Cari di iluvtari

Daftar Perlengkapan Bayi yang Harus Dibeli Sebelum Melahirkan

Sedia payung sebelum hujan, pepatah ini sering kita dengar sejak dulu. Entah itu perkara kesehatan, kegiatan sehari-hari, sampai ibu hamil yang wajib menyiapkan daftar perlengkapan bayi yang harus dibeli sebelum melahirkan.

Aku sih baru dua kali melahirkan, tapi punya lebih dari selusin keponakan. Jadi lumayan taulah ya, apa saja yang perlu disiapkan sebelum melahirkan, apa yang dibawa ke klinik bidan atau rumah sakit, juga tips mencicil perlengkapan bayi untuk kamu yang belum punya pengalaman sama sekali.

Daftar Perlengkapan Bayi yang Harus Dibeli Sebelum Melahirkan


Kapan Sebaiknya Belanja Perlengkapan Bayi?

Dulu waktu aku hamil anak pertama, orang-orang tua melarang belanja pakaian bayi sebelum usia kandungan masuk tujuh bulan. Alasannya pamalih. Aku mah bodo teuing dengan mitos, tetap kubeli ketika usia kandungan memasuki enam bulan.

Kalau ternyata anakku lahir prematur gimana? Kalau dia punya kakak bisa saja pakai barang-barang kakaknya, lah itu anak pertama. Lagi pula aku juga tidak melakukan ritual tujuh bulanan. Ketika masuk empat bulan saja mulai diajak ngobrol, karena ruh sudah ditiup ke janin. Dan janin, menurut penelitian, sudah bisa mendengar suara ibunya.

Jadi, kapan sebaiknya belanja perlengkapan bayi? Menurutku pribadi, sebaiknya memang di ujung trimester kedua atau awal trimester ketiga. Sebab saat itu biasanya hasil USG sudah menunjukkan keadaan janin jauh lebih sempurna.

Orang tua sudah tau jenis kelamin calon bayi, sudah terbayang kondisi bayi, dan peluang bayi lahir (tidak gugur) lebih besar. Pamalih yang dimaksud orang-orang tua mungkin maksudnya kalau terjadi apa-apa pada janin, orang tua tak berlebihan sedihnya ketika melihat barang-barang yang sudah telanjur mereka persiapkan.

Perlengkapan Ibu dan Bayi Baru Lahir

Membeli perlengkapan bayi sebaiknya dilakukan secara mencicil. Maksudnya bukan beli kredit ya, tapi sedikit demi sedikit. Meski gak kamu niatkan begitu, sebenarnya kejadiannya akan begitu. Kenapa? Karena seringnya ada yang terlewat, sehingga harus belanja lagi.

Untuk meminimalisir kamu bolak-balik ke toko atau swalayan, sebaiknya catat saja dulu keperluan yang harus dibeli sebelum eksekusi. Ketika hari H tiba, harapannya semua bisa diborong sekali beli. Kalau waktu dan budget memungkinkan, tentunya.

Kalau kamu terkendala budget, tak ada salahnya mencari keperluan yang bisa dipinjam, misalnya ke saudara atau teman dekat. Malah banyak kok orang yang dengan senang hati memberi, terutama mereka yang usianya sudah lebih 40 tahun. Gak niat punya anak lagi, punya cucu juga masih jauh. 

Kalau ke saudara atau teman dekat, kan gak perlu gengsi. Kita cari "barang bekas" bukan semata berhemat, tapi juga mengurangi kerja keras planet ini. Sebab untuk memproduksi dan mengurai berbagai produk kain, dibutuhkan energi besar, serta menghasilkan emisi yang tak kalah besar pula.

Fyi, yang kita butuhkan bukan hanya perlengkapan bayi, tapi juga perlengkapan ibu yang melahirkan. Sebab setelah melahirkan, kebutuhan perempuan akan beda dari biasanya.

Perlengkapan Ibu

1. Gurita

Baik kamu melahirkan normal maupun lewat tindakan sectio caesarea (operasi sesar), kain gurita wajib disediakan. Ini sesuai saran dokter, bukan info ngawur. Diikat kencang saat memakai, ya! Sebab aku sendiri pengalaman mengenakan gurita asal-asalan, alhasil lemak pasca melahirkan “melambai” bikin malu. Sudah dibawa diet dan olahraga gak hilang. Tau, hilangnya dengan apa? Hamil lagi!

2. Pembalut

Beli yang kemasan besar, isi lebih dari 20. Kalau perlu yang wings dan untuk malam (bagian belakang lebih panjang dan lebar). Sebab darah yang kamu hasilkan akan jauh lebih banyak ketimbang saat haid.

3. Kain

Kain yang dimaksud adalah yang bisa disarungkan seperti rok, sebab kamu gak bakal nyaman mengenakan celana.

4. Bra menyusui

Bra menyusui memiliki ukuran dan “fitur” yang disesuaikan dengan kebutuhan. Sangat memudahkan untuk menyusui bayi, beda dengan bra biasa.

5. Baju kemeja

Meski kamu gak diinfus karena melahirkan normal, tetap gunakan baju kemeja atau yang sejenisnya. Alih-alih kaus oblong, apalagi daster yang biasanya gak ada bukaan depan. Bakal repot saat si bocah nangis kehausan.

