ah, Karim. Ia tak banyak berubah. Sikapnya sama sebelum ia kuliah di Canada lima tahun lalu. Hangat dan bersahabat. Ternyata ia pulang dari Kanada seminggu yang lalu. Kuliahnya di University of Windsor telah rampung.

Percakapan kami terhenti saar azan Zuhur berkumandang.

“Sudah azan. Yuk kita salat dulu!” ajaknya padaku.

Aku tersenyum kecut. Masa sih  ia lupa? Sudah lebih dari dua puluh tahun aku tidak lagi mengerjakan salat. Sejak ayah yang sangat kucintai pergi untuk selamanya. 

“Hmm … Didou, aku rindu masa-masa kita kecil dulu. Kita selalu ke masjid saat Ramadan. Kau selalu menjemputku waktu itu. Aku tak mau berangkat ke masjid kalau kau tak datang menjemputku.” Suara Karim tercekat seperti menahan tangis.

“Oke, aku pergi dulu, Karim. Kalau sempat aku akan main ke rumahmu.” Aku berpamitan pada Karim, yang kulihat ada sedikit kerutan di bawah matanya.

Pertemuanku dengan Karim siang tadi membuat ingatanku melayang saat aku berusia 10 tahun. Saat itu, aku dan ayahku baru pulang dari masjid untuk menunaikan salat Jumat. Ayah menggandengku sepanjang jalan pulang. Tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabrak kami dari arah belakang. Begitu kerasnya tabrakan itu, hingga ayah langsung meninggal di tempat. Kepalanya membentur aspal jalanan yang keras. Dan ajaibnya, tubuhku yang kecil terpelanting beberapa meter dari lokasi tabrakan, jatuh di atas rerumputan tebal yang lunak.

Aku syok, bingung, takut, sekaligus marah kala kulihat ayah hanya terbaring tak bergerak di jalan. Ya, aku marah karena mobil yang menabrak tadi  hilang entah  ke mana. Kami jadi korban tabrak lari.

Sejak kepergian ayahku itulah, aku jadi seperti ini sekarang. Aku yang marah atas keadaan lantas menyalahkan Tuhan. Padahal ayahku adalah orang baik. Kenapa Tuhan mengambilnya begitu cepat. Aku mulai meninggalkan salat. Mulai minum minuman keras saat usiaku 17 tahun. Tapi anehnya, aku tetap puasa saat Ramadan tiba. Kukurangi miras saat Ramadan. 

Tanpa sadar aku menangis. Hei, apa ini namanya? Aku heran. Tagisan ini semakin deras. Ada yang bergemuruh di hatiku. Ada penyesalan yang luar biasa. Ada ketakutan yang dahsyat menyerangku. Aku takut mati!  Dan tiba-tiba, aku tersungkur dan bersujud. Allaah ... apakah ini pertanda Engkau tunjukkan hidayah padaku?

Bejaia, 27 April 2019

cerpen singkat tentang kehidupan

So, kayaknya kamu juga bisa bikin yang selevel atau bahkan lebih baik dari cerpen di atas kan? Kalau mau kirim ke sini, jangan tema yang sama ya! Cerpen singkat tentang kehidupan sudah pernah dimuat, jadi kamu kirim topik yang lain, tapi baca dulu syarat dan ketentuan di sini
Dari 7 bersaudara, cuma aku yang milenial. Karena itulah, aku jadi yang paling nyambung jika ngobrol dengan para keponakan yang kebanyakan adalah generasi Z. Generasi di atas kita, melihat perbedaan lapisan generasi seolah cuma sebatas teknologi, padahal nggak.

Antara generasi X, Y, dan Z, ada perbedaan mendasar selain soal HP, TV vs Youtube, dan yang semacam itu. Yakni mental, yang itu saling memengaruhi antara manusia dan lingkungannya. Milenial dan Gen Z dikenal sebagai kaum mager, kamu tau kan alasannya?

