9 Tipe Teman yang Ternyata Toxic

, , 14 comments
Beberapa tahun belakangan, istilah toxic atau toksik ramai dibahas. Pada akhirnya orang-orang mulai sadar bahwa teman atau pasangannya ternyata mengandung racun, alias toxic/toksik itu!

Kamu termasuk yang menyadarinya? Nggak? Baguslah! Jadi artikel ini akan lebih berguna. Kalaupun kamu sudah tau, jangan buru-buru kabur! Bisa tinggi boncret iluvtari, tau!

teman toxic

Teman toxic adalah teman, atau siapa pun lah, yang kehadirannya membuatmu tidak nyaman. Ada kalanya kamu sedikit agak nyaman, tapi kamu tau bahwa sebenarnya kedekatan kalian membuat sesuatu yang tidak sehat. Contoh jelasnya nanti kujabarkan di bawah.

pasangan toksik
Kalau toxic relationship? Ya itu-itu juga sih, kan tinggal diterjemahkan relationship ke bahasa Indonesia, yang artinya hubungan. Tentu lebih ke hal yang dekat, misalnya pasangan atau pacar. Kalau teman toxic aja gak enak, apalagi pasangan!

Lalu bagaimana cara menghadapi teman atau pasangan toxic? Aku gak punya stok tips sih. Ya jauhi saja. Ada miliaran penduduk Bumi, masa sih kamu gak bisa dapat teman atau pasangan yang lebih waras!

Bagaimana dengan lingkungan toxic? Eh tiba-tiba ingat, aku pernah bertahun-tahun tinggal di lingkungan seperti ini. Solusinya ya pindah. Gak mungkin kan kita mengusir orang satu kampung?

teman toksik
Lalu bagaimana kalau lingkungan toxic itu lebih kecil, keluarga misalnya? Hm, jangan-jangan kamunya yang baper kali. Jangan buru-buru meninggalkan keluarga, sebab mereka adalah harta yang paling berharga.

Kata siapa? Kata lagu. Keluarga Cemara. Sebab kalau tidak ada keluarga, yang tersisa cuma cemara. Manalah enak tinggal di rumah yang cuma ada cemara, tanpa keluarga. Kan bosan tiap hari dicemarai terus. Serah lu deh, Min!

Dah yuk, kita kembali ke judul. Inilah 9 tipe teman yang ternyata toxic!

#1 Tukang Gosip

Setelah “disyariahkan” jadi gibah (ini yang baku ya, ghibah itu transliterasi dari Arab ke Indonesia), ngegosip jadi terkesan hanya cerita lucu-lucuan. Padahal tetap dosa. 
Meski gosip identik dengan cewek, nyatanya banyak cowok yang juga suka ngegosip. Terlepas mereka ngondek atau nggak. Halah, ke mana sih ini!
Teman, pasangan, saudara, atau siapa pun, yang setiap kamu ada di dekatnya selalu membuatmu jadi banyak tau aib orang lain, sebaiknya kamu hindari deh!
Memang asyik, menarik, dan bikin ketagihan. Tapi tau nggak, kalau waktu kamu dengan dia, dia ngomongin si Anu. Nanti ketika dia ketemu sia Anu, dia bakal gibahin kamu. Dijamin! 

#2 Semua Tentang Dirinya Sendiri

Tips penting untuk kamu yang baru kenalan dengan orang baru; selain menceritakan tentang dirimu, beri temanmu kesempatan untuk bercerita tentang dirinya sendiri. 
Jika kamu hanya sibuk membicarakan apa pun tentang dirimu sendiri, artinya kamu justru termasuk orang yang toxic.
Kata Ali karamallahu wajhah, “Tak perlu menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun. Karena yang mencintaimu tidak membutuhkan itu, dan yang membencimu tidak akan memercayai itu.”

