Cara Mudah Menghilangkan Kutu Rambut pada Anak

CARA MUDAH MENGHILANGKAN KUTU RAMBUT PADA ANAK. Nama ilmiahnya Pediculus Humanus Capitis, kita mengenalnya sebagai kutu kepala atau kutu rambut. Karena mereka adalah kutu yang hidup di kepala yang ada rambutnya.

Dalam sekali bertelur, para betina bisa menghasilkan enam telur yang akan menetas pada hari kedelapan. Itulah sebabnya jika tak segera ditangani, telur kutu akan menghiasi kepala seperti langit bertabur bintang.

Anak kecil cenderung lebih mudah mendapat “transferan” parasit ini dibanding orang dewasa (meski tak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa tertular kutu). Karena kutu rambut atau kutu kepala butuh interaksi manusia yang sangat dekat untuk bisa menemukan inang baru.

Apalagi anak kecil perempuan, merekalah sasaran empuk pasukan kutu. Hal ini pernah terjadi pada anak sulungku.

Dulu waktu si Kakak masih TK, ia kutitipkan di TPA menjelang pulang kerja. Suatu hari TPA-nya kedatangan anak baru yang menurut pengasuh adalah agen pembawa Pediculus Humanus Capitis ke tempat itu.

Cara Mudah Menghilangkan Kutu Rambut pada Anak
ilustrasi anak-anak kalau main, nempel-nempel!

Hanya butuh satu kali tidur di kasur yang sama, si Kakak langsung bawa pulang oleh-oleh kutu di kepalanya. Setiap hari ia sibuk menggaruk kepala. Dia kegatalan, emaknya malu dilihat orang. Hari gini kutuan!

Seperti milenial lainnya, hal pertama yang kulakukan untuk mendapat solusi adalah … tanya Google! 

Dapatlah beberapa tips yang segera kupraktikkan. Hasilnya nihil, si Kakak masih terus menggaruk kepala. Malah aku pun ikut tertular.

Kubeli obat kutu kepala di apotek. Ketika dipakai terasa hangat, dengan aroma yang kurang enak di hidung. Hasilnya masih jauh dari yang diharapkan. Bahkan di kepala Kakak, obat ini seolah punya fungsi sebagai penyubur kutu!

Alhasil, si Kakak masih gatal-gatal kepalanya, kutu terus menyebar sampai ke kepala bapak dan adiknya. Tapi dua orang ini tergolong santuy. Abi tinggal botakin rambut, sedang si Adek, kutunya yang nahas.

Sebab rambut Adek masih sedikit, jadi kutu tak punya tempat berlindung. Langsung ketahuan dan dihabisi siapa saja yang kebetulan melihat kepala si Adek.

Tak kapok menerima saran dari Google, kubeli sisir kutu. Sebenarnya yang ini juga cukup efektif. Tapi hasilnya agak lama. Sebab menjelang induknya tertangkap, ia sudah keburu bertelur. Sebelum semua telurnya dibasmi, telur baru sudah keburu menetas.
>> Cara Memperbaiki Mesin Cuci yang Bocor <<
Lumayan seru pada momen berburu kutu dengan sisir ini. Ada rasa puas luar biasa setelah berhasil menuntaskan nyawa mereka dengan kuku jempol. Tapi tetap, memalukan!

Hanya sekira satu pekan aku tertular kutu, selanjutnya gerombolan parasit itu sepertinya tak ada lagi di kepala. Tidak terasa ada yang berjalan-jalan, apalagi sampai memancing tangan untuk menggaruk. Sedangkan sulungku masih asyik bergitar dengan kepalanya.

Kuingat-ingat, apa yang kulakukan dengan rambutku sampai kutu kepala itu bisa lenyap? Rasanya tak ada yang spesial. Sama persis dengan yang kulakukan pada si Kakak. Diobati dengan pembasmi kutu ala Google dan karyawan apotek, serta diburu menggunakan sisir kutu.

Lalu tiba-tiba, ilham itu datang! Maka kulakukan 3 langkah ini, yang ternyata sukses membasmi kutu kepala atau kutu rambut, atau apalah penamaan yang ada.

Cara Mengatasi Kutu Rambut pada Anak 

Pertama, si Kakak kumandikan. Biasanya mandi sendiri dengan keramas ala anak-anak. Jadi kali ini, aku yang mengeramasi kepalanya menggunakan sampo antiketombe. Satu sachet kuhabiskan langsung untuk satu kali keramas.

