Cara Rewrite Artikel Bahasa Indonesia dan Inggris

, , 10 comments
Apa yang kamu lakukan ketika ide menulis mentok? Sebagai penulis, sering banget aku dapat pertanyaan demikian. Jawabnya macam-macam, tapi khusus untuk kebutuhan mengisi konten di blog maupun platform lain, aku biasanya pilih menulis ulang artikel. So, sekarang kita akan bahas cara rewrite artikel, bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Menulis ulang disebut juga rewrite. Tepatnya, English-nya begitu. Tulis ulang atau rewrite, sama saja. Intinya menuliskan kembali artikel lain dalam bahasa yang berbeda. Umumnya artikel orang lain, yang kita tulis kembali menggunakan bahasa sendiri.

Rata-rata kita, pernah ditugaskan oleh guru bahasa Indonesia untuk menulis ulang karya orang lain. Misalnya menulis resensi cerpen, meringkas sebuah teks panjang di buku pelajaran, dll. Kalau dulu kita melakukannya semata demi tugas, kali ini mungkin lebih dari itu. Untuk postingan blog, konten platform tertentu, atau keperluan lainnya seperti membuka jasa rewrite artikel. 

menulis ulang artikel

Cara Menulis Ulang Artikel

Setidaknya ada 7 langkah yang perlu kamu lakukan untuk bisa mengubah satu atau beberapa artikel milik orang lain menjadi sebuah artikel milikmu sendiri.

1. Cari artikel yang menarik dan atau mudah dipahami.

Aku pribadi biasanya mengambil lebih dari satu sumber, untuk memperkecil peluang kekeliruan. Dan untuk lebih memudahkan, kupilih artikel yang temanya menarik. Jadi ini sangat relatif, tergantung selera kita sebagai penulis.

2. Baca dengan saksama.

Jangan pernah langsung menulis sebelum kamu membaca artikel sumber secara menyeluruh. Sebab kalau hanya mengandalkan judul menarik, lalu langsung memutuskan menulis, biasanya peluang kamu untuk gagal paham akan menjadi besar. 

Kamu bisa saja mengubah titik fokus artikel, tidak harus sama dengan artikel sumber. Itulah sebabnya kamu wajib membaca secara keseluruhan, baru kemudian memutuskan, menulis dengan topik yang sama persis dengan sumber, atau menjadikan artikel tersebut sekadar pendukung argumen artikelmu.

3. Catat poin-poin penting.

Setelah membaca keseluruhan isi artikel sumber, tulislah poin-poin penting yang hendak kamu ambil. Nantinya masing-masing poin akan kamu kembangkan dengan gaya menulismu sendiri. Poin-poin tadi bisa dipaparkan dengan urutan yang sama persis dengan sumber, random, atau dibuat urutan terbalik. 

4. Tulis dengan bahasa sendiri.

Terutama pembuka dan penutup, upayakan semaksimal mungkin agar berbeda jauh dengan artikel sumber. Misalnya, penulis artikel sumber melakukan pendekatan dengan informasi umum mengenai topik bahasan, sedangkan kamu mengambil sisi kondisi kekinian yang terhubung dengan topik. Dengan begitu, tulisan utuh yang kamu hasilkan nantinya tidak akan terlihat persis seperti artikel sumber.

Ingat, gunakan gaya bahasamu sendiri! Inilah yang membedakan kita dengan mesin. Aplikasi rewrite artikel sudah banyak digunakan, tapi yang namanya robot, tidak akan bisa seluwes manusia dalam mengolah kata. Setidaknya sampai hari ini.

5. Jika sulit, ubah kata-kata pada sumber dengan sinonim atau kata lain yang mungkin, per kalimat/paragraf.

Katakanlah saking sulit kamu menyusun kalimat sendiri, entah karena apa, maka kamu bisa mengubah kata per kata yang kamu salin per paragraf dari artikel sumber. 

Contoh: 
Asam korosif pada baterai bekas dapat mencemari tanah dan merembes ke dalam, yang akhirnya juga mencemari air. Padahal air adalah sumber kehidupan. Rusaknya kualitas air tanah, berarti rusak pula apa yang ada di atasnya. Tanaman, serta makhluk-makhluk yang mengonsumsi tanaman tersebut.

Diubah menjadi:
Zat kimia pada baterai bisa mencemari tanah dan merembes ke dalam, lalu akhirnya juga mencemari air. Karena air adalah sumber kehidupan, maka rusaknya kualitas air tanah, berarti rusak pula apa-apa yang ada di atasnya. Tumbuhan, serta hewan yang mengonsumsi tumbuhan tersebut.

6. Cantumkan sumber untuk menghindari plagiarisme.

Kamu gak perlu khawatir dianggap menjiplak, jika sudah melakukan rewrite dengan cara yang tepat. Sebab artikel yang kamu jadikan rujukan pun bisa jadi adalah hasil rewrite dari artikel lain lagi. Tapi untuk lebih menentramkan hati, ada baiknya mencantumkan alamat sumber rujukan. Jika kamu melakukan rewrite untuk blog, menanam backlink sebagai rujukan kabarnya merupakan trik yang bagus.