#3 Jagoan Drama

Mereka adalah manusia lebay yang suka mendramatisir masalah. Kamu mungkin akan bersimpati lalu membantunya keluar dari masalah yang ia keluhkan.
Masalahnya, orang-orang ini memang selalu bermasalah. Sekali mendapat pertolongan, selanjutnya ia akan menganggap bahwa menolong dirinya adalah kewajibanmu sebagai teman. Meskipun ia sendiri mungkin belum pernah membantumu. 
Kalau kamu cuek, si tukang drama akan menganggapmu teman yang buruk. Gak perlu merasa tidak nyaman, karena ini justru bagus. Bapaknya aja belum tentu bantu dia terus, kamu siapanya?

#4 Si Sotoy 

“Tulisanmu bagus, tapi banyak yang nggak sesuai eyede!”
Woo! EYD mana zaman. Sekarang EBI (ejaan bahasa Indonesia), Mpok! Dan kata yang kamu temukan di KBBI bukan berarti kata baku, melainkan kata yang diakui keberadaannya. Jadi yang baku ada di mana?
Nah itu lain bahasan. Intinya gak usah sotoy mengomentari hal-hal yang kamu gak paham-paham amat. 
Salah satu kebiasaan orang toxic adalah sok taunya lebay, bahkan berani mengkritik, padahal dia bukan ahlinya. Hanya modal baca judul salah satu artikel yang nyangkut di Google, dia bisa menggurui orang yang dianggapnya tidak banyak tau.
Kamu gak perlu berlagak sok pinter di hadapan orang dengan tipe ini. Cukup menjauh saja.

#5 Sok Kuasa

Punya pasangan yang terlalu mengekang saja tak enak, apalagi sekadar teman lalu berusaha mengontrol perbuatanmu. Hm, pikir baik-baik deh untuk hubungan jangka panjang dengan orang seperti ini.
Selain sering melarangmu melakukan beberapa hal, teman toxic juga kerap menitah dengan dalih meminta tolong. Agak mirip dengan si Jagoan Drama di poin 3, tapi yang ini gak akan memelas kayak orang susah.
Justru mereka terlihat superior, dan cenderung mendapatkan banyak keuntungan dari teman yang tanpa sadar mengorbankan diri untuknya.

#6 Manipulator

Hampir semua orang punya sahabat, tapi manusia dengan karakter manipulator tak akan memilikinya. Sebab sahabat tidak mungkin memanfaatkan sahabatnya. 
Begitulah, manipulator tega memutarbalikkan fakta demi keuntungan pribadi. Di awal, mereka akan tampak memukau, tulus, dan menyenangkan untuk dijadikan teman.
Tapi pertemanan jangka panjang dan mendalam tidak akan mampu dilalui bersama seorang manipulator. Memangnya kamu mau, namamu dicatut untuk kepentingan orang lain. Kamu dipuji-puji di depan mata, tapi di belakang difitnah? 
Manipulatif dan tak punya simpati adalah karakter khas seorang psikopat. Hati-hati!

#7 Sinis

Alih-alih memberi semangat atas upaya atau ucapan selamat untuk keberhasilanmu, teman toxic justru suka berkomentar dengan nada sinis dan tendensius. Dibilang iri, gak ngaku.
Tapi kalau ada seseorang yang berusaha membuatmu eling dari kesurupan dunia motivasi, mungkin dia hanya gak mau punya teman halu. Kamu harus bisa membedakannya, ya! Dunia ini realistis, motivator terbaik adalah dirimu sendiri.
Selama kamu bukan tukang pamer, abaikan saja komentar-komentar gak penting yang merusak hati. Iri bilang, Bos!

#8 Tukang Ngambek

Temanmu baperan, kalau sakit hati, diam seribu bahasa. Padahal salahnya di mana, apa penyelesaiannya, gak jelas blas.
Bagaimana menghadapi orang seperti ini? Oke, kamu ngaku salah aja. Daripada debat. Dia memang cuma butuh itu. 
Tapi kalau dia masih cuek, sok-sok gak butuh, ya sudah. Kerjaan lain banyak! Semakin kamu ladeni si tukang ngambek, semakin kamu memberinya ruang untuk terus begitu.  