Yang kita gak tau pasti, apakah fasilitas yang serbainstan yang membuat kita jadi males gerak atau karena kita mager kemudian menjadi peluang bisnis menghasilkan berbagai hal instan?

fortune indonesia idn media

Fortune Indonesia, Media Bisnis dari IDN Media

Satu hal lagi yang membedakan milenial dan Gen Z dengan generasi sebelum mereka. Yakni kecenderungan kita berkolaborasi, alih-alih kompetisi. Jadi, gaya bisnis orang-orang usia awal 40 tahun ke bawah di masa ini akan sangat berbeda dengan seniornya.

Menjelang akhir tahun 2021, IDN Media akan menghadirkan Fortune, media bisnis global terkemuka yang berkomitmen menciptakan karya jurnalisme berstandar tinggi untuk akurasi, transparansi, dan legalitasnya di Indonesia. 

Tentang IDN Media sudah pernah kutulis di blog ini. Sementara Fortune adalah brand media bisnis dengan perspektif global, track record, dan visi yang kuat. Perusahaan ini berkomitmen untuk mengungkapkan informasi-informasi paling hangat, relevan, dan terpercaya. Kapabilitas Fortune yang telah lama terbentuk, mendorong media tersebut untuk terus menjadi penerang bagi para pemimpin global, yang juga dapat membantu memajukan bisnis mereka.

Media Bisnis untuk Milenial dan Gen Z

Sebagai media bisnis, tentu saja Fortune menyasar para pengambil keputusan, eksekutif, pebisnis profesional, wirausahawan, dan pemimpin yang aspiratif, sebagai target audiens. Di sisi lain, Fortune juga akan bergabung dengan ekosistem bisnis IDN Media, sebuah perusahaan media platform yang konsisten menarget millennial dan generasi Z. 

Winston Utomo, CEO IDN Media, menjelaskan, “Kehadiran Fortune ini pada dasarnya juga kami tujukan untuk Millennial dan Gen Z yang memiliki ketertarikan seputar bisnis, finansial, ekonomi, perbankan, investasi, market research, dan keuangan, ya. Dengan terus memerhatikan akurasi dan kredibilitas informasi, kami ingin perkaya wawasan dan pengetahuan mereka.” 

Positive Impact Majalah Bisnis Global ke Indonesia

Kamu tentu bertanya-tanya, apa sih manfaatnya Majalah Fortune sampai ke Indonesia? Begini sang CEO menjelaskan; Dengan hadirnya Fortune di ekosistem bisnis IDN Media, akan ada dampak positif bagi milenial dan Gen Z, di antaranya:

1. Akses pada informasi yang berkualitas

Seperti yang kita tau, IDN Media merupakan perusahaan media platform untuk milenial dan generasi Z. Hadirnya Fortune diharapkan dapat memperkaya ekosistem bisnis di IDN Media, sehingga jenis informasi yang disediakan oleh para publisher di IDN Media pun menjadi semakin beragam.

2. Literasi terhadap aspek finansial penting bagi Millennial & Gen Z

Kamu familier kan dengan GLN, gerakan literasi nasional? Ada 6 literasi dasar yang harus dikuasai masyarakat dalam rangka menuju Indonesia Emas di 2045 nanti. Iya, 100 tahun Indonesia!

Di antara enam literasi itu salah satunya adalah literasi finansial. Jadi bukan semata baca tulis, melainkan memahami aspek finansial secara mendalam sekaligus mampu mengimplementasikannya. Nantinya hal ini akan berujung pada kesejahteraan individu dan masyarakat secara umum.

ceo dan coo idn media
COO IDN Media, William Utomo (kiri) dan CEO IDN Media, Winston Utomo (kanan) 
Dok. IDN Media/Herka Pangaribowo
“ … Fortune ingin menjadi sumber informasi yang lengkap, akurat, dan terpercaya, serta membantu membuka perspektif baru terkait fokus mereka pada aspek finansial,” demikian ujar Winston. 

3. Millennial & Gen Z, kolaboratif dan berjiwa wirausaha

Ternyata CEO IDN Media sepemahaman loh denganku, ehem. Menurutnya, atribut yang signifikan dari generasi ini adalah karakter kolaboratif dan jiwa wirausaha. Beda tipis kan dengan narasiku di awal. IDN Media begitu optimis terhadap keinginan millenial dan Gen Z untuk berwirausaha. Jadi kehadiran Fortune adalah semacam fasilitas bagi anak muda Indonesia, gitu.

