Salah Persepsi Berakibat Fatal, SKM Ternyata Bukan Susu!

, , 4 comments

Mamak bilang, waktu kecil aku diberi susu merek Andsapi. Belum pernah dengar kan merek itu? Karena itu hanya penamaan olehku, semacam “panggil saja Bunga”.

Tapi yang kuingat hanya gambar cewek bule memanggul sesuatu di kepalanya. Susu kaleng yang tiap pagi dan sore kuminum sambil ditungguin Mamak. Kupikir, susu itulah yang membuatku gak keluar-keluar dari ranking 10 besar selama SD-SMP.
Kukira nona yang enggak ada capeknya itulah yang membuat aku, ehm, pintar. Iya, ini klaim. Jangan diambil hati!

Faktanya terbongkar setelah beberapa tahun silam kita membaca dan menonton fakta di balik susu kental manis. Jangan bilang kamu belum tahu! Tapi gak masalah, di sini kita sama-sama bertobat. Halah!

Ternyata, SKM (susu kental manis) yang selama ini dalam persepsi kita adalah susu rupanya … susu!
Tapi, telah diolah sedemikian rupa. Airnya dihilangkan, kemudian ditambahkan gula. Makanya disebut kental manis. Sedikit air jadi kental, manis karena banyak gula. Yang bikin keliru adalah kata “susu” yang membuat kita berpikir bahwa SKM adalah susu yang mengandung banyak gizi.

fakta susu kental manis

Padahal dari kandungannya, lemak dan gula jauh lebih tinggi daripada protein yang kita harapkan terdapat di dalam susu. Jadi SKM lebih tepat disebut dengan gula beraroma susu.
Kupikir memberi SKM untuk anak-anak hanya ada di zamanku. Kita maklum, orang-orang tua dulu tidak paham soal gizi anak, alih-alih bicara parenting. Standar anak sehat zaman dulu adalah gemuk. Dan aku gak kebagian predikat itu.

Sebagai orang Indonesia, posturku tergolong tinggi. Karena waktu kecil aku enggak gemuk, makanya oleh Mamak diberi SKM setiap hari, menggantikan susu Andsapi tadi. Nyatanya aku baru melar setelah melahirkan. Jadi kupikir SKM gak salah-salah amat. Alhasil aku agak abai soal hubungan SKM dengan stunting.

Stunting adalah masalah kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam waktu lama. Stunting terjadi sejak usia janin, dan terlihat ketika memasuki usia 2 tahun. Cirinya tinggi di bawah rata-rata anak seusianya; berat badan tidak naik, bahkan cenderung menurun; pertumbuhan gigi lambat; dan kemampuan belajar yang rendah.

Ternyata, dari 1835 anak usia 0-5 tahun; sebanyak 12% anak mengalami gizi buruk dan 23% anak gizi kurang. Sementara anak berstatus gizi buruk paling banyak ditemukan pada usia 5 tahun, yaitu sebesar 28,8%. Sedangkan anak berstatus gizi kurang banyak ditemukan pada usia 3 tahun sebesar 32,7%. Salah satu penyebabnya adalah pemberian SKM pada anak-anak. Sebab persepsi bahwa SKM adalah susu ternyata masih ada pada orang tua zaman sekarang.

fakta susu kenal manis

Bukan semata soal persepsi, tapi juga tingkat kesejahteraan masyarakat yang ada di negeri ini. Oh ya, data di atas kudapatkan dari pemaparan pada Talk show bertema Edukasi Gizi Anak Menuju Indonesia Unggul dengan Mewujudkan Generasi Emas 2045.

fakta susu kental manis

Talk show ini diselenggarakan oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bekerja sama dengan PP Aisyiyah dalam rangka Hari Kesehatan Nasional yang Ke- 55.
Diadakan di aula Universitas Muhammadyah Jambi tanggal 17 Desember 2019, gara-gara acara ini aku jadi tahu bahwa tidak semua orang tua memahami bahwa SKM bukan susu yang cocok untuk dikonsumsi anak-anak.

fakta susu kental manis

SKM berbeda dengan susu lain yang bisa diminum langsung. Pemanfaatan paling tepat untuk SKM adalah dijadikan toping pada makanan. Berbeda dengan susu UHT, susu kedelai, dan jenis susu lainnya yang memang mengandung gizi yang dibutuhkan anak-anak.

