Mana yang Lebih Baik, UC, Kompasiana, atau Kaskus?

, , 12 comments

pengalaman menulis di UC, Kompasiana, Kaskus

Sayangnya enggak ada yang menanyakan itu ke aku, padahal aku pengin cerita. Di grup blogger dan grup penulis, yang mereka bahas kebanyakan soal DA (domain authority), lomba, dll. Ayo dong tanya, mana yang lebih baik, UC, Kompasiana, atau Kaskus?
Karena aku menulis di tiga platform itu, jadi kubagi sedikit pengalamanku, ya!


Soal tulis menulis, alhamdulillah sudah lumayan lama aku nyemplung di sini. Tapi ya gitu, gak pinter-pinter! Dari kirim-kirim ke media, ikut lomba, sampai menerbitkan buku. Baru belakangan asyik masyuk dengan aneka platform menulis daring.
Awalnya karena kurang kerjaan, habis resign. Selanjutnya benar-benar menikmati hobi. Di saat orang lain keluar duit untuk hobi, aku merasa dapat anugerah diberi hobi yang justru menghasilkan duit.


Sebelum ngalor ngidul tak terbendung, mending kita kembali ke fokus bahasan deh! Mana yang lebih baik, UC, Kompasiana, atau Kaskus?

UC News dan UC Browser

UC News adalah agregator berita dengan berbagai kategori. Sebelumnya kita mengenal UC hanya sebagai browser yang paling gampang dipakai mengunduh. Pada laman muka, ditampilkan aneka berita populer dan berbagai artikel yang disesuaikan dengan minat penggunanya.
Yang bergabung dengan UC di rentang tahun 2016-2018 auto jadi jutawan! Percaya gak percaya, di berbagai WAG nyaris tidak ada yang per bulan dapat kiriman payoneer di bawah $100. Malah ada yang nekat berhenti kerja untuk fokus nulis di UC!
Sayang, memasuki 2019, pendapatan penulis UC berkurang jauh. Yang semula dalam sehari bisa $20, sekarang untuk $2 saja terbilang sulit. Tapi menurutku, ini masih lebih mending daripada di beberapa platform lain. Aku juga pernah coba menulis di IDN Times, Blogku.id, Vebma, dll.
Beberapa mengapresiasi kreator dengan poin, yang jika dikonversi ke rupiah sungguh menyedihkan nilainya. Sisanya bahkan lenyap begitu saja, entah bagaimana kabar kreator yang saldonya masih tersisa.
pengalaman menulis di UC, Kompasiana, Kaskus 

Kelebihan UC

Selain soal materi. Enaknya di UC, menerbitkan artikel terbilang gampang. Sesama kreator bahkan dibolehkan saling modifikasi, selama yang ditulis tidak terindikasi copas dan atau hoaks.
Tulisannya pun relatif pendek, malah editor menyarankan untuk menulis tidak terlalu panjang. Katanya disesuaikan dengan karakter pembaca UC. 

Kekurangan UC

Untuk branding personal, UC sepertinya tidak mendukung. Sebab alih-alih menyisip tautan untuk backlink, menampilkan alamat blog di foto avatar pun tidak diperkenankan. 
Kreator yang bergabung di UC pada masa jayanya pun sekarang merasa berat untuk terus menulis. Sebagian besar merasa kurang dihargai. Tapi pada poin ini kurasa bisa jadi kelebihan, sebab yang menulis karena hobi, benar-benar bisa bertahan dan membuktikan ketangguhannya.

Kompasiana

Pengalaman menulis di UC, Kompasiana, Kaskus

Kompasiana adalah platform blog yang semula dikhususkan untuk jurnalis Kompas. Aku sudah bergabung di sini sejak 2011, tapi baru Oktober 2019 aktif kembali.
Niat awalnya sih untuk backlink blog ini, tanpa tahu sedikit pun bahwa Kompasiana juga menyediakan fee untuk penulis. Tulisan pertama setelah mati suri itu ternyata tembus belasan ribu views.
Seorang nenek yang novelnya pernah kuedit mengabari, “Cepat buat akun gojek! Nanti uangnya dikirim via gopay.” Pesannya lewat fitur percakapan.

Kelebihan Kompasiana

Menulis di Kompasiana benar-benar bisa dinikmati oleh penulisnya sendiri. Sepertinya admin Kompasiana lebih suka tulisan berupa pengalaman dan opini pribadi. Jadi tak perlu repot menuliskan sumber atau mencari-cari balik buku yang berisi teori sebagai dasar tulisan.
Minimal 70 kata untuk menerbitkan artikel. Dalam pencarian Google, Kompasiana juga unggul. Jadi hanya dengan 70 kata itu, orang kurang kerjaan yang mencari namamu bisa menemukanmu sebagai penulis di halaman bahkan baris pertama hasil pencarian.
Kelebihan Kompasiana lainnya ada di sini (lupa, ternyata aku pernah membahasnya!)