Kedua, setelah busa merata, kudiamkan dulu kepalanya. Tak langsung dibilas. Biarlah dia bermain air atau apa saja di kamar mandi. Waktu dua sampai lima menit tak akan terasa lama bagi anak-anak untuk mereka bermain air sembari menunggu sampo bekerja.

Ketiga, kubilas rambut si Kakak sampai bersih. Setelah mandi, dikeringkan dengan handuk secara optimal.

Hanya dengan satu kali keramas, ketika rambutnya mulai kering, nampaklah perubahan besar dari sebelum dengan sesudah keramas.

Biasanya tanpa perlu menyibak rambut, sudah terlihat taburan telur kutu penuh aib di kepalanya. Jika menyibak rambut, biasanya terlihat kutu yang tengah melarikan diri. Kini pemandangan dan adegan itu tak terlihat lagi.

Pada mandi berikutnya, tiga langkah di atas kulakukan lagi. Satu sachet untuk satu kali keramas. Tiga kali keramas itu kulakukan berturut-turut; mandi sore-mandi pagi-mandi sore. Bukan tiga hari.

Selanjutnya si Kakak kembali mandi sendiri seperti biasa. Tapi selama sepekan, setiap mandi rambutnya dikeramasi (ya keramas ala anak-anak). Alhamdulillah, cukup sepekan untuk memberangus semua kutu yang ada di kepalanya.

Jadi kalau ada yang tanya cara menghilangkan kutu rambut pada anak, aku tidak rekomendasi ini itu. Cuma ini cara paling gampang dan ampuh; keramas dengan sampo antiketombe tiga kali berturut-turut!


Tempat Menyimpan Uang yang Tak Terpikirkan


Tempat menyimpan uang yang tak terpikirkan ini semoga tidak dibaca oleh para pengutil. Kalau kamu punya bakat begitu, segeralah tinggalkan artikel ini dalam rangka mengurangi peluang dosa.

Serius!

Di masa pandemi ini, kabarnya kalau kondisi ekonomi masih tak menentu hingga beberapa bulan ke depan, maka akan terjadi badai krisis. Makanya, jangan kelayapan! Kalau kamu bandel, virus Corona tak habis-habis, pandemi kapan selesainya?

Ketika badai krisis terjadi, uang yang ada di bank alih-alih bisa jadi pegangan, malah bisa hilang! Ini serius juga.

Seorang ahli keuangan pernah menjabarkannya di laman Kompasiana. Kesimpulannya, sebelum krisis terjadi, sebarlah uangmu di beberapa bank. Di masing-masing bank, jangan lebih dari 2 miliar. Sebab lembaga penjamin milik pemerintah tak akan sanggup mengganti jika bank tersebut bangkrut.

Jadi kalau duitmu ada 2.000.010.000 rupiah, lebih baik yang sepuluh ribunya disimpan di rumah. Jangan biarkan hilang di bank!

Tapi kata Nabi pada ‘Aisyah, yang kita sedekahkan itulah yang jadi milik kita. Yang kita simpan akan habis dan tak bisa dibawa ke akhirat. Jadi disumbangkan saja. Yang 2 miliar.

Yang 10 ribu disimpan.

Biar gak hilang, kamu perlu tahu 10 tempat menyimpan uang yang tak terpikirkan oleh banyak orang berikut ini! (Berlaku juga untuk kunci rumah atau brankas. Kunci hati apalagi kunci jawaban, tidak termasuk).

#1 Sol Sepatu

Tempat Menyimpan Uang yang Tak Terpikirkan
bemethis.com
Biasa meletakkan kunci rumah di dalam sepatu yang tersusun di rak? Itu ide standar. Aku yang bukan maling aja tahu! Sol sepatu yang dimaksud di sini, adalah sepatu yang diletakkan di dalam kamar. Lumayan untuk meletakkan selembar dua lembar uang sebagai simpanan.
Di akhir bulan saat kepepet, seperti dapat rezeki besar. Padahal duit hasil menyimpan sendiri!

#2 Kaset Video Lama

Tempat Menyimpan Uang yang Tak Terpikirkan
bemethis.com
Kasetnya masih ada, pemutarnya tidak ada atau tidak berfungsi lagi. Jangan dibuang dulu, bisa untuk pajangan. Zaman dulu cuma orang di kasta tertentu yang punya benda itu!
Fungsi lainnya ya untuk menyimpan beberapa barang rahasia, termasuk duit!

