Tak Perlu Nunggu Suami, Begini Cara Memperbaiki Mesin Cuci yang Bocor

, , 5 comments
Cara Memperbaiki Mesin Cuci

Pernah mengalami, mesin cuci terus mengalirkan air padahal kenop sudah diatur menutup pembuangan? Aku sih sering!

Entah faktor mesin cucinya kelas menengah bawah, atau memang sedang dapat rezeki proyek tambahan. Sempat cari-cari artikel tentang cara memperbaiki mesin cuci yang bocor di Google. Hasilnya kurang memuaskan. Karena terganggu notifikasi macam-macam aplikasi, mau nyuci malah jadi bertele-tele.

Alhasil bongkar-bongkar sendiri, bermodal ilmu sotoy. Sebab mau mengadu ke suami, orangnya suka ke mana-mana (bukan tukang ngelayap, tapi memang tugasnya begitu). Atau kebiasaan bapak-bapak, diminta tolong sekarang jawabnya nanti, dikerjakannya abis pemilu.

Yang paling gampang sih, panggil tukang servis. Tapi sebagai emak-emak introvert, aku agak males didatengin orang. Apalagi laki-laki.

Ngegosip dikit ya. Kamu boleh skip kalau gak suka.

Pernah pas mesin cuci ngadat, dan gak bisa kutangani, akhirnya panggil tukang servis. Pertama datang, orangnya cool. Masuk rumah, langsung ke dapur, perbaiki mesin. Sudah!

Dia cuma minta buku servis untuk ditandatangani dan ngasih sedikit info tentang sebab rusaknya mesin cuci. Waktu itu gara-gara koin yang masuk ke bawah pulsator.

Pulsator itu alat yang muter-muter dan membanting-banting pakaianmu di bagian pencucian.

Kalau diminta review, barangkali teknisinya kuberi bintang 5. Saking aku senang dengan cara kerjanya yang cepat dan gak banyak bunyi.

Baca Juga >> Cara Paling Tepat Menyimpan Roti Tawar

Jarak beberapa bulan, mesin cuci rusak lagi. Kali ini mesinnya minta diganti, karena aku hampir tidak pernah memasang selang air ke saringan. Langsung dari keran ke tabung cucian, sebab selang air gak ada yang matching.

Karena air tidak tersaring, maka kotorannya menumpuk di bawah dan mengakibatkan mesinnya rusak. Sama kayak manusia, kalau terlalu kotor bisa rusak. Halah.

Teknisi yang sama datang. Kali ini ia sendirian (sebelumnya ditemani entah sopir atau supervisor). Beda jauh dengan kedatangan pertama. Dia lebih ramah dan banyak ngobrol. Mungkin orang lain suka, tapi aku enggak.

Sebab dia jadi lama kerjanya. Habis memperbaiki, pakai acara duduk sambil merokok. Hadeu, pengin ngusir gak enak. Suami sedang gak di rumah, cuma ada keponakan. Untung posisi mesin cuci dekat pintu keluar, jadi asap rokoknya langsung ke luar rumah.

Yang lebih tidak menyenangkan, bahan obrolan dia tentang mantan istrinya yang ia talak karena (katanya) terlalu menuruti keluarga. Sedangkan itu adalah perempuan ketiga yang dia nikahi. Hm, benar-benar tema yang tidak menarik!

Di sela-sela curhatannya, ia juga sibuk mempromosikan diri sebagai teknisi andalan dan betapa banyak orang di kantor yang hendak menjatuhkannya. Di saat yang sama dia gak mau tanda tangan buku servis dengan berbagai alasan. Dikira aku bego, ya cari seseranlah.

Mana bisa aku percaya sama ucapan orang yang cari makan sembarangan begitu. Eits, gak boleh memvonis. Sudah gak bisa menasihati malah menghakimi. Ya sudah, curhatan selesai.

Nah gara-gara pengalaman interaksi yang gak asik itu, aku lebih suka bongkar-bongkar mesin cuci sendiri. Apalagi untuk masalah yang tergolong mudah seperti air rembes.

Ciri mesin cuci bocor yang kumaksud

Seperti yang kusebut di atas, masalah mesin cuci yang biasa kuberesi sendiri adalah masalah ringan. Bukan mati total, nyetrum, dsb.

Hanya air yang terus mengalir meski saluran pembuangan sudah pada posisi tertutup. Kadang, kalau celahnya kecil, sering tidak disadari. Setelah merendam dan akan mengoperasikan pencucian, air malah berkurang jauh. Kalau dipaksa memutar, atau telanjur diputar tanpa disadari airnya berkurang atau habis, bisa merusak dinamo karena kerjanya menjadi berat.