Kekurangan Kompasiana

Tidak semua kompasianer mendapat bayaran dari tulisannya. Hanya mereka yang artikelnya dilabeli “pilihan” yang mana total views dari artikel-artikel itu mencapai 3000 pembaca dalam sebulan. (Syarat lainnya akun telah terverifikasi, dan ini gampang).
Kekurangan lainnya yang pernah kualami, dan jujur menjengkelkan. Waktu aku dituduh plagiat hanya karena menulis ulang artikel luar. Atau jangan-jangan itu memang plagiat, ya? Ah kurasa enggak! Banyak kok media besar yang rewrite dari web populer berbahasa Inggris. Tebakanku sih aku keduluan mereka dalam membuat artikel. Dan mungkin kali itu agak apes, karena bahasa tulis ulangku mirip dengan terjemahan.

Kaskus

Pengalaman menulis di UC, Kompasiana, Kaskus

Di Kaskus aku masih newbie, artikel juga masih beberapa. Niatnya sama dengan Kompasiana, meninggalkan jejak untuk orang bertandang ke blog ini. Jadi memang bukan untuk cari duit.
Makanya ketika di Kaskus belum dapat upah (udah kayak kuli aja nih istilah) aku enggak merasa terhina seperti kebanyakan penulis yang mengharapkan materi dari setiap tulisannya.
Gak, enggak salah kok. Siapa bilang penulis gak boleh berharap duit dari tulisannya? Memangnya nulis gak pakai tenaga, waktu, ... dan idenya itu loh! Belum cemilannya.

Kelebihan Kaskus

Artikel gak harus panjang dan mendalam seperti kalau kamu nulis di blog (dalam rangka merayu Google). Pembaca Kaskus juga lebih variatif, tidak monoton seperti Kompasiana atau (kadang) bar-bar seperti pembaca UC.

Kekurangan Kaskus

Ya itu tadi. Kalau gak tahan banting, para pencari nafkah daring jelas bakal meninggalkan Kaskus. Sebab imbalannya enggak sesuai dengan lelahnya nulis.
Belum lagi artikel yang mendapat koin adalah yang lolos review. Syarat lolos review sendiri tak terlalu sulit. Minimal 2000 kata, jelas sumber info dan gambar, serta belum pernah ditayangkan di portal lain.
Untuk mendulang rupiah di Kaskus, lebih baik ikut event. Sebab mengandalkan artikel biasa, kalau tidak masuk hot threads, jelas terasa beratnya. Per 1000 views diganjar 100 koin. Minimal penarikan 5.000 koin setara 50 ribu rupiah.

Kamu bisa simpulkan sendiri mana yang lebih baik, UC, Kompasiana, atau Kaskus. Malah bisa jadi ada platform atau wadah lain yang lebih baik dari ketiganya. Menurutku pribadi sih, terlepas dari kebutuhan soal materi, menulis juga harus nyaman di hati.
Pertimbangkan sisi manfaatnya juga. Kalaupun enggak bisa memberi manfaat, minimal tidak menghasilkan kemudaratan. Sebab apa yang kita tulis bisa jadi jejak digital, bukan hanya di dunia.
Apa saja yang kita posting, selama bisa diakses pengguna internet lain, maka ia akan jadi amal jariyah. Terus mengalir pahalanya atau berkesinambungan dosanya, pilihan ada di jari kita. Selamat menulis!

UPDATE
UC sekarang tidak menerima kreator lagi, bahkan UC News sudah gak ada di Play Store (yang ada hanya UC Browser). Ceritanya di sini, Gengs!

12 comments:

  1. Pernah pakai UC news pernah juga di Kompasiana. Tapi di kedua-duanya belum mampu menulis secara kontinyu soalnya masih fokua buat blog sendiri.

    ReplyDelete
  2. Aku belum ada akun di 3 platform itu. Tapi dari penjelasan mbak sepertinya menarik kompasiana. Dan Kompasiana udah lama menarik perhatianku juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. langsung meluncur ke tkp deh! emang seru di sana

      Delete
  3. Aku pernah nulis di UC dan ngos-ngosan cari viewer, Kompasiana buat nulis kalau ada lomba..masih lebih nyaman di blog...

    ReplyDelete
  4. Masyaallah...bermanfaat banget. Dulu pernah nulis di UC sama Kompasiana. Kaskus nggak pernah. Sekarang jadi pingin nulis di Kompasiana lagi. Terimakasih atas ilmunya ya, Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. senior yg sedang merendah ... terima kasih kunjungannya mbak sinta

      Delete
  5. Beberapa platform ini memang aku gunakan, tetapi sampai sekarang belum.bisa mengoptimalkan semua platform itu 😂 lebih suka meramaikan konten pribadi di blog

    ReplyDelete
    Replies
    1. pada nyaman ngeblog ya. semoga aku juga

      Delete
  6. Aku belum pernah punya akun dan nulis di ketiganya. Tapi baca ulasan Mbak Tari membuatku tergiur untuk nulis di Kompasiana. Backlinknya loh lumayan. Hehe.

    ReplyDelete
  7. Dulu pernah aktif di UC. Dan pernah terima bayaran juga. Sekarang sdah lama off. Enak ngeblog aja dah

    ReplyDelete
  8. Saya pengen nulis di Kompasiana, tapi nyatanya gak semua tulisan yang dibayar ya. Huft, jadi nulis di blog sendiri aja dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi utk backlink lumayan, percaya deh!

      Delete