#3 Dudukan Kursi

Tempat Menyimpan Uang yang Tak Terpikirkan
bemethis.com
Jangan dipesan, tapi kamu buat sendiri! Sebab kalau dipesan, ya gak jadi rahasia. Apalagi kalau kamu bilang ke tukangnya, ini buat tempat penyimpanan berlian. Bisa disatroni!

#4 Papan Ketik alias Keyboard

Tempat Menyimpan Uang yang Tak Terpikirkan
bemethis.com
Tak hanya uang biasa, uang elektronik pun bisa kamu sisip di sini. Bahkan tak cuma satu, bisa beberapa! Tapi pastikan isinya ada ya. Buat apa disimpan kalau digesek hampa? Mending jadi gantungan kunci.

#5 Tanam di Pot, Siapa Tahu Jadi Pohon Uang

Tempat Menyimpan Uang yang Tak Terpikirkan
bemethis.com
Meletakkan kunci rumah di bawah pot bunga juga sudah usang ya, Guys! Sudah dilakukan jutaan orang di dunia. Ganti dengan yang beda. Simpan laptop di bawah pot? Ya bukan.
Kamu bisa tanam uangmu di sekam atau tanah pada pot tanaman yang ada di sekitarmu. Tapi jangan pernah berharap ia akan bertunas, tumbuh, dan dewasa. Apalagi jadi bijaksana. Jangan.

#6 Bagian Dasar Laci

Tempat Menyimpan Uang yang Tak Terpikirkan
bemethis.com
Ada laci di bawah laci. Kalau dalam film-film detektif, ini sih biasa. Tapi sepertinya para pengutil tidak menonton film yang sama.
Lagipula, yang ketahuan itu kalau laci terasa lebih berat dari yang seharusnya. Cukup simpan beberapa lembar uang saja. Kalau bergepok-gepok ya mending ke bank syariah. Yang penting jangan lebih 2 miliar.

#7 Pipa Palsu yang Tidak Mengarah ke Mana-mana

Tempat Menyimpan Uang yang Tak Terpikirkan
bemethis.com
Mumpung di rumah aja, kamu bisa bikin proyek kecil-kecilan dengan mendesain fake pipe. Tempel di tembok dapur seolah mengarah keluar. Orang yang melihat mungkin mengira itu pipa pembuangan air, tidak tahu kalau ada harta benda di dalamnya. Dapat bantuan sembako deh!

#8 Potongan Kayu

Tempat Menyimpan Uang yang Tak Terpikirkan
bemethis.com
Banyak hal yang bisa kamu lakukan selama WFH, selain 5 hal yang pernah kutulis di blog ini, membuat kotak kayu bisa ditambahkan kalau waktu luangmu masih banyak.
Bahkan kalau bahan, alat, dan skill-mu memadai, bisa dijual juga. Kelihatan lucu kan, kotak penyimpanan alami dengan sentuhan seni yang unik.

#9 Punggung Buku

Tempat Menyimpan Uang yang Tak Terpikirkan
bemethis.com
Kalau kamu ingin menyelipkan uang di punggung buku, pastikan bukunya tebal dan jarang atau sudah tidak dibaca lagi. Sebab buku tipis tak punya punggung. Sedangkan buku tebal yang masih sering dibaca berisiko uangmu jatuh.
Belum ketemu maling sudah hilang duluan.

#10 Tumpukan Sticky Notes

Tempat Menyimpan Uang yang Tak Terpikirkan
bemethis.com
Tidak disarankan mendesain sticky notes seperti di atas untuk diletakkan di meja kantor. Orang yang lalu lalang lama-lama akan sadar kalau kertas catatanmu tak pernah berkurang.
Penyimpanan rahasia versi ini lebih cocok untuk di meja belajar atau meja kerja di dalam rumah.

Bagaimana, tempat-tempat menyimpan uang yang tak terpikirkan di atas inspiratif kan? Pastikan kamu membagikan artikel ini kepada pihak yang tepat!


Cerpen tentang kehidupan ini ditulis oleh Herris Isna Alwany, alias Herry Supriyadi. Diterima setelah beberapa cerpen lebih dulu masuk ke surel iluvtari.

Sebagaimana janji di awal, di hari yang sama dengan terbitnya cerpen ini, apresiasi yang tidak seberapa sudah disampaikan kepada ybs. Yuk simak karya penulis asal Semarang ini!

cerpen tentang kehidupan

SEPERTI hari-hari biasa, Sutinah menjajakan barang dagangannya dengan cara berkeliling kota. Ke kompleks perumahan, perkantoran, halte, bahkan di kompleks lokalisasi.

