Cari di iluvtari

Seberapa Penting Vitamin D3 1000 untuk Kesehatan

Masih ingat betapa mencekamnya tahun 2020? Apa lagi kalau bukan karena covid, wabah yang membuat orang-orang dipaksa introver.  Seingatku ada deretan obat yang mendadak populer masa itu: minyak kayu putih, vitamin D3 1000, vitamin E, dan obat flu warungan yang mereknya pernah disebut oleh dokter sekaligus influencer di sebuah podcast.

Jujur, yang paling asing di kepalaku dari daftar itu adalah vitamin D3 1000. Kalau bukan karena covid-19, mungkin aku gak kenal vitamin ini. Ada sedikit pengalaman lucu tapi gak spesifik yang terjadi selama pandemi.

Info umum di kalangan awam, virus bisa mati karena sinar matahari. Kupikir itu diamini oleh semua atau setidaknya kebanyakan orang, sehingga ketika aku dan anak-anak panen sinar matahari pagi di luar rumah, bukanlah hal aneh.

Lucunya, setiap kami melakukan itu, seperti ada orang yang curiga. Tampak dari ekspresi dan geraknya yang jelas menjauh. Ternyata, persepsi di masyarakat sekitar adalah, kalau ada orang yang berjemur, berarti dia kena covid! Wkwkwk.

vitamin d3 1000
Vitamin D3 1000

Vitamin D yang kuharap bisa didapat dengan berjemur sepertinya tak optimal diserap tubuh. Sebab berjemur di balik tatapan ngeri tetangga itu tak enak. Padahal setelah pandemi berlalu, ramai-ramai mengaku pernah kena. Jadi kemarin itu? Ah sudahlah.

Balik ke vitamin D3 1000 yang tak familier di telingaku. Siapa tau pembaca iluvtari juga ada yang tak paham, sini kukasih info yang sudah kuramu dari berbagai sumber.

Vitamin D3 1000 itu maksudnya vitamin D3 dengan dosis 1000 IU (International Units). Vitamin D3 adalah varian dari vitamin D selain D2 dan bentuk lainnya yang gak terlalu popular—jadi gak usah dibahas.

Kalau vitamin D2 diproduksi oleh tanaman dan jamur ketika terkena sinar ultraviolet B (UVB), vitamin D3 Diproduksi di kulit manusia saat terkena sinar UVB. Vitamin D3 juga ditemukan dalam makanan hewani seperti ikan berlemak, minyak ikan, hati sapi, dan kuning telur. Vitamin D2 maupun D3 sama-sama tersedia dalam bentuk suplemen.

Fortiboost dari Combiphar

Kenapa saat pandemi banyak orang berjemur? Sebenarnya tanpa wabah pun sudah sewajarnya kita berjemur, sebab aktivitas tersebut penting untuk kita mendapatkan vitamin D secara alami.

Vitamin D3 memainkan peran penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa vitamin ini dapat membantu mengurangi risiko infeksi, termasuk flu dan infeksi saluran pernapasan lainnya. Nah, ketika kebutuhan vitamin D tidak didapatkan karena faktor tertentu, kamu bisa beralih ke suplemennya.

Salah satunya adalah Fortiboost D3 1000 dari Combiphar, vitamin D3 1000 IU dalam bentuk tablet kunyah rasa vanila dan bebas gluten untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dengan cepat pada kondisi tertentu seperti lanjut usia, ibu hamil dan menyusui, risiko tinggi, penderita penyakit infeksi atau penderita penyakit autoimun.


Seberapa Penting Vitamin D3? 

Dari berbagai sumber kudapatkan bahwa vitamin D3 memiliki manfaat sebagai berikut:

#1 Membantu Tubuh Menyerap Kalsium

Suplemen 1000 IU dapat membantu mencegah osteoporosis pada orang dewasa dan menjaga kesehatan tulang pada usia lanjut.

#2 Menjaga Kesehatan Mental

Beberapa studi menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang cukup dapat membantu mengurangi risiko depresi dan gangguan mood lainnya. Vitamin D3 dapat memengaruhi produksi serotonin, neurotransmiter yang terkait dengan suasana hati.

#3 Mencegah Penyakit Kronis

Vitamin D3 diperkirakan berperan dalam mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Meskipun penelitian masih berlangsung, bukti awal menunjukkan potensi manfaat ini.

#4 Menjaga Fungsi Otot

Vitamin D3 penting untuk fungsi otot yang baik. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kelemahan otot dan meningkatkan risiko jatuh, terutama pada lansia.

Kalau kamu berencana memenuhi kebutuhan vitamin D3—maupun vitamin lainnya, dengan konsumsi suplemen, pastikan kamu membaca petunjuk penggunaan untuk mengetahui dosis dan memahami efek sampingnya ya, Gengs!

No comments