10 Bahasa Tubuh Ini Menunjukkan Lawan Bicara Tak Nyaman Denganmu

, , 6 comments
psikologi bahasa tubuh
unsplash.com

Jadi introvert itu berat, Gengs! Mau mulai ngomong bingung ngomong apa, gak ngomong dibilang sombong. Mau keluar harus punya bahan obrolan, gak keluar dibilang teroris. Hidup kok ribet amat sih!
Sampai sekarang aku masih berpikir, lebih enak ngadepin komputer daripada manusia. Setidaknya komputer gak bisa merespons lebih dari yang kita tahu. Tapi lewat komputer, tepatnya internet, kita jadi tahu kalau orang sedang gak nyaman ada di dekat kita. Wew!
Jadi kalau lawan bicaramu menunjukkan gerak-gerik seperti 10 contoh di bawah ini, sebaiknya sudahi pembicaraan. Kasihan dia, sudah enek!

1. Menyilangkan kaki atau lengan
Tanpa disadari, seseorang yang menyilangkan lengan atau kaki menunjukkan bahwa ia tidak terbuka terhadap informasi yang kamu berikan. Semacam, “Oo gitu … tapi aku sudah tahu.”
Menghadapi orang yang kekeuh dengan bahasa tubuh seperti ini, lebih baik jangan banyak cerita. Entah dia memang pinter beneran, atau sedang kerasukan virus sotoy. Atau dibalik, kamunya jangan begitu kalau ngobrol dengan orang!

2. Membungkuk
Bukan membungkuk memberi hormat, tapi sikap badan yang tidak tegap. Kesannya loyo dan tidak percaya diri. Sebenarnya dia bukan gak nyaman ngobrol dengan kita, tapi dia gak pede. Kasihan, ya!
Kalau bertemu yang begini, tolong jangan lambungkan dirimu, besok-besok dia akan menghindarimu. Susah loh cari kawan, apalagi kalau kamu orang susah. Hus!
Sebaliknya pun begitu. Kalau ngobrol dengan orang, kamu jangan membungkuk. Sebab membungkuk itu hanya dibutuhkan saat kamu sedang interaksi dengan HP. Menunduk itu, Nyonya!

3. Gelisah
Saat ada orang yang memutar-mutar cincin waktu ngobrol denganmu, jangan pernah su’uzhon bahwa dia sedang memamerkan cincinnya. Walaupun bisa jadi memang iya.
Sering melihat jam, mengetuk-ngetuk meja, dan gerakan lain yang berulang adalah bentuk dari kegelisahan. Bisa dibilang hatinya mengeluh, “Ngomong tross, mana camilannya?”
Gak juga sih, itu bawaan hati admin aja. Mungkin dia sedang diburu waktu, sedang punya masalah. Atau mungkin mules pengin kentut.

4. Menggosok leher
Orang yang cemas, secara tidak sadar tangannya bakal banyak tingkah. Salah satu ciri stres adalah dengan menggosok tangan ke leher.
Maka hati-hatilah kalau ada yang bertanya, “Liat dompetku enggak?”
Jawab sejujurnya, jangan menggosok tangan ke leher!

5. Menggigit kuku
Selain jorok, menggigit kuku ternyata termasuk tanda seseorang sedang cemas atau grogi. Kalau lawan bicaramu menunjukkan gejala ini, tolong ringankan sedikit bahan pembicaraanmu.
Atau kalau kamunya yang suka gigit-gigit kuku, segera tinggalkan kebiasaan buruk itu! Jangan tunjukkan bahwa kamu seorang pencemas, gak bagus untuk harga dirimu di mata orang. Lagian kuku kok digigit. Kenyang enggak, cacingan iya!


6 Fakta Psikologi Penting!

6. Menghindari kontak mata
Kalau lawan bicaramu beda jenis kelamin denganmu, bagus banget dia begini. Paling mungkin dia sedang menjaga pandangan. Meski menurut beberapa pakar kepribadian, hal ini buruk, tapi sebagai muslim kita punya standar sendiri kan.
Kecuali kalau sesama cewek/cowok, atau dia pasangan halalmu. Biasanya ada yang disembunyikan kalau lawan bicara sengaja menghindari kontak mata.

7. Mendongak
Selain bentuk kesombongan, mendongak umumnya adalah bentuk lain dari ketidakpedulian. Hentikan basa-basi pada lawan bicara yang menunjukkan bahasa tubuh ini. Mereka sedang merendahkanmu!
Ingat-ingat kalau kamu sendiri pernah melakukan ini. Jika lawan bicaramu dulu juga membaca artikel ini, dia bakal tahu, kamu pernah meremehkannya. Hayolo!

8. Memutar mata
Meski tidak sekejam memutarbalikkan fakta, memutar mata juga indikasi menganggap remeh lawan bicara. Bahkan tak perlu membaca artikel berbau psikologi atau semacamnya, kamu harusnya langsung tahu bahwa lawan bicaramu bertindak tidak sopan.
Jangan digampar! Doakan saja semoga dia dapat hidayah. Jangan lupa, cepat menjauh darinya!

9. Wajah datar
Jangan mengharap semua orang tersenyum saat bicara padamu. Ada kok yang cetakan lahirnya memang susah senyum. Tapi ekspresi, itu wajib ada!
Kamu bisa pancing lawan bicaramu untuk memperlihatkan mimik mereka, misalnya dengan candaan ringan. Kalau masih datar juga, mungkin yang kamu ajak ngobrol memang berasal dari alam yang berbeda. Manusia berwajah datar, kikikik ….

10. Kurang respons
Kamu bercanda dia diam. Kamu semangati dia kalem. Antusiasme itu ternyata cuma milikmu seorang. Ya gila aja kalau kamu masih betah ngobrol dengan orang yang terlalu pasif.
Kita hormati orang yang mampu menghargai. Entah dia lapar atau ngantuk, memang mubazir banget ngobrol dengan orang tipe ini. Atau kamu pernah begitu pada orang lain? Segeralah tobat! Gak ada keren-kerennya tau!

Disarikan dari brightside.me

6 comments:

  1. Huhuuuu aku dulu introvert.. Sekarang pas tes lagi kok jadi ekstrovert haha. Hmm kebanyakan kalau lagi cemas atau gak nyaman memang gitu. Baik introvert ataupun ekstrovert.

    ReplyDelete
    Replies
    1. manusia kan makhluk dinamis. alias plinplan, hehe

      Delete
  2. Jadi kalau menemukan tanda-tanda atau bahasa tubuh ini pada lawan bicara sebaiknya dihentikan aja ngomongnya ya Mbak. Tapi sayangnya ada banyak orang yang gak peka dengan sinyal-sinyal begini, sinyal yang suka saya kirimkan juga saat berinteraksi, secara saya juga introvert

    ReplyDelete
    Replies
    1. kebanyakan penulis kayaknya introvert, kita dipaksa jd ekstrovert gara2 jd blogger, wkwkwk

      Delete
  3. Hidup Introvert. hehehe. Kalau gak ada introvert, mungkin yang jadi blogger gak sebanyak sekarang ya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang susah bedain, mana introvert mana kaum rebahan

      Delete