Hal Unik di Jambi


Melihat berita kebakaran Hutan Amazon, aku berubah pikiran soal karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Sebelumnya sempat terpikir bahwa asap tahunan yang mengisi tenggorokan kami adalah kearifan lokal Sumatra dan Kalimantan. Ternyata belahan Bumi lain juga ambil bagian. Ini bukan candaan, tapi satire.

Di Sumatra, ada salah satu kota yang insyaallah selalu adem ayem. Adem bukan berarti dingin, sama sekali nggak. Di sini surganya tukang laundry, cuci pagi siang sudah bisa disetrika. Jemur malam pagi sudah bisa dipake, tapi amis.

Namanya Kota Jambi, tempat di mana orang lebih suka hidup santai daripada bergaduh ria. Tak ada gunung, pantai, apalagi air terjun. Tapi positifnya, tidak ada gunung meletus, tsunami, atau bencana alam ... eits, sebentar! Dunia ini adil. Tanpa gempa dan tsunami, tapi tiap tahun tenggelam dalam asap.

Seperti yang disebut di awal, Jambi, sebagaimana beberapa wilayah lain di Sumatra dan Kalimantan, setiap tahun terimbas asap karhutla. Inilah yang membuat Jambi punya keunikan tersendiri. Kearifan lokal yang tidak arif, tapi lumayanlah untuk bahan cerita.

Kalau kamu berniat main-main ke Jambi, kamu mungkin perlu tahu 5 hal unik yang ada di sini. Gak niat juga gak masalah, yang penting datang. Tapi sebentar saja, karena kalau mau dekat lebaran dan orang-orang pada pulang kampung, kota kami jadi tambah macet.

Kembali ke topik, inilah 5 hal unik yang hanya ada di Jambi. Dan mungkin beberapa daerah lain di Indonesia! (Yang tertera di judul istilahnya kalau kata orang Jambi, segek bae!) Cuma biar kamu kira ini betulan unik.

1. Ada musim masker.
Hal Unik di Jambi

Kalau di daerah lain ada musim durian, musim mangga, dsb. Jambi punya musim masker! Setiap memasuki bulan Juli, ramai pedagang masker menjajakan dagangannya di pinggir-pinggir jalan raya. Iyalah, kalau di tengah ya tambah macet. Belum lagi lebaran!

Menggunakan masker bukan hanya faktor debu dan knalpot kendaraan, tapi lebih karena asap yang bahkan masuk ke rumah.

Bulan Juli-September adalah masa di mana kamu (baca: admin) malas bangun untuk tahajud, karena asap lebih terasa di jam-jam dini hari itu. Makin males ibadah, makin enggan hujan turun. Terus aja gitu, makan tuh asap!

Alhamdulillah, di beberapa daerah di Kota Jambi harus begadang atau bangun pagi-pagi sekali untuk menampung air, sebab PDAM-nya introvert. Alhamdulillah!

Kisaran Juli-September tidak mengikat. Tahun 2015, asap muncul bulan Juli, parah gila di Agustus sampai tengah September. Di akhir September hujan sedikit, awal Oktober baru asap hilang disapu hujan.

Di 2019 ini, asap datang bulan Agustus dan sepertinya berakhir di bulan ini juga. Karena sudah 2 hari terakhir hujan deras melanda. Dan datanglah masalah baru lagi; banjir.

2. Helikopter bawa air.
Tahun 90-an, helikopter dan mobil hardtop adalah momok bagi anak-anak. Film-film Indonesia pada zaman itu mengajari penonton, bahwa dua kendaraan tadi dipakai penjahat untuk menculik anak, guna dijadikan bahan cor jembatan. Dulu kata hoaks belum dikenal.

Sekarang, melihat helikopter bagi anak Jambi adalah hal biasa. Setiap musim masker, akan ada helikopter yang bolak-balik terbang membawa air. Tujuannya jelas untuk memadamkan kebakaran hutan. Kalau memadamkan api kemarahan, mereka pasti bawa cinta. Dan duit.

3. Orang Jambi lebih suka kehujanan daripada pakai jas hujan.
Hal Unik di Jambi

Setelah melewati musim masker, pedagang pinggiran akan mengganti produk mereka. Dari masker jadi jas hujan. Tapi pedagang ini tidak akan banyak, karena orang Jambi adalah para pencinta hujan. Daripada repot-repot membuka jok motor untuk mengambil jas hujan (sepertinya ini adalah pekerjaan yang sungguh berat, melelahkan, dan membebani mental), lebih baik mandi hujan. Biar masuk angin terus disayang-sayang.

>> 10 Fakta Unik di Dunia << 

4. Lebaran jangan ke mall!
Awal Ramadan, pemotor berpengalaman akan menghindari daerah Kambang, Abunjani, Tugu Juang, Mayang, hingga STM. Macet jadi raja di sepanjang jalan itu. Apalagi pada kisaran waktu mendekati buka puasa. Orang-orang buka bareng teman sekolah, teman kantor, teman seiman, teman sepemikiran, senasib sepenanggungan.

Tengah Ramadan, mobil dengan  pelat luar Provinsi Jambi menambah kemacetan daerah yang memang sudah macet. Mereka adalah para perantau yang pulang membawa bukti kejayaannya.
Di ujung Ramadan, kota agak lengang. Akan ada pos polisi sementara di beberapa area. Inilah saat kamu bisa bebas hilir mudik di depan polisi tanpa helm. Di luar masa ini jangan coba-coba! Kecuali tanpa motor juga.

Meski lengang, pada hari libur yang masih beraroma lebaran, sebaiknya kamu tidak ke mall. Walaupun Kota Jambi tanpa pantai, gunung, lembah, dan ngarai. Kamu lebih bagus liburan di kamar dengan Hago daripada main ke mall.

Atau kalau punya duit dan waktu yang memadai, kamu bisa main ke daerah-daerah di luar kota yang punya banyak destinasi wisata. Naik Gunung Kerinci misalnya, atau bermain arung jeram di Sungai Batang Merangin.

Sebenarnya di Kota Jambi juga ada Danau Sipin yang katanya akan dipromo besar-besaran oleh pemerintah setempat, karena satu-satunya di Indonesia, danau di tengah kota. Ada juga Jambi Paradise yang bikin kamu ogah berbuat baik kalau surga cuma begitu doang. Pokoknya pergilah ke mana saja, asal jangan ke mall!

Kenapa? Karena daerah yang didatangi orang-orang kota yang mudik itu, penghuninya main tukar nasib ke kota. Mereka menguasai Jamtos, JPM, dan Transmart! Jangankan masuk ke wahana bermain, menuju pintu masuk saja butuh tenaga dan kesabaran ekstra! Tapi kalau kamu seorang yang tabah dan tahan banting, ya silakan saja. Aku bisa apa?

