Wajah Tersenyum Padahal Hati Menangis, Kamu Mungkin Mengidap Eccedentesiast!

Woman with sad unhappy face holding mask with a fake smile. Vector illustration in comic retro pop art style. Stock Vector - 64411620
123rf.com
Kesannya seram ya, mengidap! Padahal, eccedentesiast (dibaca eksidentisias) bukanlah kelainan atau kondisi psikologi yang berbahaya.
Menyembunyikan kesedihan di balik senyuman, itulah yang disebut dengan eccedentesiast. Hal ini banyak dilakukan orang, terutama perempuan.
Bukan karena gangguan saraf, hormon, dsb. Perilaku ini adalah bagian dari pertahanan diri seseorang yang tidak ingin menyusahkan orang lain, dan berusaha tegar menghadapi masalah. Karena pada dasarnya orang dengan eccedentesiast memiliki karakter mandiri.
Di satu sisi, seorang eccedentesiast adalah manusia tangguh yang dapat meredam kesedihan di balik senyumnya. Bukankah ini terlihat lebih menyenangkan ketimbang melihat orang yang bad mood sepanjang hari? Tapi di sisi lain, kesedihan yang terus menerus dipendam justru bisa berakhir dengan depresi.
Kamu tentu pernah mendengar berita tentang orang yang bunuh diri sementara keluarga dan temannya mengira korban baik-baik saja. Itulah salah satu kelihaian orang dengan eccedentesiast. Menggunakan topeng keceriaan untuk menutupi kesedihan yang mendalam.
Lalu bagaimana menyembuhkannya?

Hasil gambar untuk chatting with friends
Seperti disebutkan di awal. Eccedentesiast bukanlah kelainan yang patut diwaspadai. Ini semacam kepribadian seseorang yang harus dikelola dengan baik.
Jika kamu mendapati dirimu mengalami eccedentesiast, kamu harus yakin bahwa tidak satu manusia pun di dunia ini yang tidak punya masalah. Atau jika kamu mendapati teman atau saudaramu tengah mengalami kesedihan, jangan paksa ia untuk tersenyum. Biarkan ia bercerita untuk melepaskan bebannya.
Tapi pastikan bahwa yang diceritakan adalah masalah, baik sekadar melepas unek-unek atau benar-benar mencari solusi. Bukan justru bergosip, karena yang terakhir ini justru berpotensi menjadi masalah baru.
Jika kamu terlalu sungkan untuk bercerita, lepaskan bebanmu lewat tulisan. Bukan di status medsos, tapi tulis atau ketiklah pada tempat yang dirahasiakan. Baca lagi pada satu atau dua bulan ke depan. Kamu akan mendapati, betapa konyol kesedihanmu saat itu.
Atau jika saat kamu membacanya, kamu masih bersedih, kamu tetap bisa mengambil pelajaran dari kejadian saat itu. Intinya kamu harus percaya, manusia mendapat masalah karena ia mampu menyelesaikan masalah.

Hasil gambar untuk pray
brilliantperspectives.com
Apalagi kalau kamu seorang Muslim, Allah mengirimkan masalah bukan untuk kamu selesaikan. Tapi untuk melihat bagaimana responsmu terhadap masalah. Solusi sih gampang, Allah yang kasih masalah. Ya Allah yang selesaikan.
Btw kok dari tadi kamu terus. Maksudnya kita!

Komentar

  1. Ngobrol sama Allah saja, aman terjaga rahasianya, diberikan solusinya sekalian pahalanya, lagi.
    Karena bicara soal hati, itu sulit, sedekat apa pun orang tersebut sama kita. Ada hal yang nggak bisa dibicarakan sama dia, ada batas gitu untuk menceritakan segalanya. Ujungnya, kita kadang hanya menceritakan apa yang kita nilai pantas untuk kita ceritakan. Sedangkan masalah utamanya adalah yang sedang disembunyikan itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau diceritakan semua malah buka aib, jadi masalah lagi, hihi

      Hapus
  2. Menulis memang ampuh banget untuk menghilangkan kesedihan. Dan bener, waktu dibaca lagi setelah beberapa waktu aku kadang merasa konyol dengan kesedihanku yang totalitas sebelumnya. Konyol.

    BalasHapus
  3. akuh banget ini mba. Selain suka gangguin temen untuk dengerin curhat aku, aku sering melampiaskannya lewat tulisan. sekadar menulis saja untuk melampiaskan kesedihan, bukan untuk di posting. setelah aku terapin, lumanyan ampuh cara ini ya mba.. hehe

    BalasHapus
  4. Ternyata ada istilah kerennya untuk menyembunyikan perasaan sedih gitu ya. Membagi masalah dengan orang memang bisa meringankannya, tapi juga bisa memberatkannya kalau-kalau orang yang dituju tidak amanah. Memang lebih baik mengadu pada Allah, karena Dia selalu mau mendengar semua curhatan kita.

    BalasHapus
  5. wahh... ternyata ada istilahnya juga ya bagi orang yang masih tersenyum padahal hatinya menangis. Aku baru tau... Sebaiknya jangan dipendam sendiri, tapi mengadu benar-benar ke Allah....

    BalasHapus
  6. Kenapa kaum oerempuan pandai banget menyembunyikan luka? Huhuhu aku banget sih ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo duit gak enak disembunyiin, enaknya dihambur2

      Hapus

Posting Komentar