Apa Beda Psikolog dan Psikiater?

, , No Comments
Awalnya aku mau nulis beda introvert dan antisosial, gara-gara celoteh seorang pejabat yang menyebut introvert rawan jadi teroris. Pale lu! Tapi karena nggak ada yang nyari, wkwk, jadi beralih ke hal lain yang agak mirip; apa beda psikolog dan psikiater?

Acap kali orang sulit membedakan dua profesi yang berkaitan dengan mental, psikolog dan psikiater. Kalau ada yang tanya secara langsung, simpelnya kujawab, “Psikolog itu urusannya ke minat bakat, sedangkan psikiater adalah dokter spesialis kejiwaan."

Sedangkan untuk lebih detail, kamu perlu baca ulasannya berikut ini. Boleh lompat-lompat, itu khasnya gaya baca kita (idealnya gak boleh gitu, biar gak salah paham). Yang penting jangan buru-buru pergi, banyak artikel lain yang patah hati kalau gak kamu samperin!

Beda Psikolog dan Psikiater

Psikolog

Menurut KBBI, psikolog adalah ahli psikologi. Sedangkan psikologi sendiri artinya “ilmu yang berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada perilaku; ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan jiwa”.

Dari situ jelas bahwa pekerjaan psikolog adalah pada hal-hal yang berkaitan dengan mental dan perilaku seseorang. Di perusahaan-perusahaan, psikolog kerap dibutuhkan saat proses perekrutan karyawan.

Aku pernah bekerja di sebuah sekolah, yang mana psikolog diberdayakan untuk melihat tabiat guru dan peserta didik lewat ilmu psikologi yang dimilikinya. Dari tes dan wawancara yang dilakukan, psikolog dapat menganalisis karakter seseorang yang berpengaruh pada kinerja (untuk guru/karyawan) atau minat bakat (untuk siswa).

Tidak hanya itu, psikolog juga sering diperbantukan di banyak bidang, sehingga secara umum psikolog dibagi menjadi 4 kategori:
  • Psikolog pendidikan, sering diperbantukan pada bagian Bimbingan dan Konseling (BK). 
  • Psikolog forensik, bekerja di ranah hukum. Membantu polisi menganalisis pola kejahatan, karakter terdakwa, dll.
  • Psikolog industri, seperti yang kusebut di atas, ilmu psikologi dimanfaatkan untuk merekrut dan memetakan posisi karyawan sesuai potensi mereka. Bisa pula untuk melihat kecenderungan konsumen dan pengaruhnya pada konsumsi produk. 
  • Psikolog klinis, psikolog yang bekerja di rumah sakit atau membuka praktik sendiri. Di rumah sakit jiwa, psikolog bekerja sama dengan psikiater untuk menyembuhkan pasien.  

Syarat Menjadi Seorang Psikolog

Kamu yang suka menebak-nebak karakter orang berdasarkan cara makan, cara bicara, warna favorit, dsb, bisa jadi berbakat menjadi psikolog. Atau mungkin sekadar berminat? Kalau tukang ramal cukup modal pinter ngomong, psikolog butuh lebih dari sekadar kemampuan meyakinkan orang,

Untuk menjadi seorang psikolog, kamu harus kuliah di jurusan Ilmu Psikologi. Cukup sampai situ? Sama sekali nggak. Masih jauh!

Setelah menjadi sarjana psikologi, kamu masih harus menempuh S2 (magister psikologi profesi), dan wajib menyelesaikan pendidikan di luar negeri. Untuk info yang terakhir ini, tak banyak sumber yang kudapat. Namun dari daftar psikolog terkenal di Indonesia, rata-rata mereka memang pernah kuliah di luar negeri.

Selain pendidikan, untuk menjadi psikolog dan membuka praktik, dibutuhkan dua sertifikat: sertifikat sebutan psikolog (SSP) dan surat izin praktik psikologi (SIPP).

Profesi psikolog bisa dikatakan punya prospek yang sangat menjanjikan. Lihat saja, belakangan banyak orang stres, kan? Mereka butuh konsultasi ke … psikolog atau psikiater? Apa beda psikolog dan psikiater? Nanti dulu, tuntaskan baca artikelnya!

Psikiater

Masih merujuk pada KBBI, psikiater adalah dokter yang ahli dalam penyakit jiwa. Pernah nonton film The Silence of The Lambs? Tokoh antagonisnya, Hannibal Lecter, adalah seorang psikiater. Dan film tersebut berkisah tentang psikopat paling profesional! Artinya …

Ternyata, film thriller itu gak ngasal. Banyak psikiater yang ternyata memiliki ciri psikopat! Bentar, film thriller itu artinya film seru atau menegangkan, ya! Bukan film sadis. The Silence of The Lambs sendiri lebih “aman” dibanding film tentang psikopat lainnya, karena tidak mengandung darah yang lebay. 