5. Jangan tanya "Mau ke mana?" pada orang Jambi.
Hal Unik di Jambi

Ini adalah buah kecerdasan yang turun menurun diwariskan. Kalau kamu berbasa-basi pada orang Jambi yang kebetulan lewat di depanmu, dengan bertanya hendak ke mana, mereka akan membuatmu berpikir.

Karena manusia diciptakan lengkap dengan akal, jadi harus digunakan.

Kamu tanya, "Mau ke mano, Yuk?" (Mau ke mana, Kakak?)
Dia jawab, "Dakdo lah!" (Tidak ada!)
"Nak ke mano nih?" (Mau ke mana ini?)
"Ay basenglah!" (Terserah!)
Jadi, kamu harus pikir sendiri. Mau ke mana mereka sebenarnya!

Ayo main-main ke Jambi! Buktikan 5 hal di atas segera!
60 amalan pelebur dosa

السلام عليكم

Apa kabar, Saudara-saudara? Apa panggilan yang tepat untuk pembaca blog ini? Ya pembacalah. Itu aja repot.

Meski judulnya tentang agama, gpp kan disampaikan dengan gaya bahasa yang santai? Hidup kita sudah ribet dan penuh beban, ngapain mesti serius melulu. Pinter nggak, puyeng iya.

Materi ini diambil dari buku 60 باباً من أبواب الأجر وكفارات الخطايا - دار الوطن yang diterjemahkan oleh Abdurrauf Amak, Lc. 

Siapa sih yang tidak pernah berbuat dosa? Jangan dijawab, ini namanya retorik. "Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertobat.” (HR Ibnu Majah no 4241, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

Dan langsung dapatlah poin pertama dari 60 amalan yang dimaksud, yaitu tobat. Berikut ulasannya dan 59 poin lainnya:

1. Tobat
Pernah baca quote yang seliweran di medsos ini? Ajal tidak menunggu tobatmu. Lucu, sarkas, ngena, apa lagi? Admin cari di sana-sini, belum ketahuan siapa penemu kalimat ini. Ucapan ulama atau tukang kaus oblong? Tapi maknanya memang mendalam.

Ada kalimat lain yang lebih indah, yakni hadits berikut:
"Barangsiapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah akan mengampuninya." HR. Muslim, No. 2703.
Jangan tunggu matahari terbit dari barat. Siapa tahu sebelum matahari tenggelam sudah nggak bisa ngomong lagi.

"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menerima tobat seorang hamba selama ruh belum sampai ke tenggorokan." Dipertegas hadits lain yang lebih spesifik. Selagi belum mati, segeralah tobat!  

2. Menuntut ilmu
"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah memudahkan baginya dengan (ilmu) itu jalan menuju surga" HR. Muslim, No. 2699. 
Makanya, setiap pergi untuk belajar (sekolah, kursus, dll), niatkan untuk Allah. Biar efeknya tidak sebatas di dunia.

3. Zikir
"Inginkah kalian aku tunjukkan kepada amalan-amalan yang terbaik, tersuci di sisi Allah, tertinggi dalam tingkatan derajat, lebih utama daripada mendermakan emas dan perak, dan lebih baik daripada menghadapi musuh lalu kalian tebas batang lehernya, dan mereka pun menebas batang leher kalian? Mereka berkata: "Tentu." Lalu beliau bersabda, "Zikir kepada Allah Ta`ala." HR. At Turmidzi, No. 3347.
Jangan tanya bacaan zikirnya, karena sejak balita kita sudah diajarkan banyak lafaz yang bisa disebut di mana saja. 

4. Berbuat yang ma'ruf dan menunjukkan jalan kebaikan
"Setiap yang ma`ruf adalah shadaqah, dan orang yang menunjukkan jalan kepada kebaikan (akan mendapat pahala) seperti pelakunya." HR. Bukhari, Juz. X/ No. 374 dan Muslim, No. 1005.
Pernah ikut MLM? Syukur kalau gak pernah. Tapi kamu mungkin pernah mengenal atau mempelajarinya. Jadi, menginspirasi orang lain untuk berbuat kebaikan, bisa dibilang mirip-mirip MLM. Sampai kapan pun kita akan terus mendapat pahala kebaikan dari apa yang dikerjakan orang tersebut. Bedanya, kalau MLM hanya memberimu sekian persen, Allah mengganjar kita pahala yang sama dengan pahala yang diberikan pada pelaku kebaikan itu. Kurang mantap apa? 

5. Dakwah 
"Barangsiapa yang mengajak (seseorang) kepada petunjuk (kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun" HR. Muslim, No. 2674.
Ketika kita sudah meyakini kebenaran suatu hal, bukti bahwa kita sudah pada level yakin adalah dengan mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama. Ada orang-orang yang dengan senang hati mengampanyekan LGBT dan sejenisnya atas nama HAM. Kita punya dalil yang kuat akan kebenaran Islam, masa gak ngajak-ngajak! 

6. Amar ma'ruf nahi mungkar
"Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan lisannya, jika ia tidak mampu (pula) maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman" HR. Muslim, No. 804.
Berbuat baik gak selalu mudah, tapi melarang dari yang mungkar hampir selalu lebih berat dilakukan. Inilah yang membuat banyak orang lalu memilih jadi saleh sendiri.Ya sih selamat di dunia, tapi di akhirat orang-orang yang tidak didakwahi akan menuntutnya. Di neraka rame-rame aja gak enak, apalagi sendirian!

7. Membaca Alquran
"Bacalah Alquran, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafaat kepada pembacanya." HR. Muslim, No. 49.
Jangankan di akhirat, di dunia saja efek membaca Alquran sudah bisa kita rasakan. Kalau kamu sedang gabut, coba deh baca Alquran, ayat yang mana saja, insyallah kegalauanmu akan terjawab.

8. Belajar dan mengajarkan Alquran
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya." HR. Bukhari, Juz. IX/No. 66.
Banyak orang yang membaca, bahkan menghafal Alquran tapi bacaannya belum baik. Daripada keburu menghafal yang keliru, sangat penting belajar memperbaiki bacaan Alquran, mempelajari kandungan di dalamnya, dan tentu saja mengajarkannya kepada orang lain.