Disebabkan salah persepsi ini (dan faktor kesejahteraan), banyak orang tua yang masih memberi SKM kepada anaknya. Mengira mereka sedang memberikan minuman sehat bergizi kepada buah hati.
Ditambah lazimnya anak memang menyukai sesuatu yang manis, mereka sangat senang diberi SKM. Malah jika sudah terbiasa, anak-anak akan menolak saat diberi susu lain yang sebenarnya lebih tepat untuk mereka.

Bacaan penting >> Alternatif Sehat untuk yang Doyan Makan Mi

Bahkan di antara penderita kurang gizi, dalam hal fisik yang stunting, ada anak yang lebih banyak mendapat asupan SKM dibanding makanan biasa semisal nasi dan lauk. Alih-alih bicara buah dan sayur, orang tua mereka bahkan mengira SKM dapat memenuhi kebutuhan gizi anak, sehingga pemberiannya bisa lebih dari tiga botol dalam satu hari!

Meski istilah stunting sudah seliweran di berbagai media. Aku masih belum terlalu aware. Sebab selain aku sendiri semasa kecil adalah konsumen SKM (dan alhamdulillah tidak stunting), anak-anakku juga tidak kuberi SKM kecuali untuk campuran makanan.

Sempat berpikir mereka mengalami stunting, karena kedua anakku secara fisik tingginya di bawah teman-teman mereka. Tapi ketika kukonsultasikan pada dokter, jawaban lebih dari satu dokter menganggap itu faktor keturunan.

fakta susu kental manis
familyeducation.com
Sebab baik si kakak maupun adik tidak mengalami masalah dalam belajar. Mereka aktif, tidak sering sakit, dan alhamdulillah normal menurut ciri anak sehat.
Tapi di acara talk show yang faedah tersebut, aku mendapat pencerahan berarti. Ternyata, stunting dapat dicegah dengan intervensi selama kehamilan.

Artinya, meski secara genetik aku berpeluang melahirkan anak yang tidak tinggi. Tapi dengan intervensi, aku bisa mendapat peluang lain, yaitu melahirkan anak yang tidak terindikasi stunting. Caranya:

Saat Hamil

  1. Minum tablet tambah darah minimal 90 butir selama masa kehamilan.
  2. Konsumsi makanan tambahan untuk ibu hamil.
  3. Pastikan menggunakan garam beryodium untuk memasak. FYI, air yang meleleh di wadah garam adalah yodium yang kita butuhkan. Jadi saat kita membuang air tersebut dan hanya memasukkan garam kering, artinya kita hanya menambah natrium ke dalam masakan, tanpa yodium.
  4. Tidur pakai kelambu. Tahu kan alasannya? Bukan supaya gak digigit nyamuk loh ya! Karena nyamuk gak punya gigi.
  5. Jangan sampai cacingan!

Saat Menyusui

  1. Inisiasi menyusui dini.
  2. Mencuci tangan sebelum menyusui.

Sebelum Anak Berusia 2 Tahun

  1. Beri ASI eksklusif hingga usia 6 bulan.
  2. Beri Makanan Pendamping ASI sejak usia 6 bulan sampai 2 tahun.
  3. Minum obat cacing 6 bulan sekali.
  4. Beri suplementasi zink, bisa didapatkan di puskesmas.
  5. Tidur pakai kelambu.
  6. Ajari hidup sehat.

Nah, tips di atas insyaallah akan kupraktikkan di kehamilan ketiga nanti. Semoga ingat!

4 comments:

  1. Sama Mbak. Kayaknya aku korban SKM juga. Tapi sampai saat ini SKM masih jadi favorit anak-anak dan orangtua ๐Ÿ˜‚ Semoga pada bisa move on ke susu asli ya, terutama yang masih balita.

    ReplyDelete
  2. Artikel yang mencerahkan. Jadi banyak tahu mengapa SKM tidak bs disamakan dg susu. Hmm, bertambah lagi deh ilmuku ttg parenting. Meski terlihat kecil, tp dampaknya ternyata besar jg.

    ReplyDelete
  3. Aku ikut nih seminarnya di Semarang dan tercerahkan banget kalau ternyata SKM bukan susu, tapi sirup rasa susu dengan kandungan gula yang luar biasa

    ReplyDelete
  4. Benar banget Mbak, agar anak tidak stunting memang harus disiapkan dari kehamilan. Katanya di 1000 hari pertama

    ReplyDelete