So, milenial dan Gen Z, kaum kreatif yang sering difitnah mager, kamu sudah siap dengan kedatangan Fortune Indonesia?
Di mana-mana dengar kabar gak enak. Si A positif covid, B reaktif, si C lagi isoman. Hwaa, bikin stres gak sih? Gak banyak yang bisa dikerjakan selain patuhi prokes, jaga imun, jaga kewarasan, dan yang terpenting, doa!

Kalau soal prokes, insyaallah aku tergolong yang patuh. Iya, klaim. Jaga imun itu yang susah. Sebab aku suka makan gorengan, ehe. Tapi aku juga suka mandi! Terutama dengan Scarlett Whitening Body Care. Lah, apa hubungannya? 

Kukutip dari Detik Health (26/7/2020), setidaknya ada tiga manfaat mandi terutama di pagi hari. Pertama, mengurangi stres karena dapat menjaga kadar hormon kortisol. Kedua, meningkatkan kreativitas. Hal ini berdasarkan pendapat Shelley Carson, dosen psikologi Harvard. Ketiga, membersihkan tubuh dari kuman (virus dan bakteri) serta sel kulit mati. 

review scarlett whitening

Cocok banget kan dengan kondisi pandemi saat ini? Lalu apa kelebihan Scarlett Body Care sebagai teman mandiku? Banyak. Bahkan sejak pemesanan saja sudah ketahuan kelebihan produk Scarlett dibanding body care lainnya.

Saat pengiriman, produk dibalut dengan bubble wrap, yang membuatnya tidak akan rusak sampai ke tangan pengguna. Oh ya, rencananya paket Scarlett Body Care ini akan kubawa saat mengisi acara literasi di luar kota. Karena kemasan botolnya mudah dibawa, dan lebih safety karena ada lock-unlocknya. Sayang, acara ditunda karena kasus covid-19 semakin menjadi-jadi kenaikannya. 

Review Scarlett Whitening Body Care

Tujuh puluh lima persen dari emosi yang ditampilkan manusia dipicu oleh bau (Hellosehat). Aku pengin seisi dunia tau fakta itu. Sebab aku gampang emosi kalau mencium aroma yang gak enak dan yang aneh-aneh.

Kalau orang lain butuh parfum untuk menjaga aroma tubuh di luar, aku lebih suka menikmati wewangian dari produk perawatan kulit yang kupakai selama di dalam rumah. Itulah salah satu sebab aku memilih Scarlett Whitening Body Care.

Scarlett Whitening Body Scrub

Siapa suka pakai lulur? Jujur, tanpa luluran saja mandiku sudah lama, apalagi dengan sesi gosok-gosok begitu. Tapi cewek mana sih yang gak tergoda dengan aroma dan tekstur body scrub dari Scarlett?

scarlett whitening body scrub

Buliran scrubnya halus, tidak sakit saat diaplikasikan ke kulit. Setelah mandi kulit terasa nyaman, dan aroma wanginya awet. Jadi mood booster banget setiap pagi dan sore! Ada dua varian Scarlett Whitening Body Scrub; romansa dan pomegrante. Pakai yang mana aja, dijamin kamu jadi rajin mandi!

Scarlett Whitening Shower Scrub

Biasanya aku menandai produk mandi (sabun, lulur, dll) dengan memerhatikan perlu tidaknya memakai deodoran setelah mandi. Produk yang aromanya “panjang umur” membuatku men-skip penggunaan deodoran sebelum berpakaian. Hitung-hitung mengistirahatkan pori ketiak. 

scarlett whitening shower scrub

Nah perpaduan Scarlett Whitening body scrub dan shower scrub terbukti mampu mengambil alih tugas deodoran, baik di siang maupun malam hari. Maunya aku, kamu yang baca gak langsung percaya. Jadi buktikan dulu, ya!

Kamu bisa pilih, mau pesan yang pomegrante, mango, atau cucumber. Caranya? Nanti dulu, masih belum selesai bahas produknya, Gengs.