9. Menyebarkan salam
"Kalian tidak akan masuk surga sehingga beriman, dan tidaklah kalian beriman (sempurna) sehingga berkasih sayang. Maukah aku tunjukan suatu amalan yang jika kalian lakukan akan menumbuhkan kasih sayang di antara kalian? (yaitu) sebarkanlah salam." HR. Muslim, No.54.
Amalan sederhana, tapi bisa menghilangkan dongkol pada teman/saudara, mengusir setan dari rumah, dan merupakan doa yang sama-sama kita butuhkan setiap hari. Agama ini memang luar biasa!

10. Mencintai karena Allah
"Sesungguhnya Allah Ta`ala berfirman pada hari kiamat: (Di manakah orang-orang yang mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku akan menaunginya dalam naungan-Ku, pada hari yang tiada naungan selain naungan-Ku)." HR. Muslim, No. 2566.
Cinta akan hilang seiring dengan hilangnya sebab (Ibnu Qayyim Aljauziyah). Kamu yang mendapatkan pasangan karena harta, bersiaplah ditinggalkan saat harta itu habis. Yang dicintai karena cantik/ganteng, tua nanti kamu gak mungkin secakep sekarang, dst. So, segera perbaiki niat sebelum sebab cinta itu mengubah kadar cinta kalian. Eaa!

Bersambung ke BAGIAN 2




Cerpen ini dimuat di buku antologi The Secret Admirer. Masih karya Syarifah Lestari. Dibukukan bersama cerpen karya Via Rinzeani, Oqiesy, dan Sugih. Kalau ada yang mau baca cerpen lainnya, silakan mampir ke Rumah Belajar Pertamina, Kota Jambi.
Kalau gak mau ya sudah! Nonton trending Youtube aja biar hedon. Isy apaan sih!
Selamat membaca!
perilaku eccedentesiast adalah
123rf.com
Kesannya seram ya, mengidap! Padahal, eccedentesiast (dibaca eksidentisias) bukanlah kelainan atau kondisi psikologi yang berbahaya.
Menyembunyikan kesedihan di balik senyuman, itulah yang disebut dengan eccedentesiast. Hal ini banyak dilakukan orang, terutama perempuan.
R A N T A I

cerpen syarifah lestari


Orang-orang menangis, ada yang lambat-lambat ada pula yang histeris. Kendaraan-kendaraan yang ketika jauh nampak kencang, mengurangi kecepatan demi menghormati bendera kuning yang berkibar mengawal di dua sisi gang.
“Dia pahlawan!” Begitu teriak Mak di samping jenazah abang semata wayangku.
Istri almarhum segera mengiyakan. Aku diam saja bersama beberapa pelayat. Pelayat lain mengangguk agak malas. Aku bukan pendendam, tapi ingatanku terlalu kuat untuk melupakan kenangan seatap dengannya.

“Apa kataku, kita dipukuli lagi, kan!” Abang mendorong kepalaku.
Aku diam saja. Ide memalak orang berasal dari kepalanya, ia yang ragu, dan instingnya benar. Tapi kepalaku yang disalahkannya.
“Kau tak punya pikiran sendiri, mengikut saja.” Abang duduk memegangi dahinya. “Harus usaha lagi, kalau tidak, tak tentulah sekolahmu.” Ia menghela napas.
“Tak apalah, aku tak minat lagi.”
“Mau jadi apa kau tanpa sekolah? Nilai-nilaimu bagus, maka kau harus tetap jadi orang berpendidikan. Biar aku menjadi hantu jalanan, aku sudah telanjur rusak. Bodoh, nakal, tak berguna.”
Menangis aku di depannya. Abang terbaikku memaki diri sendiri karena takdir tak menyalaminya dengan baik.
“Jangan menangis. Air mata itu untuk orang yang kalah!”
Dia keliru lagi. Tapi aku diam, menahan sesak di dada. Lalu kutuju kamar kami berdua. Abang tak ikut, ia memikirkan ide lain sambil berjalan-jalan.
Kulanjutkan tangis di petak sumpek itu. Di antara tikar yang telah menyatu dengan tanah dan lemari tak berpintu, kulepas emosi. Dengan menangis, aku menjadi lega. Entah prinsip atau ketiadaan pilihan.
Abang tak pernah menangis. Sekalipun sekujur badannya kerap merah berbekas tangan Mak. Atau seperti tadi, ketika dikeroyok anak-anak sekolah lain, yang adik salah satu dari mereka diperas abangku demi membayar uang bulanan sekolah.
Abang tak akan menangis. Tapi Abang suka berteriak, Mak yang mencontohkannya. Mereka suka memaki, berkerut dahi, dan tak percaya ada orang baik di dunia ini.
Padahal bagiku saat ini, Abang adalah orang terbaik yang kupunya. Tapi tidak di hari-hari ke depan.
“Rupamu mirip Abah,” ujar Abang tiba-tiba. Ia berjongkok di sampingku, kali lain ketika kami terkurung hujan di rumah.
“Aku rindu Abah,” jawabku.
Segera saja teriakan Mak menyambut, “Apa yang kau harap dari bapak bejatmu itu? Tak ada tanggung jawabnya untuk keluarga. Di sini aku yang mengganjal perut kalian, yang menutupi kalian dari telanjang, meski tak sempurna. Mana yang kau panggil Abah itu, Mahmud?”
Aku dan Abang tak ada yang menyahut. Kami memandangi hujan dari pintu yang terbuka. Kami sama tak tahu di mana Abah, dan kenapa ia pergi.
Mak beradu suara dengan hujan, tapi aku dan Abang sibuk dengan pikiran masing-masing. Sampai kemudian terdengar olehku, bahwa Mak tegas-tegas lebih mencintai Abang daripada aku. Karena aku, katanya, tak setegar Abang. Aku gampang menangis, tak punya akal untuk menyambung hidup. Tak bisa diandalkan, sama persis seperti Abah.
Lalu Abang menoleh padaku, tiba-tiba pandangan jijik menutupi keseluruhan mukanya. Dan sejak itu, ia bukan lagi abang terbaikku.

Simak juga >> Cerpen Pemenang Sayembara KBJ

Alunan Yasin masih bersahutan, bacaan dan isak saling desak. Tiga, tujuh, sampai seribu hari ke depan, rumah ini akan terus repot dengan serangkaian seremoni. Kau ditinggal mati, tapi harus pula bersusah payah menghidangkan makanan untuk orang yang datang.
Potongan puzzle di kehidupan lampau datang lagi, saat kulirik Abang yang kaku di tengah ruang.