Perlengkapan Bayi

  1. Kain bedong
  2. Popok kain dan popok sekali pakai yang new born 
  3. Tisu basah
  4. Perlak
  5. Sampo, sabun, baby oil, handuk
  6. Pakaian bayi
  7. Topi
  8. Sarung tangan dan kaki
  9. Kain gendong
  10. Minyak telon.

Perlengkapan Bayi yang Tidak Disarankan

Terutama pasangan yang baru akan jadi orang tua, mereka biasanya membeli apa saja yang dianggap akan dibutuhkan oleh bayinya. Supaya nggak jadi mubazir, sebaiknya perhatian beberapa poin berikut, ya!

Gurita bayi tidak disarankan.

Biasanya orang-orang tua khawatir perut bayi akan buncit jika tidak diikat gurita. Padahal dengan mengikat kuat, justru membuat perkembangan tubuh mereka terganggu. Kalaupun kamu diberi gurita bayi oleh saudara, pasangkan tidak terlalu kencang. Sekadar menahan kapas pusar atau agar bayi tidak masuk angin. Setelah tubuh bayi cukup besar, ganti gurita dengan singlet.

Bedong disiapkan untuk alas dan selimut, bukan untuk mengikat kaki bayi.

Kaki bayi tidak akan pengkor jika tidak kamu ikat. Sama halnya dengan perut bayi yang digurita, itu justru mengganggu perkembangan tubuh mereka.

Bedak dan minyak kayu putih tidak disarankan. 

Tapi maaf, aku lupa alasannya. Minyak telon lebih lembut dengan hangat yang “ramah”.

Bayi tidak butuh mainan, apalagi yang bersuara nyaring.

Mainan terbaik bayi adalah tangan ibunya. Menurut psikolog yang pernah kuajak berbincang, anak-anak sampai usia 3 tahun sebenarnya tak butuh mainan, karena apa saja bisa dimainkan.

Baby walker berbahaya untuk anak. 

Sepeda bayi tidak membantu si anak belajar jalan, tapi membantu orang dewasa untuk tidak memeganginya. Akan lebih baik jika anak diawasi dengan saksama daripada menyerahkan mereka pada benda yang tidak autopilot.

Kamu yang berniat memberi kado untuk orang melahirkan, lebih baik membeli handuk, singlet anak, dan atau detergen untuk mencuci pakaian. Itulah perlengkapan bayi baru lahir antimubazir. Jangan lupa, jika si bayi punya kakak, bawakan juga hadiah. Sekadar jajanan murah, asal sehat, tak mengapa. Agar sang kakak tidak merasa dinomorduakan.

Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Harus Dibawa ke Rumah Sakit atau Klinik Bersalin

perlengkapan bayi baru lahir yang harus dibawa ke bidan atau rumah sakit

Entah harus melahirkan di rumah sakit atau ke bidan terdekat, kamu perlu menyiapkan satu tas berisi perlengkapan ibu dan bayi selama beberapa hari. Masukkan ke dalam tas, ya! Agar ketika terjadi kontraksi, kamu tidak sibuk mengumpulkan barang-barang lagi.

Hal yang sama juga berlaku untuk kamu yang sudah berencana melahirkan lewat operasi sesar. Meski tanggal dan jam sudah disepakati di awal, tetap saja kamu butuh yang praktis ketika hari H tiba, kan?
Inilah perlengkapan bayi baru lahir yang harus dibawa ke bidan atau dokter:
  • Semua keperluan ibu yang sudah kutulis di atas. Jangan lupa minta diajarkan cara mengikat gurita yang benar. Percayalah, info ini sangat penting kamu ketahui!
  • Bedong, popok kain, perlengkapan mandi (jika tidak disediakan klinik/RS).
  • Pakaian bayi, lengkap dari kepala hingga kaki.
  • Sebagian orang menyiapkan botol susu ukuran kecil. Kalau kamu berada di RS/klinik yang bagus, seharusnya ini tidak perlu. Bayimu bisa mengalami bingung puting jika sudah dikenalkan dengan dot sebelum puting ibunya.
Ukur kebutuhan hanya untuk maksimal lima hari (pasien sesar biasanya berada di rumah sakit selama empat hari). Jangan kayak orang pindahan! Lagi pula kebutuhan di hari kedua dan seterusnya bisa menyusul. Yang urgen adalah hari H melahirkan.

Jangan lupa menabung, kalau perlu sejak sebelum menikah. Supaya kamu atau istrimu bisa melahirkan di tempat terbaik, karena perempuan itu gak jauh-jauh masalahnya dari hormon (baca: mood). Upayakan mereka mendapat pelayanan terbaik, supaya psikis mereka tenang sehingga ASI yang diberikan ke anak lebih berkualitas.

Kamu yang belum menikah pun perlu pula mengetahui daftar perlengkapan bayi yang harus dibeli sebelum melahirkan. Yang penting sejak jauh-jauh hari, kamu sudah menyiapkan diri menjadi ayah atau ibu yang baik untuk anak-anakmu nanti. Itu yang terpenting!

No comments