Berbeda dengan psikolog yang ahli dalam pengetahuan mental dan karakter, psikiater adalah dokter spesialis. Sama seperti dokter kandungan, dokter saraf, dokter gigi, dll. Jadi kalau mau tes IQ, jangan datang ke psikiater! Itu wilayah psikolog. Sampai sini sudah kebayang belum, apa beda psikolog dan psikiater?

Cara Menjadi Psikiater

Karena psikiater adalah dokter, maka untuk menjadi seorang psikiater harus menempuh pendidikan kedokteran. Dari dokter umum dilanjutkan dengan mengambil spesialisasi di bidang psikiatri, lalu menyandang gelar dr. SpKJ (spesialis kedokteran jiwa). 

Nantinya tugas psikiater yang kamu emban adalah mengobati pasien dengan keluhan berbagai penyakit mental, penyalahgunaan narkoba, gangguan tidur, dsb. Sebaliknya sebagai pasien, kamu jadi tau kan kapan harus ke psikiater?

Sama seperti psikolog, soal karir, psikiater juga bisa membuka praktik sendiri atau bekerja bersama di rumah sakit. Hingga saat ini, jumlah psikiater maupun psikolog di Indonesia tergolong masih sedikit.  

Perbedaan Psikiater dan Psikolog

Dari panjang lebar ulasan di atas, kesimpulannya:
  1. Psikolog adalah ahli psikologi, sedangkan psikiater adalah dokter.
  2. Psikologi pada intinya adalah ilmu tentang perilaku, sementara psikiatri adalah ilmu kedokteran tentang penyakit jiwa.
  3. Karena psikolog bukan dokter, mereka tidak bisa meresepkan obat. Sebaliknya, psikiater memberi resep obat-obatan untuk mengobati pasien.
  4. Klien psikolog berkonsultasi soal minat dan bakat, sedangkan pasien psikiater berkonsultasi mengenai gangguan mental atau kejiwaan.

Persamaan Psikolog dan Psikiater

Kalau ada perbedaan, ada persamaan dong! Iya tau, kebanyakan orang mengira psikolog dan psikiater itu sama. Makanya kemudian mencari tahu, apa bedanya. Ini kok malah ngasih tau persamaan. Ya biar panjang aja.

Psikolog, Psikiater, Konselor

Selain psikolog dan psikiater, masih ada konselor. Nah loh, apa lagi itu! Justru konselorlah yang membuat psikolog dan psikiater tampak sama. Konselor adalah orang yang melayani konseling.

Jadi entah itu psikolog, psikiater, bahkan yang bukan keduanya, bisa menjadi konselor. Contohnya seabrek-abrek. Ada konselor rumah tangga, konselor gizi, dan macam-macam lagi berdasarkan latar belakang keilmuan dan pengalaman si pemberi konseling. 

Oke, perbedaan psikolog, psikiater, dan konselor, sudah jelas. Psikolog berurusan dengan psikologi, serta bisa menjadi konselor. Psikiater adalah dokter spesialis psikiatri yang juga bisa menjadi konselor. Sedangkan konselor adalah siapa saja yang berkompeten memberikan konseling. 

Apa Beda Psikolog dan Psikiater?

Alhamdulillah, tambah ilmu lagi. Eh, jangan-jangan malah sudah tau. Kalau gitu kamu bisa tambahkan info di kolom komentar. Berbagi ilmu gak bakal rugi, Gengs! 

Kalau dulu, orang yang mendatangi psikolog atau psikiater bisa dikira gila. Sekarang sudah banyak yang paham, bahwa vonis itu tidak benar. Malah orang gila lebih suka jalan-jalan ketimbang berobat kan!

Justru kedengaran keren kalau kamu disapa orang di jalan, dari mana? “Dari psikolog, mau memetakan potensi.” Tapi kalau dari psikiater, baiknya diem-diem aja sih. Apalagi kalau profilmu gak ada gambarnya, yang nyapa langsung konek apa yang sedang terjadi pada psikismu. Halah! 

Apa beda psikolog dan psikiater, kamu sudah tau. Jadi kalau merasakan ada yang aneh dengan pikiranmu atau bingung mau pilih jurusan apa, kamu harusnya tau konsultasi ke mana. Yang jelas bukan ke dukun! Ya iya,  kan udah tau alasan dukun disebut orang pintar. Karena yang datang ke mereka adalah orang bodoh.

0 komentar:

Posting Komentar

pembacaku nan baik budi, gunakan profil google yg jelas ya, yg pake wp juga boleh langsung nama blognya. yg penting jgn anonim, pelan2 tamu anonim akan dihapus komennya dr blog ini.