Ketika lemari kubuka, ada dua botol tipis di antara lipatan pakaianku.
Tahu aku, Bang. Hendak kau fitnah adik sedarahmu ini dengan minuman ahli neraka itu.
Jika Mak lebih dulu menemukan botol itu, pasti lebam hanya untukku. Meski lebih suka diam, tapi aku bukan si dungu yang dianiaya tak berdaya.
Maka, kubuka kedua botol dan menuang separuhnya ke lubang pembuangan—yang terlalu memaksa disebut kloset. Lalu sisa botol maksiat itu kupenuhi dengan isi kandung kemih yang sejak tadi memang mendesak ingin dikeluarkan. Kututup rapi, kulap bersih. Kunikmati seringai mukaku sendiri di cermin.
Dan malamnya, ada orang-orang sok teler di bawah jendela kamar. Lima pemuda yang membuatku terpingkal-pingkal, selagi Mak entah beradu gunjing di rumah tetangga yang mana. Puas sekali malam itu, terbalas kesalku yang terpendam berhari-hari pada abang yang dulu kucintai. Suatu hari Mak pun harus dibalas. Lalu Abah. 
Kata Mak, Abah tak bermoral. Tinggalkan anak istri tanpa penghidupan, senang sendiri menambah-nambah rumah di mana berhenti. Abang senang betul mendengar cerita Mak. Kucoba mengingat-ingat kenanganku dengan Abah. Tidak pernah ada teriakan mampir di telinga saat seduduk atau berbicara dengannya. Tapi tak banyak yang kuingat, karena memang Abah hilang, dan tak ada kiriman SPP atau jajannya sampai kini, bahkan tak juga ketika Abang telah tergeletak dengan luka yang memutuskan napasnya.
Setelah puas ber-Yasin, kenalan Mak menghubungi pengurus masjid untuk memanggil orang-orang, agar salat jenazah beramai-ramai. Aku sendiri tak dipinta Mak melakukan sesuatu, ia dan menantu asik bersedu-sedan menyesali tugas yang dibebankan atasan Abang, yang selama ini telanjur dicap sangat baik oleh keduanya.
“Kenapa anak buah kesayangannya yang ia lempar ke tempat itu!” Mak masih berteriak.
“Sudahlah, Mak.” Hanya kalimat itu yang keluar, karena aku tak bisa merayu. Lagi pula mana bisa tangisan mengembalikan nyawa.
“Kau memang sejak kecil tak menyukainya!” Teriak Mak lagi.
Sejak kecil, syaraf kanak-kanakku memang putus sebagian besarnya karena teriakan orang-orang terdekatku.
“Orang-orang biadab itu membunuh anakku, padahal ia melakukannya untuk negara!” Mak terus berteriak.
Mak tak sadar, di sekitarnya, bahkan orang-orang yang kelihatan menangis itu, tak setuju dengan ungkapannya.
“Ia menggusur atas perintah negara. Nanti aku akan ke kantornya, atau ke dewan saja. Akan kutuntut mereka, kenapa tak mempersenjatai anakku dan kawan-kawannya dengan pistol. Dengan begitu ia bisa membela diri dari orang-orang yang diusir. Tidak jadi mayat seperti sekarang!”
Orang-orang makin tak setuju.
“Jika untuk negara, kenapa setelah daerah kosong, yang hadir justru perusahaan asing? Kenapa tak pernah merazia orang-orang sok modern yang suka menebar budaya amoral di jalanan? Jika tanpa pistol saja sudah begitu beringas, bagaimana pula hendak dipersenjatai?” Seseorang bertanya pada rekannya.
Yang ditanya hanya mengangkat bahu, tapi Mak segera menoleh, “Apa katamu?”
Lalu Mak berteriak lagi, dan dua orang itu segera pamit dengan wajah pucat pasi.
Aku tersenyum menyilakan.
السلام عليكم

Apa kabar temans? Ada kumpulan foto yang bisa membuatmu berdecak kagum nih!
Bukan wow, mantap, atau yang sejenisnya. Tapi kali ini kamu patut berzikir, alangkah hebat penciptaan makhluk-makhluk di bawah ini. 
Ada pula ide manusia yang mungkin tidak terpikir oleh kita sebelumnya. Dan semua ini belum seberapa dibanding penciptaan isi alam lainnya. Termasuk penciptaan kita sendiri, masyaallah!

Kalau dipikir-pikir, kenapa ya ada orang yang tidak percaya Tuhan? Padahal beberapa penciptaan saja tidak tertembus akalnya, kok bisa-bisanya menyangkal keberadaan sang pencipta yang telah menghadirkan segalanya.

Bahkan dari tubuh kita sendiri, dari ujung kepala sampai ujung kaki, mana di antaranya yang bisa kita buat sendiri? Belum lagi keberadaan akal pikiran yang dengannya kita jadi berbeda dengan hewan-hewan.  

Beberapa objek pada deretan foto ini mungkin sudah pernah kamu lihat secara langsung. Tapi kecil kemungkinannya kamu melihat dari jarak sedekat yang ada di artikel ini. Sebab semuanya bukan pemandangan yang umum dilihat banyak orang.

Setelah diperbesar dan diperhatikan dengan saksama, kita bakal merasakan alangkah hebatnya semua yang ada di alam ini. Dari penampakan ekor gajah, paus sperma, sampai bagaimana tentara Cina menjaga postur tubuh mereka agar tetap tegap. Alam semesta pasti dibuat tidak dengan dan untuk main-main.  
Gulir ke bawah pelan-pelan, perhatikan setiap detailnya!
1. Kalau disebut gajah, jarang dari kita yang terpikir ekornya. Paling mungkin tubuh dan kepalanya. Enggak ingat kan kalau di ekor gajah ada rambut/bulunya? Dan beginilah penampakannya dari dekat!
foto menakjubkan

2. Siapa sangka, kaktus yang umumnya gemuk dan tebal itu, ketika mati dan membusuk, akan terlihat seperti ini.
foto menakjubkan

3. Pernah dengar nama paus sperma atau paus kepala kotak? Inilah hewan bergigi terbesar di dunia. Yang menyedihkan dari hewan-hewan air (laut maupun sungai) saat ini adalah, banyak di antaranya yang mati dalam keadaan menelan sampah.

Baca juga >> 7 Dosa Besar dalam Islam

4. Bisa tebak sebelumnya ini foto apa? Ternyata ini adalah foto makro biji pada permukaan buah stroberi.
foto menakjubkan

5. Jika berada di keramaian, iseng-iseng lihatlah pada gedung tinggi di sekitarmu. Jangan-jangan ada sniper di sana! Tapi kamu tidak akan bisa melihat bagian dalam ruangannya seleluasa ini.
foto menakjubkan

6. Kita sering melihat fenomena alam berupa gerhana matahari maupun bulan dari rumah maupun tempat-tempat tertentu. Tapi pernahkah kamu melihat gerhana dari luar angkasa? Ini fotonya!
foto menakjubkan

7. Untuk menjaga postur tetap tegap, seragam tentara Tiongkok dilengkapi jarum pada bagian kerahnya. Tak akan terlihat jika tidak diperhatikan dengan saksama. Seram juga ya!
foto menakjubkan
Menakjubkan bukan? Nah, dari keseluruhan foto di atas, mana yang paling membuat hatimu takjub?