Scarlett Whitening Body Lotion

Setelah mandi, sebelum atau sesudah berpakaian, apa yang biasa kita lakukan? Kebanyakan cewek pasti jawab pakai lotion! Setidaknya begitu yang kulihat sejak kecil (bersama empat kakak cewek), hingga sekarang setelah punya dua anak cewek. Kita suka yang wangi-wangi!

scarlett whitening lotion

“Kebetulan” kali ini aku pakai lotion Scarlett yang freshy, aromanya seperti wangi Jo Malone English Pear & Freesia eau de cologne. Parfum yang menangkap esensi dari musim gugur, perpaduan aroma pir, freesia putih, amber, nilam, dan kekayuan.

Masih ada beberapa varian lain dari Scarlett Whitening Body Lotion dengan berbagai warna dan aroma yang unik. Wangi mana aja enak, yang penting teksturnya mudah meresap dan tidak lengket di kulit. Ditambah lagi ada label halalnya, jadi gak resah kalau dibawa shalat.  

Di Mana Membeli Produk Scarlett Whitening?

Manfaat Scarlett Whitening Body Care sebenarnya sama saja dengan produk perawatan tubuh lainnya. Bedanya, manfaat itu lebih kamu dapatkan di produk Scarlett karena baik body scrub, shower scrub, maupun body lotion-nya mengandung niaciamide, kojic acid, glutathione dan Vitamin E yang efektif mencerahkan, melembabkan, serta menutrisi kulit.

Berapa sih harga produk Scarlett Whitening? Untuk per botolnya, entah itu body scrub, body lotion, atau yang lainnya, masing-masing seharga 75 ribu rupiah. Agar lebih hemat, kamu bisa beli langsung satu paket berisi 5 item seharga 300 ribu rupiah saja (dapat box exclusive+free gift).

Hm, bukannya tadi di atas cuma ada tiga? Tiga itu yang kureview, Gengs. Aslinya ada banyak. Untuk informasi lengkap terkait produk dan tempat pembelian, kamu bisa cek di link yang tertera pada bio Official Instagram @scarlett_whitening  atau ke sini.

Nah, siapa lagi yang mau tetap happy selama pandemi? Scarlett Whitening Body Care bisa membantumu tetap waras meski dikepung virus Corona yang ganas. Asalkan, tetap jaga prokes ya, Gengs!
Assalamu’alaykum, Gengs! Kamu pernah makan nasi kebuli? Itu loh, nasi rempah yummy, yang konon katanya berasal dari Arab. Dari aromanya, orang-orang akan menebak kalau nasi kebuli adalah hidangan Asia selatan atau Timur Tengah. 

Nyatanya, nasi kebuli adalah masakan yang populer di kalangan masyarakat Betawi serta orang-orang Indonesia keturunan Hadramaut, Yaman. Dan memang, hidangan nasi kebuli mirip dengan masakan Timteng yang kaya akan rempah.

Aku membayangkan betapa banyaknya persiapan untuk menikmati nasi kebuli kalau harus masak sendiri. Untungnya sekarang zaman serbainstan, sudah ada yang jual bumbu nasi kebuli. Jadi gak repot lagi!

bumbu nasi kebuli

Bumbu Nasi Kebuli Aromatic

Namanya Bumbu Nasi Kebuli Aromatic, dari Cairo Food. Selain Aromatic, ada juga bumbu nasi kebuli yang Original. Bedanya, Bumbu Nasi Kebuli Original cocok untuk dijadikan bumbu kuah maupun nasi goreng. Sedangkan Bumbu Nasi Kebuli Aromatic memiliki aroma yang lebih kuat dan khusus digunakan untuk membuat nasi kebuli saja.

Membaca kata “instan”, kamu otomatis teringat bahan pengawet kan? Alhamdulillah Bumbu Nasi Kebuli Aromatic tidak mengandung pengawet, pewarna, MSG, maupun bahan-bahan lain yang berisiko terhadap kesehatan.

Kandungan Bumbu Nasi Kebuli Aromatic antara lain kayu manis, biji kelabat, bunga lawang, ketumbar, cumin, pala, lada hitam, cengkih, lengkuas, jahe, serai, kapulaga putih, kapulaga hijau, daun salam, daun jeruk purut, jintan, kunyit, dan beras. Halal semua!

