Inilah 7 Sikap dan Kebiasaan Para Miliarder, Bisa Ditiru!

, , 4 comments
kebiasaan orang kaya
Photo by Dmitry Demidko on Unsplash

Siapa sih yang gak pengin jadi kaya? Itu normal. Yang gak normal, pengin kaya tapi kerjaannya rebahan.

Ada yang bilang, salah satu tips jadi kaya adalah dengan bergaya layaknya orang yang sudah kaya. Apa? Pamer barang branded? Bukan, pamer-pamer itu kerjaan orang sok kaya atau yang butuh pengakuan disebut kaya.

Kalau yang kaya beneran, mereka rajin sedekah. Dan menurut sumber yang kubaca, kebanyakan mereka punya sikap dan kebiasaan seperti di bawah ini.

#1 Orang superkaya rata-rata egois

Bukan mentang-mentang kaya terus egois. Tapi bawaan lahir yang membuat mereka fokus ke dirinya sendiri. kalaupun diistilahkan dengan egois, tentu ini dalam hal yang positif.
Mereka yang berbakat jadi orang kaya, umumnya tidak terlalu peduli dengan urusan orang lain. Mereka maju bukan untuk bersaing dengan siapa pun, tapi untuk memuaskan dirinya sendiri. Hal ini disimpulkan oleh salah seorang peneliti Jerman, Rainer Zitelmann.

#2 Bersenang-senang di waktu luang

Berbeda dengan kebanyakan orang yang suka leyeh-leyeh di waktu luang, para miliarder yang menurut sumber, rata-rata kurang tidur, menghabiskan sisa waktu mereka untuk hobi dan pengembangan diri.
Baca buku dan olahraga adalah contoh senang-senang ala miliarder. Alih-alih main cacing apalagi bertik-tok ria.

#3 Jarang main medsos

Sarah Fallow, dalam bukunya Become the Millionaire Next Door, menyebutkan, para miliarder bermedsos ria hanya beberapa jam dalam sepekan. Sedangkan orang dengan pendapatan rata-rata, menghabiskan sekira 14 jam dalam sepekan untuk mengakses media sosial.

#4 Miliarder suka mencari uang, bukan buang-buang uang

Proses dapat duit itu loh yang bikin mereka senang, bukan duitnya sendiri. Tak heran jika orang yang sangat kaya lebih sering terlihat sederhana. Karena prinsipnya, mereka ingin semua kebutuhannya terpenuhi, bukan keinginannya.

#5 Cepat nikah dan punya banyak anak

Kita sering mendengar orang sengaja menunda nikah karena karir. Ternyata miliarder enggak begitu. Justru mereka nikah lebih muda dan punya banyak anak, karena dukungan keluarga adalah obat stres paling mujarab.
Menurut entrepreneur.com (2/5/16), 87% orang terkaya dunia berasal dari keluarga yang harmonis dan memiliki lebih dari 3 orang anak.

#6 Penampilan khas

Kebanyakan figur orang kaya yang digambarkan sinetron dan telenovela sangat jauh dari kenyataan. Rata-rata orang terkaya dunia berusia 50-70 tahun. 40% dari mereka berkacamata dan botak. Btw aku sudah pakai kacamata, tapi gak mau jadi botak!
Pada tahun 2018, dari 2000-an orang terkaya dunia (dengan harta lebih dari 1 miliar dolar), hanya 300 orang yang berjenis kelamin perempuan. Lah iya, kan cewek hobi shopping, yang itu melanggar poin nomor 4.

#7 Mereka punya sahabat

Para miliarder gak pilih-pilih waktu berteman. Tapi mereka punya catatan di kepala, mana yang oke untuk diakrabi, mana yang cuma toksik. Mirip introvert ya, hm, rasa-rasa.
Kalau orang biasa memilih sahabat yang punya kesamaan minat, orang-orang superkaya suka pada orang yang positif, optimis, dan bisa membantu mereka untuk berkembang. Cari untung juga rupanya.
Sepertinya istilah sahabat kurang tepat ya. Mungkin selektif dengan cara yang lebih soft. Berbeda dengan introvert yang memang cari nyaman. Sahabat itu, kata Ali karamallahu wajhah, yang ada saat kita susah. Jadi para miliarder mungkin belum tahu mana yang benar-benar sahabat sampai mereka jadi dhuafa atau ditangkap KPK.


4 comments:

  1. Wih kebiasaan-kebiasaan di atas rasanya sangat menampar kaum rebahan ya. Hampir semua sikap di atas bertolak belakang dg fakta yang terjadi secara umum.

    ReplyDelete
  2. Saya masih sering main medsos, itu berarti jalan jadi miliarder masih jauh ya, Mbak. Sedih sih, tapi paling tidak diatur biar main medsosnya bermanfaat.

    ReplyDelete
  3. Mungkin bisa disebut "jutawan" sih Mbak. Alhamdulillah hhe

    ReplyDelete