Semua gambar disalin dari boredpanda

kenapa android diberi nama makanan
Photo by 贝莉儿 DANIST on Unsplash

Dari kota besar sampai pelosok desa, rata-rata orang, terutama anak muda, hampir pasti memiliki smartphone alias ponsel pintar. Berbeda dengan handphone alias ponsel biasa, ponsel pintar membantu penggunanya agar lebih produktif. Terlepas dari para pengguna yang kemudian malah asyik dengan gim dan menghambur-hambur waktu dengan media sosial.

Kebanyakan dari ponsel pintar yang kita gunakan, memakai sistem operasi android. Alasannya karena lebih familier dan nyambung ke aplikasi mana saja, karena merupakan sistem operasi buatan Google.

Memakai android juga memudahkan kita menyinkron data dari berbagai aplikasi dan pengaturan, bahkan berbagi data dari berbagai gawai.
 
Sebagai pengguna ponsel android, sadarkah kamu bahwa pada setiap serinya Android selalu menggunakan nama makanan? Lebih spesifik, makanan manis yang disesuaikan dengan abjad. Kenapa Android selalu memakai nama makanan?
Versi pertama Android rilis pada tahun 2009 dengan nama Cupcake. Disusul Android Donut di tahun yang sama. Bulan selanjutnya, versi Eclair dirilis untuk menyempurnakan para pendahulunya.
Tahun 2010, Google kembali meresmikan android versi terbaru masa itu. Sesuai urutan abjad, maka dipilihlah nama Froyo, singkatan dari Frozen Yoghurt. Pada akhir 2010, Froyo digantikan posisi kemutakhirannya oleh Android Gingerbread.
Awal tahun 2011, lahirlah Honeycomb, disusul Ice Cream Sandwich pada bulan Oktober-nya. Pada versi inilah ponsel android semakin populer di Indonesia. Bersaing dengan sistem operasi Symbian dan Smartphone Blackberry yang sekarang sudah almarhum.
Pertengahan 2012, ponsel pintar dengan OS Android Jelly Bean mulai menggusur para saingannya. Google terus memperbarui versi android dengan seri-seri terbaru. Kitkat, Lollipop, Marshmallow, Nougat, Oreo, dan yang teranyar, Pie. Kenapa Android selalu memakai nama makanan?

Dalam perjalanannya dengan daftar makanan manis, meningkat pula kemampuan Android yang akhirnya mampu menjungkal pesaing-pesaingnya. Kini, nyaris semua pengguna ponsel pintar lebih memilih sistem operasi ini dibanding yang lain.
Lalu, kenapa harus Oreo, Nougat, dll? Ternyata Tim Google punya filosofi sendiri. Dengan harapan Android dapat menjadikan hidup semakin manis, maka dipilihlah makanan-makanan manis sebagai nama setiap versinya.

Saat ini sudah muncul Android Q, tapi kepanjangan dari apa huruf Q itu, belum admin temukan jawabannya. Kamu tahu?

Yang penting alasan kenapa Android selalu memakai nama makanan, sudah diketahui!

Selanjutnya, simak hal-hal berbahaya yang kerap dilakukan pengguna HP!
trik supermarket
Photo by Jacek Dylag on Unsplash

Sekarang sedang marak gerakan Belanja ke Warung Tetangga. Tujuannya untuk menguatkan ekonomi kaum menengah bawah, dengan kata lain, mayoritas masyarakat Indonesia.
Pastinya kita setuju. Tapi godaan untuk sesekali belanja ke supermarket memang sulit dihindarkan. Alasannya lebih kurang sama, karena lebih lengkap, bebas memilih barang, tempat nyaman dan adem. Satu lagi, ada diskon.
Tunggu! Diskon? Hati-hati ya, Bos, seringkali diskon adalah jebakan betmen untuk kita belanja lebih banyak dari yang sebenarnya kita butuhkan. Di bawah ini ada beberapa hal yang tanpa kita sadari, ternyata adalah bagian dari trik supermarket untuk morotin kita. Patut diwaspadai!

1. Keranjang besar.

Pada dasarnya keranjang belanja dan troli disediakan untuk memudahkan membawa barang belanjaan. Tapi desainnya yang besar membuatmu sungkan jika hanya mengisi dengan sedikit barang. Secara psikologis hal ini juga memengaruhi seseorang untuk membeli barang dengan jumlah yang sesuai dengan kapasitas keranjang tsb.

2. Sekian ribu 950.

Hanya selisih 50 rupiah (kamu masih punya koinnya?), 10.000 bisa terasa lebih mahal daripada 9.950. Kalau sedang duduk tenang di rumah kamu gampang menyadarinya. Tapi saat belanja, yang tampak di matamu hanya 9 dan 10. Yang artinya, jika hari itu ada diskon 50 rupiah saja kamu bisa kegirangan dan membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

3. Yang murah lebih menonjol.

Pernah melihat big sale gila-gilaan dalam satu keranjang atau rak? Pastikan kamu melihat lagi label harga dari barang yang kamu pilih. Sebab potongan harga yang kamu kira berlaku untuk semua barang, nyatanya hanya berlaku pada barang-barang yang mudah dijangkau atau mudah terlihat olehmu. Makin ke belakang atau makin dalam kamu memilih, makin jauh harapanmu dari kenyataan. Sialnya, saat telanjur tiba di kasir, tidak sedikit orang yang malu untuk mengembalikan.

4. Menghipnotis dengan musik.
Salah satu sebab kenapa sebagian ulama mengharamkan musik, adalah karena efeknya yang bisa melenakan. Kita hanya berpikir sedang rileks, ternyata perasaan nyaman itu juga membuai kita untuk berlama-lama di supermarket sehingga jumlah barang di keranjang pun ikut bertambah.


5. Naikkan lalu potong.

Yakin harga yang kamu dapat lebih murah setelah didiskon hingga separuhnya? Tidak sedikit konsumen yang terlambat menyadari, bahwa barang yang mereka beli di supermarket dengan diskon besar bahkan lebih mahal dari barang yang sama di toko biasa. Pihak supermarket menaikkan harga lebih dulu, baru kemudian memangkasnya. Seolah sedang bermurah hati, padahal ....