Pecel lontong plus gorengan adalah menu kesukaan orang kelas menengah ke bawah. Dengan menggendong daganganya serta menenteng ember tempat air kobokan, Sutinah berteriak-teriak menawarkan.

Senyum di bibirnya sengaja dipamerkan ketika menawarkan dagangan kepada setiap orang yang ditemui. Dia berharap senyumannya itu bisa memberikan daya tarik tersendiri, supaya orang mau membeli lontong pecelnya.

Matahari sudah mencapai puncak kulminasi, hingga teriknya hendak membakar kulit. Sutinah tetap semangat. Berkeliling di tempat-tempat yang biasa dilalui. Ujung selendangnya dijadikan sapu tangan untuk mengusap keringat nampak basah kuyup.

Di jam-jam istirahat kerja begini, biasanya Sutinah mangkal di depan kompleks perkantoran. Dia berharap, langganan-langganannya mau makan siang dengan menu jualannya. Dan biasanya memang selalu begitu.

Wanita yang sebenarnya masih nampak segar itu meletakkan keranjangnya di teritis salah satu kantor biro jasa. Di sinilah, tepat pukul 12.00 WIB, biasanya Sutinah kerepotan melayani langganannya. Dan di sini pulalah, barang dagangannya laris manis alias ludes. Bahkan kadang kekurangan.

Pecel lontongnya memang bikin pembeli ketagihan. Maklum, orang Jawa desa ini mahir dalam mengolah menu tradisional, pecel lontong.

Begitu dagangan diletakkan, sesaat Sutinah menghela napas panjang. Menyeka keringat di kening dan wajahnya. Meraih dompet yang diselipkan di balik pinggangnya. Wow, Sutinah mengambil ponsel.

Ini yang beda. Meski hanya seorang penjual pecel lontong, tapi tidak mau ketinggalan dengan teknologi. Tapi bagi Sutinah, ponsel bukan untuk gagah-gagahan ataupun sekadar mengikuti zaman. Justru dengan membawa ponsel, Sutinah bisa mendapatkan langganan. Semua nomor langganan tersimpan di ponselnya.

Sesaat Sutinah memperhatikan layar ponselnya, siapa tahu ada pesan masuk. Biasanya jam-jam segini layar ponselnya dipenuhi pesan dari nomor-nomor pelanggan.

Tapi untuk kali itu, tidak ada pesan yang masuk. Sutina menghela napas, panjang sekali, dan berulang kali. Gantian memperhatikan pintu kantor di sebelahnya yang tertutup rapat. Tak ada tanda-tanda orang hendak keluar dan pesan pecel lontongnya.

Cukup lama Sutinah bertahan di teras kantor biro jasa itu. Sebentar-bentar matanya melihat layar ponsel. Belum juga ada pesan yang masuk. Wajahnya mulai gelisah. Hatinya mulai ketar-ketir. Hari ini benar-benar sepi.

Biasanya pada tengah hari begini, barang dagangannya hanya tinggal beberapa pincuk saja. Tapi saat ini, dari pagi tadi hanya terjual empat pincuk.

Mendadak wajah perempuan ini menegang. Seolah menemukan ingatan yang membuat dirinya sadar dan menyesali sesuatu.

Oalah! Bukannya hari ini hari Sabtu Pon. Hari nahasku,” seru sutinah setelah menyesali diri.

Hari Sabtu Pon adalah hari meninggalnya Sumarto, suaminya. Selama ini Sutinah tidak pernah berjualan pada hari Sabtu Pon.

Bagi orang Jawa desa, hari meninggalnya seseorang yang dekat dalam hidup dianggap naga dina (hari sial). Tidak boleh melakukan aktivitas apa-apa. Kalau dilanggar, maka dia akan rugi.

Ingat itu, Sutinah tidak langsung pulang. Kalau memang harus merugi, dia juga tidak mau rugi banyak. Paling tidak, kembali modal. Meski hari itu hari pantangan, namun dia tetap akan menjajakan dagangannya.

Dengan dengusan napas dan suara keluhan, diangkat keranjang dan kembali menggendongnya. Baru saja hendak meraih ember, ponselnya mendendangan lagu Campursari “Tali Kutang”. Itu tanda ada pesan masuk.

Buru-buru janda ini mengambil dompetnya, mengeluarkan ponsel. Km d mana yuk, ditnggu2 kok g nongol2, dah pd nnggu nih.

Sekilas Sutinah tersenyum. Ada guratan kegembiraan muncul di air mukanya. Nomor dari langganan lama, tapi bukan di kompleks pertokoan ini, melainkan di lokalisasi.

Dengan semangat, