Belajar dari Rumah, Live Streaming TVRI

, , 1 comment
Belajar dari Rumah TVRI. “Tahun 2021 masuk sekolah!” Yeaay, anak-anak pada girang mendengar info tersebut. Padahal beberapa hari sebelumnya aku sudah melihat Mas Menteri menyampaikannya, tapi tidak kusampaikan ke anak-anak. Tepatnya belum.

Mereka mendapat kabar itu dari teman-teman saat main di lapangan. Aku sendiri sengaja menundanya karena masih khawatir dengan kondisi saat ini. Apa lagi, ya covidlah!

Belajar dari Rumah TVRI

Itu kejadiannya bulan November tahun lalu. Dan orang-orang se-Indonesia tau, kalau bulan depannya akan ada pilkada serentak. Belum lagi ujung tahun yang bakal dipenuhi dengan kegiatan liburan. Tebakku sih, kasus positif bakal melonjak.

Itu bukan ramalan, tapi analisis. Nyatanya benar, per hari ini hampir 1 juta orang Indonesia terkonfirmasi positif covid-19. Kalau ditambah yang gak ketauan kayaknya lebih deh satu juta. Eh cukup cukup! Kita gak sedang bahas covid, corona, ataupun pandemi.

Banyak orang tua yang kutemui, baik interaksi langsung maupun membaca celotehan mereka di medsos, yang mengeluhkan sekolah daring. Capeklah, bosenlah, ribet, dll. Aku? Sama.

Bedanya, aku gak buru-buru pengin anak-anak sekolah tatap muka. Sebab situasi dan kondisinya memang tidak memungkinkan. Bagaimana pun anak itu tanggung jawab orang tua, bukan sekolah. Kalau mereka kenapa-kenapa, gak mungkin sekolah kita tuntut.

Aku berusaha memahami bahwa para guru pun capek dan bosan dengan keadaan ini. Tidak ada yang menginginkannya kan. Lagi pula pemerintah gak abai kok terhadap efek pandemi ke pendidikan anak-anak kita. Walau harus diakui juga, masih belum optimal. 

Setidaknya kiriman kuota pendidikan lumayan membantu. Anak-anak bisa belajar jarak jauh via berbagai aplikasi atau akses video yang tautannya dikirim oleh guru di grup sekolah.

Mau dikeluhkan atau tidak, pandemi sudah terjadi. Tinggal dijalani, suka atau terpaksa. Yang kerja harus tetap kerja, yang sekolah pun demikian. Untungnya (ah masih untung juga!) kita terbantu oleh teknologi.

Program Belajar dari Rumah TVRI

Belajar dari Rumah live streaming TVRI

Tak hanya memfasilitasi dengan kuota pendidikan, pemerintah lewat Kemdikbud juga membuat program belajar yang tayang di TVRI. Kayaknya info itu sudah banyak diketahui orang, tapi rasa-rasanya belum banyak yang memanfaatkan program ini.

Aku sih masih rasa-rasa, karena belum punya data valid. Tapi anak-anakku memang nggak sering dikasih instruksi untuk nonton program belajar tersebut. Barangkali gurunya sama seperti kita-kita, jarang liat TV. Jadi merekanya juga gak bisa cek apa yang mau ditonton.

Kenapa TV mulai kurang diminati? Jawabannya kelewat remeh untuk ditebak. Gara-gara HP. Smartphone itu ibarat TV, jam, buku, kalender, dll dijadikan satu benda yang muat di saku. Teknologi memang luar biasa!

Tapi itu mungkin gak berlaku untuk seluruh anak Indonesia ya. Nyatanya kan masih banyak anak-anak, terutama di daerah, yang kesulitan mengakses internet kalaupun mereka mampu membeli HP.

TVRI Live Streaming

Untuk kita yang aman-aman aja pakai jaringan apa pun, sayang rasanya kalau tidak memanfaatkan program belajar dari rumah TVRI. Kalau males buka TV, tinggal akses dari HP atau gawai lain yang biasa dipegang aja.

Kalau aku pribadi sih, laptop gak boleh diganggu, karena banyak kerjaan di tab windowsnya. Khawatir anak salah pencet malah nutup atau gimana. Jadi mereka pakai HP atau tablet untuk belajar online. 

Nah, nonton TVRI kan bisa streaming. Anak-anak suka kok, nonton sambil belajar, atau belajar rasa nonton. Untuk jadwalnya sendiri (kalau-kalau yang di bawah ini berubah) bisa cek di situs kemdikbud.go.id. Main-main deh ke sana, banyak info bermanfaat juga selain urusan sekolah.

program Belajar dari Rumah TVRI

Belajar dari rumah mungkin bukan pilihan ideal, tapi demi kemaslahatan bersama, kita bersabar sajalah menikmati masa-masa pandemi ini. Suatu saat bisa jadi bahan nostalgia anak-anak, “Eh dulu kita belajar dari rumah nonton TVRI ya!”

1 comment:

  1. Wahaha iya ya kelak bakal dikenang tahun" ini

    ReplyDelete

pembacaku nan baik budi, gunakan profil google yg jelas ya, yg pake wp juga boleh langsung nama blognya. yg penting jgn anonim, pelan2 tamu anonim akan dihapus komennya dr blog ini.