6. Waktu yang dibatasi.

Diskon berbatas waktu memaksa kita untuk segera mengambil keputusan. Tahu sendiri, hal yang terburu-buru biasanya berujung tidak baik. Mengejar-ngejar waktu karena potongan harga, malah tertipu. Tidak semua sih, tapi gak sedikit yang memang menjebak.

7. Hadiah untuk habiskan stok.

Waspadalah pada promo buy 1 get 1 free. Pastikan kamu tidak terjebak membeli makanan kedaluwarsa. Cek baik-baik tanggal expired, karena kebanyakan trik ini dipakai supermarket untuk menghabiskan stok. Daripada nyampahin rak.

8. Labirin untuk cuci mata.

Berapa banyak emak-emak yang ngakunya cuma cuci mata ternyata bawa pulang belanjaan juga? Jalur belanja perempuan memang lebih panjang dari laki-laki. Ditambah labirin yang dibuat memanjang dengan aneka barang, konsumen yang tadinya hanya berencana membeli satu barang seolah teringat ada banyak keperluan yang belum masuk dalam catatannya.

9. Bebas ongkir.

Inilah yang tengah melanda saat ini. Tak perlu disebut olshop mana yang memberi iming-iming gratis ongkos kirim. Hampir semua! Jangan lupa 'syarat dan ketentuan berlaku'. Artinya, kamu harus belanja minimal sekian untuk mendapatkan fasilitas gratis ongkir atau sekadar diskon. Ada kalanya, kalimat tertentu menjebakmu. Ditulis kecil dengan tanda bintang; potongan maksimal 10 ribu! Atau; untuk Pulau Jawa. Kasiaaan.




Banyak ritual unik yang ada di Indonesia. Tapi yang menyeramkan ada banyak di dunia, di zaman lampau maupun masa kini. 

Sebagian mungkin menurut kita tak masuk akal, tapi begitulah, budaya tak mesti sesuai nalar. Apalagi budaya berbeda dengan agama yang harusnya sejalan dengan akal pikiran. Sejalan ya, bukan menjunjung.

Lima ritual unik di bawah ini hanya informasi penambah wawasan atau sekadar hiburan. Tidak untuk kamu tiru, cukup share saja artikelnya. Ea!

1. Famadihana di Madagaskar.
ritual aneh dunia
youtube.com/bbcnews


Setiap tujuh tahun atau lebih, keluarga di Afrika Timur ini mengemas ulang sisa jasad para kerabat mereka. Tulang belulang yang telah diganti kainnya dengan yang baru, diarak sambil menari. 

Dalam seremoninya, para tetua akan memberi wejangan betapa pentingnya leluhur mereka. Dan melalui ritual ini, anak cucu menunjukkan rasa cinta mereka pada para mendiang.


2. El Colacho di Spanyol.
ritual aneh duniaeuroweeklynews.com

Kalau umumnya kita menyambut kelahiran bayi dengan syukuran mengundang keluarga besar dan tetangga, orang Spanyol punya tradisi yang jauh berbeda.

Para bayi usia 1 tahun ke bawah dijejer di jalan lalu dilompati seseorang yang berperan sebagai setan. Tujuannya untuk menghapus dosa bawaan mereka. Bayangkan kalau yang lari itu terpeleset sebelum melompat! Kearifan lokal kan gak harus arif ya.

Kumpulan Foto Seram yang Dibidik Menggunakan Drone

3. Festival Ashura di Iran.
ritual aneh dunia
thepopple.com

Orang Barat melihat tradisi ini sebagai ibadah Muslim, padahal bukan. Festival Ashura/Asyuro yang diadakan setiap 10 Muharam ini hanya ritual orang Syiah sebagai bentuk penghormatan pada cucu Nabi Muhammad saw, Husein. 

Mereka melukai diri sendiri hingga berdarah-darah dengan alasan turut merasakan kesakitan Husein saat Tragedi Karbala. Ibadah kaum muslimin sendiri adalah puasa sunah pada tanggal 9-10 Muharam, dan tidak ada hubungannya dengan budaya ini.

4. Pemakaman langit di Tibet.
ritual aneh dunia
thepopple.com

Kabarnya, ini adalah ritual kebanggan orang Tibet. Karena mereka telah berbuat baik dengan memberi makan para burung.

Bukan sembarang makanan, yang dijajakan dengan cuma-cuma untuk hewan itu adalah tubuh manusia yang sudah meninggal. Jasad almarhum dipotong-potong dan tulangnya dihancurkan, lalu dibiarkan di tempat terbuka. Sebentar saja, burung nasar akan berpesta di sana.

5. Vine Diving di Pulau Pentakosta, Vanuatu.
ritual aneh dunia
thepopple.com

Nama negaranya cukup asing di telinga, budayanya apalagi!

Sebagai penanda bahwa seorang anak laki-laki sudah dewasa dan jantan, mereka harus melompat dari ketinggian tanpa alat pengaman apa pun.

Menggunakan sulur tanaman yang melilit kaki, orang-orang ini melompat dan mendarat di atas tanah dengan bahu mereka. Ya sih, jantan banget emang!
Sebelum baca, tolong pahami ya, Cuy. Ini cerpen jadul, pake banget. Diikutkan pada akhir FGD oleh Kemenparekraf, sekira 2012 atau 2013. Janjinya, cerpen-cerpen yang masuk akan diseleksi, kemudian dijadikan antologi nusantara (atau yang semacam itulah). Gak taunya, Bos. Dikabari aja nggak, tau-tau ada kawan yang bawa buku isinya ada cerpenku. Alih-alih dibayar atau sekadar dikirimi bukti cetak. Ah sudahlah.

Jadi mungkin beberapa hal gak relevan di masa sekarang. Seperti soal sinyal, soale orang Bahar sudah pakai WA, dan bisa chatting real time. Kemudian soal kaya karena sawit, dulu kan harganya memang masih tinggi. Intinya, nikmati ajalah! Gretong ini!


L A R I !