7. Jika perlu, cek artikel di situs pemeriksa plagiarisme.

Biasanya kalau menulis ulang artikel bahasa Indonesia, aku lakukan cek dulu di Plagiarism Checker sebelum memposting di blog, Kompasiana, Kaskus atau platform menulis lain. Sedangkan untuk artikel bahasa Inggris, sepertinya nggak perlu. Sebab dari segi bahasa kan sudah berbeda. Tapi nggak jamin juga sih!

Cara Rewrite Artikel Bahasa Bahasa Inggris

Cara Rewrite Artikel
Salah satu contoh artikel di blog ini yang hasil rewrite dari Brightside

Menulis ulang artikel bahasa Inggris nggak sama dengan menerjemahkannya. Walaupun memang, untuk bisa melakukan rewrite, kita harus menerjemahkannya terlebih dulu. Terjemah yang dimaksud di sini bukan menuliskan terjemahannya ya, tapi sebatas untuk memahami isi artikel secara utuh.

Kalau English-mu masih kelas intermediate atau malah lebih bawah lagi, kayak aku, kamu bisa minta Google menerjemahkannya dulu agar mudah dipahami. Klik kanan, Translate to Indonesia. Tapi ada kalanya terjemahan Google justru membuat artikel makin sulit dipahami. 

Bagaimana kalau itu terjadi? Kamu kembalikan lagi ke bahasa Inggris, lalu cari sinonim kata yang membuat kalimat yang kamu baca terasa mengganjal. Ke mana? Google Translate, Sederet, atau situs penerjemah lainnya. Kamu bebas memilih, situs mana yang menurutmu paling nyaman dipakai.

Selebihnya, cara menulis ulang artikel bahasa Inggris sama saja dengan rewrite artikel Indonesia. Tinggal lihat lagi tujuh cara yang sudah kuulas di atas. Tak hanya untuk menulis artikel populer biasa, tips di halaman ini juga bisa kamu gunakan sebagai cara menulis ulang artikel berita. Ayo, sekarang waktunya mempraktikkan cara rewrite artikel yang sudah kamu dapat dari iluvtari!

10 comments:

  1. Banyak artikel bagus sekarang 😘
    Klo mau Ngerwrite silahkan ajalah asalkan jangan Copast hehee 😂

    ReplyDelete
  2. rewrite sih saya belum pernah

    tapi sering menggunakan artikel lain untuk menambah nilai tulisan

    misal saya menulis tentang brownies, saya cari artikel tentang bedanya brownies dan cake untuk saya masukin ke tulisan saya

    tentunya gak copy paste

    ReplyDelete
  3. Ahaaa, good idea nih mba
    kalo lagi stuck, boljug ya buat rewrite artikel.
    Super duper mantuuulll nih tipsnya

    makasiii

    ReplyDelete
  4. Aku kadang juga melakukan hal semacam ini mbak ketika gak ada ide mau mengembangkan tulisan, cari dulu artikel yang berkaitan kemudian kita simpulkan dengan gaya bahasa sendiri

    ReplyDelete
  5. Aku udah pernah rewrite karena gabung dalam satu komunitas, menyarankan hal itu. Memang nggak boleh copy paste sih, tetap memasukkan gaya bahasa dengan ciri sendiri.

    ReplyDelete
  6. Bener banget nih kalau pas ada DL dan mentok, biasanya rewrite jadi pilihan tapi tetap dengan bahasa sendiri dan urutannya beda

    ReplyDelete
  7. Bisa sangat membantu sih yaa..artikel rewrite yang dilaih bahasakan menjadi Bahasa Indonesia. Siapa tahu ada yang sedang mencari literatur mengenai hal itu dan seseorang tersebut tidak bisa bahasa inggris.

    Dan yang paling enak memang yang diterjemahkan menggunakan "feel" penulis, bukan semata-mata hasil translate.

    ReplyDelete
  8. rewrite ini bisa jadi pilhan ya buat ngisi konten blog kita. aku sendiri juga sering melakukan rewrite terutama kalau dapat job dari sebelah. hihi

    ReplyDelete
  9. Biasanya googling atau punya website tertentu mbak yang menginspirasi? Saya baru kepikiran soal rewrite ini. Bisa dicoba ya. Sekalian memperdalam belajar bahasa asing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dua2nya. Kalo dah ketemu, ikuti webnya, tar dia ngirim artikel populer ke email kita

      Delete

pembacaku nan baik budi, gunakan profil google yg jelas ya, yg pake wp juga boleh langsung nama blognya. yg penting jgn anonim, pelan2 tamu anonim akan dihapus komennya dr blog ini.