#9 Penasihat Gak Penting

Ada orang yang merasa perlu untuk selalu berkomentar. Gak peduli bagaimana perasaan orang yang ia komentari, dan tak peduli bahwa orang tidak butuh dengan komentarnya.
Di dunia maya, merekalah netijen gak ada akhlak yang mengira identitasnya aman di jagat internet. Di dunia nyata, mereka adalah orang-orang yang bersembunyi di balik alasan klise “niatnya baik kok, untuk kebaikanmu juga.”
Nyatanya teman demikian tidak menginginkan kebaikan untukmu. Kalau kamu sukses, dia merasa yang paling berjasa. Dikira berkat beaceote-nya.
Kalau kamu nyungsep, itu juga karena kamu gak patuh sama celotehannya. “Gue bilang juga apa, makanya … blablabla.” Kamu tidak akan pernah bisa memuaskan kehendaknya, jadi jangan pernah terobsesi menjadi yang dia inginkan. Tak berujung!
Kalau kamu berpikir untuk terus bertahan dengan satu atau beberapa teman toxic seperti di atas (barangkali karena ada keperluan), pastikan mentalmu kuat, Gengs! Biar tidak terkontaminasi, terdismotivasi, atau bahkan jadi kacung mereka.

Hasil rewrite dari brightside

14 comments:

  1. Iya mending dihindari ya makhluk begini daripada merusak mood dan kebahagiaan pribadi..masih banyak teman lain...

    ReplyDelete
  2. Selfnote nih Mbaa.
    Baik untuk remind dan menilai diri supaya bisa berbaur di lingkungan tanpa pernah jadi toxic buat orang lain ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul. lebih tepat begini kayaknya, jgn jd toksik buat orang lain. terima kasih

      Delete
  3. Ada tipe toxid lain, yang mendekat kalau lagi butuh pinjaman. Terus yang suka benar sendiri, kalau orang lain salah semua...

    ReplyDelete
  4. Mbak, kalau ada orang yang suka "bully" kita, tapi dia baper saat di bully balik, itu mestinya gimana? Selain itu, saya selalu khawatir jika ternyata saya dinilai toxic oleh orang lain, jadi harus terus memperbaiki diri

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo tau dibully gak enak kenapa ngebully, hehe. aku cuma nulis mas, gak tau juga. cari aman ajalah

      Delete
  5. Emang susah ya nyari teman yang cocok banget sama kita. Kadang kitanya cocok, dianya enggak, jadi bertepuk sebelah tangan haha..

    ReplyDelete
  6. Tetap berteman tapi jangan begitu dekat. Pilihannya memang memengaruhi atau dipengaruhi

    ReplyDelete
  7. aku termasuk yang cuek dala berteman, boleh dibilang asik-asik aja, nggak terlalu tergantung ama teman, jad ketemu tipe begitu yang bisa2lah gimana kita bersikap aja

    ReplyDelete
  8. aaaaa noted banget ini. pengen banget banyak yang baca tulisan ini, mudah2an kita ga jadi orang atau tokoh yang toxic ya aamiin

    ReplyDelete
  9. Galfok aku sama memenya haha ketemu dimana sik?, btw pas baca ini aku sambil mengira ngira, jangan jangan aku ada toxic juga huhu semoga gak deh

    ReplyDelete
  10. Banyak teman toxic ternyata di sekeliling tanpa disadari. Apalagi yg hobi ghibah dan ngambek. Berarti pelan2 hrs menjauh.

    ReplyDelete
  11. Di dunia kerja kadang kita banyak nemu nih model begini. Ada rekan yang jago drama, bisa memanipulasi orang sampai fitnah juga. Sebelnya kalau harus kerja 1 divisi sama mereka. Duh harus banyak bersabar deh

    ReplyDelete