 Cerpen Berlatar Sungai Bahar, proyek Kemenparekraf)
ilustrasi dari unsplash.com

cerpen Syarifah Lestari

Tiba-tiba pintu didobrak! Yusril terdiam, bingung. Tapi kemudian panik karena Saminah entah kenapa berteriak seperti orang ketakutan. Gadis itu menarik kain yang sejak tadi tergeletak di sampingnya, menutup kain itu ke dada, dan menangis seperti orang yang tertangkap basah melakukan perbuatan tak layak.
Belum habis kebingungan Yusril, sebuah tinju mendarat di wajahnya, disusul kepalan-kepalan lain yang berhasil ditahan beberapa dari mereka sendiri. Lalu ruangan riuh oleh celaan orang-orang yang tiba-tiba saja telah memenuhi rumah Saminah.
***
Mungkin Yusril bukan anak baik atau mahasiswa yang cerdas. Ia hanya meneruskan tradisi leluhur, merantau ke tanah orang untuk pulang sebagai pemenang. Maka nasib melemparkannya ke tanah Jambi yang konon, oleh Tuhan telah diberkahi*.
Burung pipit bersikejar di kabel-kabel listrik tengah kota, awan putih menggumpal merata, perlahan-lahan menyusul matahari ke barat. Di kolong langit yang sebelumnya memanas hebat itu, Riani bersandar mesra pada Yusril yang sebenarnya telah berulang kali menunjukkan keberatannya. Sepeda motor merapat ke parkiran, tapi gadis itu tak mengendurkan pelukan.
“Kenapa, Bang? Hari gini pacaran di depan umum sudah biasa.”
Tapi ini masih kota kecil, tak enak dilihat orang,tolak Yusril.
Riani justru makin merapatkan bagian depan tubuhnya pada punggung Yusril, kepalanya menyisip ke bahu kanan pria jangkung itu. “Abang jadi ke Bahar?”
Yusril mengangguk.
“Sebentar saja, kan? Belum pergi saja aku sudah rindu.”
“Tenanglah, aku hanya menagih utang. Begitu uang itu kudapat, aku akan segera kembali.”
“Sudah kubilang, aku punya banyak untukmu.” Riani menggelayut manja. “Tak perlu ditagih utang itu, anggap saja aku yang bayar.”
Yusril diam. Cerita utang hanya siasat. Dalam bulan-bulan yang sama dengan perjalanan cintanya, Yusril punya banyak cinta lain, yang membuatnya harus hati-hati berperilaku. Termasuk saat berdua dengan Riani seperti sekarang. Ada banyak mata di kota sekecil Jambi.
Salah satunya, seorang yunior Yusril di kampus. Ia tak butuh hati untuk seluruh cintanya, Yusril punya cita-cita yang jauh lebih besar dari sekadar asmara atau bahkan rumah tangga.
Adalah Saminah, gadis penggemar sinetron yang tergila-gila pada Yusril. Meski sangat tidak cantik, ia punya segalanya. Jangan tanya soal materi, ia anak orang terpandang di kampung. Orang tua Saminah adalah keluarga yang terdaftar sebagai transmigran dari Pulau Jawa ke Sumatra puluhan tahun silam. Mereka mendapat jatah sebuah rumah dan sepetak kebun sawit di Sungai Bahar, salah satu kecamatan di sebuah kabupaten yang padat dengan berhektar-hektar hutan sawit.
Dalam waktu beberapa tahun, orang tua Saminah berhasil memperluas kebun sawitnya, pulang-pergi ke tanah kelahiran di Jawa, dan dijamin mampu menyekolahkan anaknya setinggi yang mereka mau.
Tapi jangan tanya Saminah tentang nilai kuliahnya, jangan pernah.
“Jadi membeli oleh-oleh?” Tanya Yusril pada Riani yang masih betah mendekapnya.
“Iya,” jawab gadis labil itu malas. Kemudian dengan gerakan sangat lambat ia turun dari sepeda motor.
Yusril memandangi langkah Riani yang melenggok dibuat-buat untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Tak ada setitik pun cemburu di hari Yusril, bahkan jika ditelurusi hingga ke palung dadanya.
Sekeranjang buah yang ditata apik berpindah dari tangan Yusril ke Saminah. Wajah gadis itu berseri-seri, sangat bahagia. Kedua orang tua dan tiga adiknya telah pula dipersiapkan untuk menyambut kehadiran calon anggota keluarga yang baru.
Sambutan tuan rumah yang terlalu berlebihan, membuat Yusril gugup. Tak menyangka akan demikian istimewa ia diperlakukan.
“Kemari, ini kamar Nak Yusril,” kata Ibu Saminah sambil membuka pintu sebuah ruangan yang sudah ditata rapi dan wangi. Garis wajah perempuan yang sangat keibuan itu menjanjikan perlakuan terbaik terhadap siapa pun.
Yusril makin gugup. Ia hanya datang untuk bertandang barang dua tiga jam, tidak berniat menginap. Janjinya pada Riani, yang menyiapkan oleh-oleh di kota tadi, tak boleh diingkari. Riani gampang menangis dan sulit melupakan kesalahan orang.
“Tapi …” Yusril terbata.
“Abang belum bayar uang semester, kan?” Saminah berbisik. “Ayahku baru bisa memberi nanti malam, setelah seluruh sawit minggu ini usai ditimbang.”
Yusril mengangguk patuh. Ia benci keadaan ini, tapi menikmatinya adalah satu-satunya jalan yang tersedia. Tas ransel ia letakkan di samping tempat tidur ukuran sedang yang nyaman. Ia beristirahat sejenak di atas kasur, menyandarkan bahu di kepala tempat tidur. Di sebelahnya, sebuah jendela besar terbuka sempurna menghadap kolam buatan, di atas kolam ikan dibangun kandang ayam berupa rumah-rumah kecil yang saling menggandeng.
Yusril merogoh saku celananya, lalu menggerutu saat melihat layar ponsel yang tak menampilkan nama perusahaan operator langganannya. Berarti tak ada sinyal, tak ada layanan.
Saminah menyusul masuk ke kamar, duduk bersebelahan di atas tempat tidur yang sama. Larik-larik jingga melukis kanvas langit di jendela, lukisan abstrak itu mengantar hari pada kematangannya. Menjadi gelap pertanda malam telah datang.
Sebuah ketukan menjeda obrolan Saminah dan Yusril, adik Saminah masuk mengantarkan makan malam, sesuai titah orang tua. Lalu keluar tanpa diminta, tak lupa menutup rapat pintu kamar tamunya. Obrolan berlanjut, Saminah menutup jendela karena nyamuk serta merta menyerbu mereka.
“Kita makan di luar saja,” pinta Yusril sembari membawa piringnya.
“Di sini saja, tak enak makan beramai-ramai di luar,” tolak Saminah.
“Terlalu temaram, tak terlihat apa yang dimakan.”
“Kalau tak terlihat, biar kusuapkan.” Suara Saminah mendayu manja.