Oh ya, mesin cuciku masih jenis dua tabung. Karena kabarnya model ini lebih awet daripada yang satu tabung dan digital. Alasan lain, lebih murah!

Apa pun merk mesin cucimu, selama sama-sama dua tabung, rasanya gak bakal jauh beda. Sebab aku juga melakukan hal yang sama pada mesin cuci lama yang berbeda merk dengan yang sekarang. Hasil pencarian di Google, Youtube, dan melihat-lihat mesin cuci orang, begitu-begitu juga.

Karena aku bukan teknisi (apalagi profesional), kamu yang sudah telanjur masuk sini tolong terima-terima aja kalau istilahnya ngasal.

Langkah-langkah memperbaiki mesin cuci yang bocor/rembes

  • Kosongkan mesin cuci, supaya mudah digeser untuk melihat bagian belakangnya.
  • Siapkan obeng yang sesuai dengan sekrup pada bagian belakang mesin cuci. Tidak disarankan pakai pisau, gunting, apalagi pakai perasaan.
  • Obeng yang gak sesuai biasanya malah merusak sekrup. Di kesempatan lain, kamu bakal kesulitan untuk memutarnya lagi. Kepala sekrup mungkin aus, jadi makin susah diputar.
  • Jangan lupa cabut dulu kabel power dari stop kontak, ya!
  • Setelah penutup dibuka, akan nampak bagian dalam mesin cucimu yang lebih kurang begini.

Cara Memperbaiki Mesin Cuci

  • Buka tutup yang bertali itu perlahan, kalau terburu-buru bisa lompat dan pengaitnya lepas. Nambah kerjaan baru! Membuka apa pun, arahnya jelas ke kiri. Ingat, pelan-pelan. Tarik tutupnya ke atas juga perlahan.
Nah yang di foto di bawah ini adalah saluran pembuangan, baik dari tabung pencuci maupun pengering. Nanti akan kamu temukan koin, peniti, atau benda apa saja yang mengganjal, yang membuat saluran tidak tertutup walaupun kenopnya (tombol di mesin cuci) diputar ke arah menutup. Itulah yang membuat air terus mengalir dan terbuang sia-sia.

cara memperbaiki mesin cuci

Foto-foto ini adalah dokumentasi saat aku memperbaiki mesin cuciku yang bocor/rembes. Ternyata biangnya peniti dan koin seribu yang berkolaborasi menyumbat selang. Setelah semuanya dikeluarkan, karet pada tutup (yang berulir) kucuci bersih.

cara perbaiki mesin cuci


Jangan buang air dulu kalau saluran belum ditutup, bisa melimpah dan mengenai mesin. Kalau sudah begitu, masalah akan jadi lebih besar. 

Selebihnya gampang kan ya. Tinggal kamu tutup kembali bagian belakang mesin cuci. Sekrup wajib dipakaikan lagi, dikunci seperti semula. Sebab jika tidak, tanpa kamu sadari bisa copot sendiri dan khawatir terkena air.

Kalau mesinnya yang rusak, jelas lebih sulit diperbaiki. Apalagi mau ngoprek sendiri. Ujung-ujungnya panggil tukang servis, trus kamu diajak ngobrol tentang mantan istrinya. Sambil merokok lagi. Hadoo!

5 comments:

  1. Kreatif sekali, Mbak. Karena abang teknisi jadi dorongan buat mandiri lebih kuat ya. Hehe Alhamdulillah saya belum ada mesin cuci. Info sangat menarik kalau nemuin mesin cuci macet nih.

    ReplyDelete
  2. Wah, apa mungkin ya, setiap suami diminta bantuan, selalu bilang nanti.

    Tapi akhirnya gak dikerjain.

    Saya pernah dapat curhatan. Hehe...

    Dari keluarga sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin gak semua, tapi kebanyakan. krn laki2 kan fokusnya satu, trus pelupa. jd gak bisa ninggalin kegiatan tp lupa sm niatnya. ini bukan pembelaan ya, tp mbokya kalian tuh sadar diri! jgn ngerasa bener aja (nah ngegas!)

      Delete
  3. Wah keren mbaa.. servis mesin cuci sendiri.. pas banget mesin cuciku airnya ngisi terus. Walopun kondisi power off.. nanti kucoba cek kaya gini.. makasi infonyaa

    ReplyDelete