Psyllium Husk untuk Asam Lambung? Cek Faktanya Sebelum Konsumsi | iluvtari

Psyllium Husk untuk Asam Lambung? Cek Faktanya Sebelum Konsumsi

, , No Comments
Bagi penderita asam lambung, konsumsi makanan yang bernutrisi tinggi sangatlah penting, apalagi makanan yang kaya akan serat. Psyllium husk sendiri bisa menjadi bahan sumber serat sehari-hari. Bagaimana manfaat psyllium husk untuk asam lambung?

Pada zaman dahulu, serat memang dianggap tidak terlalu penting bagi manusia. Namun, seiring berjalannya waktu, serat pangan semakin menunjukkan eksistensinya dengan munculnya berbagai penyakit pada sistem pencernaan. Oleh karena itu, jangan sampai kebutuhan akan serat ini tidak tercukupi.

Serat pangan merupakan salah satu zat gizi yang harus dipenuhi setiap hari. Menurut Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan serat pangan untuk orang dewasa ini mencapai 25 hingga 36 gram.

Psyllium Husk

Apa itu Psyllium Husk?

Salah satu cara mencukupi kebutuhan serat pangan harian ini adalah dengan mengonsumsi sayur atau buah-buahan. Sebab, serat pangan hanya bisa didapatkan melalui bahan pangan yang berasal dari tumbuhan saja.

Contoh bahan pangan yang sangat tinggi serat adalah psyllium husk. Bahan pangan psyllium ini masih sangat asing di telinga masyarakat Indonesia.

Sebelum mengulas mengenai psyllium husk untuk asam lambung, tentu saja kita harus mengenal psyllium lebih jauh. Psyllium husk atau yang sering disebut dengan Ispaghula adalah serbuk serat yang diambil dari biji sekam Plantago Ovata.

Menurut jurnal Acta Scientific Microbiology, psyllium husk sudah digunakan oleh dokter-dokter Muslim dan Hindu untuk menyembuhkan penyakit usus dan pencernaan sejak ribuan tahun lalu.

Secara umum, psyllium husk adalah serat larut yang sangat banyak dimanfaatkan untuk pembuatan suplemen makanan. Tanaman ini juga sering disebut dengan obat pencahar karena tingkat seratnya yang tinggi.

Oleh karena itu, mengonsumsi psyllium husk ini baik untuk kesehatan pencernaan dan mengatasi berbagai masalahnya.

Manfaat Psyllium Husk untuk Asam Lambung

Selain untuk memperlancar proses pencernaan, serat pangan juga bisa membantu dalam meredakan asam lambung naik (GERD). Bagaimana bisa? Asam lambung naik (GERD) adalah suatu kondisi di mana asam lambung naik ke saluran kerongkongan.

Kandungan serat dalam psyllium husk bisa dianggap sebagai prebiotik.

Prebiotik sendiri merupakan makanan untuk mendorong pertumbuhan bakteri baik sehingga kesehatan pada organ-organ pencernaan bisa terjaga. Melakukan diet kaya serat dengan psyllium husk ini bisa menjadi salah satu cara dalam mengatasi dan mencegah gangguan asam lambung.

Peran dari psyllium husk bagi penderita asam lambung tidak hanya sampai di sini saja. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa psyllium husk adalah sejenis serat larut. Sementara serat larut ini dapat membuat penderita asam lambung kenyang lebih lama.

Artinya, manfaat psyllium husk untuk asam lambung yang berikutnya adalah dapat mengontrol nafsu makan. Dengan nafsu makan yang terkontrol, penderita asam lambung bisa menahan diri untuk tidak jajan makanan yang tidak sehat.

Sebab, penderita asam lambung harus selalu menjaga pola makan agar tetap teratur dan bergizi. Psyllium husk masih memiliki manfaat lainnya, yaitu: mengontrol berat badan, mengurangi kadar kolesterol, dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Artinya, konsumsi psyllium husk ini baik untuk kesehatan penderita asam lambung. Kendati demikian, terlalu berlebihan dalam konsumsi serat juga tidak baik karena bisa meningkatkan lonjakan asam lambung.

Sehingga mengonsumsi psyllium husk ini harus dengan jumlah yang cukup. Salah satu caranya adalah dengan konsumsi sereal Nutriflakes, sebuah makanan sehat yang cocok dikonsumsi siapa saja. Anda bisa berkunjung ke https://nutriflakes.id/ untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Sereal sehat ini dapat mengatasi gangguan kesehatan seperti asam lambung naik dan maag kronis. Nutriflakes juga menggunakan bahan-bahan yang alami, seperti psyllium husk, umbi garut, susu etawa, gula aren, dan daun kelor sehingga tidak akan memberikan efek samping.

0 comments:

Post a Comment