Bumbu Nasi Kebuli Aromatic juga sudah memiliki nomor P-IRT. Artinya, telah memenuhi persyaratan dan standar keamanan dalam rangka produksi dan peredaran produk. Sertifikat Produksi Pangan – Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) adalah jaminan tertulis yang diberikan oleh bupati/wali kota,  melalui Dinas Kesehatan, terhadap pangan hasil produksi Industri Rumah Tangga.

Tentang Cairo Food

Mungkin kamu masih asing dengan Cairo Food, atau selama ini gak terlalu perhatian beli produk di mana, keluaran siapa. Cairo Food adalah vendor sekaligus supplier makanan halal Timur Tengah, Arab, India, Turki, dan Internasional.

Cairo Food menyediakan berbagai macam rempah, bumbu, frozen food, kudapan, saus, makanan, minuman, dan aneka kebutuhan lainnya. Kebanyakan klien Cairo Food adalah hotel dan resto seperti Aston, Novotel, Swissotel, dll. Tapi jangan khawatir, Cairo Food juga melayani pembelian oleh kelas receh seperti kita-kita kok!

Intinya Cairo Food sudah dipercaya oleh banyak pihak. Jadi gak perlu khawatir dengan kualitas dan keamanan transaksi. Cairo Food bukan perusahaan kaleng-kaleng!

Resep dan Cara Mendapatkan Bumbu Nasi Kebuli Aromatic

Daging kurban di kulkas masih ada, Gengs? Nggak masalah kalau sudah habis, di pasar kan banyak. Hehe. Tapi gak mesti daging sapi atau kambing juga sih, bisa ayam atau suka-suka kamu ajalah. Nasi kebuli biasa disajikan bersama dengan acar nanas dan sambal goreng hati, serta ditaburi kismis. Jadi dengan atau tanpa daging, seharusnya gak masalah. 

bumbu nasi kebuli

Tak hanya bisa mendapatkan bumbu kebuli yang berkualitas dengan mudah, kamu bahkan bisa menghidangkan aneka menu Timteng di rumahmu lewat berbagai resep yang tersedia di laman Cairo Food, cairofood.id. Di situs tersebut, kamu juga bisa melakukan pembelian berbagai produk.  
Salah satu resep kubawa ke sini, ya! Apa lagi kalau bukan resep membuat nasi kebuli.

Bahan-bahan

  • 1 liter beras basmati.
  • 1 kg daging kambing yang dipotong menjadi 7 bagian.
  • 1,5 sdm Bumbu Nasi Kebuli Aromatic Cairo Food.
  • 4 siung bawang putih yang sudah dihaluskan.
  • 2 buah bawang bombai ukuran besar, dipotong dadu kecil.
  • 100 ml santan.
  • 4 sdm margarin.
  • 1,4 liter air.
  • Garam secukupnya.

Cara Memasak Nasi Kebuli

  1. Tumis bawang bombai dengan margarin hingga layu.
  2. Masukkan bawang putih dengan Bumbu Nasi Kebuli Aromatic Cairo Food, tumis sebentar hingga aromanya menguar.
  3. Masukkan daging kambing, lalu tumis kembali sekira 30 detik.
  4. Masukkan air dan santan, lalu rebus kembali selama 15 menit. Perhatikan posisi air yang harus tetap terjaga sesuai volume awal. Selama proses ini, air akan berkurang, jadi tambahkan terus agar volumenya tetap sama.
  5. Masukkan garam, koreksi rasanya. Rebus kembali hingga daging empuk.
  6. Keluarkan daging yang sudah empuk, lalu goreng.
  7. sambil menunggu, sil cuci dan rendam beras basmati selama 15 menit.
  8. Masukkan beras basmati ke dalam kuah rebusan tadi, lalu masak nasi hingga matang. Nasi kebuli siap dihidangkan!
Oya Gengs, selain pada menu “reseller” Cairo Food, kamu juga bisa mendapatkan Bumbu Nasi Kebuli Aromatic di Tokopedia, Lulu Hypermart, Sayurbox, dan berbagai platform lain, termasuk melakukan pemesanan lewat Whatsapp.