Yusril tersenyum, Aku tidak saleh, tapi juga tidak buta, kata hatinya. Tapi Saminah jadi salah tingkah dengan senyum itu.
Suara televisi di ruang tamu melebihi biasanya. Tiga adik Saminah berjajar rapi di depan kotak penghibur itu, dengan ibu mereka sebagai operator, yang paling berkuasa memilih saluran. Ayah Saminah pamit pada istrinya, ke suatu tempat yang telah mereka sepakati kemarin.
Saminah membersihkan sisa makan tanpa beranjak dari kamar tempat ia dan Yusril beradu bincang. Obrolan yang sejak awal tak tentu arah kembali dilanjutkan. Sama sekali bukan obrolan mesra, keduanya saling tarik menarik tema, dan tak ada yang menang.
Yusril ingin membincangkan rencana melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi agar menjabat posisi lebih baik di pemerintahan, atau membuka usaha sendiri dan baiknya memetakan modal dari sekarang. Tapi Saminah lebih tertarik dengan jumlah anak yang bisa dihasilkan dan besaran modal nikah, yang menurut Yusril, lebih baik dibelikan emas batangan untuk investasi jangka panjang.
Tidak perlu kesepakatan untuk perbincangan yang semakin tidak menarik bagi keduanya. Mereka sama tak peduli pada maksud hati lawan bicara. Maka ujung dari tetek bengek makan dan bicara itu adalah keheningan.
Bersama bahana televisi yang mencapai isi kamar, deru napas adik-adik Saminah berkejaran memberi tanda, bahwa mereka telah pulas. Saminah menatap Yusril dalam.
Gerakan angin melambat di kamar tamu rumah Saminah. Sama sekali tak ada suara di dalamnya, kecuali langkah jarum jam dinding menyusuri angka-angka pada lintasannya. Tidak terjadi apa-apa, hanya gemuruh di dada Saminah yang melahirkan kemelut di kepala Yusril.
Lalu tiba-tiba, orang-orang yang entah dari mana menyerbu masuk!
***
Telah diputuskan, keluarga Saminah harus melakukan Upacara Cuci Kampung. Jika tidak, Saminah dan Yusril terancam diarak keliling kampung dalam keadaan tak berpakaian. Yusril menolak keras, karena ia dengan penuh kesadaran merasa tak melakukan apa pun. Namun yang mematahkan argumentasinya justru orang tua Saminah. Maka ketika Saminah mengingatkan biaya kuliah, Yusril kembali patuh. Ia akan diupacarakan, lalu dinikahkan dalam waktu dekat.
Upacara Cuci Kampung adalah budaya antah berantah yang terus dipraktikkan dengan alasan tak masuk akal; untuk menjauhkan balak disebabkan perbuatan amoral yang dilakukan di suatu tempat. Jika di banyak kasus, budaya dipolitisir. Maka Cuci Kampung adalah politik yang dibudayakan. Intinya adalah pajak dan bersenang-senang.
Seluruh biaya Cuci Kampung ditanggung orang tua Saminah. Yusril hanya diberi kewajiban mengakui dan patuh. Kewajiban ringan yang sungguh memberatkannya. Ada bayang-bayang warisan mertua yang cukup membuat hatinya berbunga. Tapi Yusril tak punya keberanian melepas gadis-gadisnya yang lain di kota.
“Nak Yusril akan betah tinggal di sini, saya jamin. Semua yang kamu butuhkan pasti tersedia. Termasuk barang-barang bagus yang hanya ada di kota, tinggal telepon seseorang di sana, nanti barang akan sampai ke rumah ini.” Ayah Saminah menenangkan calon menantunya yang masih nampak gundah di suatu pagi, dua hari berikutnya.
Mereka bertemu di halaman belakang rumah yang memamerkan sedikit saja kekayaan keluarga Saminah. Ternak dan sayuran dipagar rapi dalam halaman yang luas. Di sisi-sisi pagar, berjejer sepeda motor sebanyak jumlah penghuni rumah.
“Mau iPhone? Mobil? Bahkan kebun sawit, sudah saya siapkan untuk semua anak-anak saya,” tambah laki-laki lima puluhan itu.
Yusril mulai bosan dengan iming-iming keluarga Saminah. Karena baginya, setiap janji seperti lapisan dinding yang akan makin mengurungnya dalam kuasa mereka. “Bilang ayahmu, aku ingin sinyal!” Bisiknya pada Saminah yang terus setia di sisinya.
“Untuk apa sinyal, kita tak perlu undang kawan-kawan di kota.” Saminah malah menjawab bisikan itu dengan suara lantang.
“Aku juga tak ingin mereka tahu kita menikah,” balas Yusril.
“Tidak akan tahu sampai masa yang teramat lama.”
“Kenapa begitu?” Dahi Yusril berlipat.
“Karena kita akan tetap di sini. Barang-barangmu akan diganti oleh Ayah. Tak akan masalah, orang tuaku mampu mengganti sepuluh kali lipat.”
Ayah Saminah membenarkan, lalu pergi begitu saja.
Yusril mematung. Setengah mati mengatur ritme napasnya yang hendak meledak karena emosi. Dan ia berhasil. Tak berguna mendebat Saminah, gadis itu punya senjata yang sangat ia agungkan.
Aku punya cita-cita yang jauh lebih besar dari sekadar tua di tempat ini! Yusril berteriak, tapi hanya gumaman permintaan yang keluar dari mulutnya, “Siapkan pakaian, aku hendak mandi sebentar. Di sini panas.”
Saminah masuk ke rumah, mengambil pesanan.
Begitu pintu menelan bayangan Saminah, Yusril melompat ke sisi halaman terdekat, melompati pagar dan berlari sekencang yang ia mampu, ke arah tersunyi.
Lima menit berlari, ia telah masuk ke kebun sawit. Lebih jauh, Yusril menerobos tanaman-tanaman rimbun yang masih saja diselingi pohon kelapa sawit. Hutan menyambutnya, setiap setapak yang ia temui, diikuti dengan terus mengingat belokan yang telah dilalui. Dengan demikian, Yusril memastikan ia tidak salah arah atau kembali ke rumah Saminah.
Sesuatu di saku celananya bergetar. Yusril nyaris terpekik kegirangan. Ponselnya menemukan sinyal! Sebuah pesan masuk, Abang kenapa belum pulang?
Yusril menekan beberapa tombol, memanggil si pengirim SMS. “Sayang, Jemput Abang di terminal!”
***
Riani menutup telepon, segera ia bersolek sebelum menjemput pujaannya.
***
Yusril menciumi ponselnya, senang bukan kepalang. Langkahnya kian ringan berlari, hingga keluar dari setapak yang ia rasa sudah sangat jauh, Yusril terbelalak. Rumah Saminah tepat berada di hadapannya.


*lirik lagu daerah Jambi populer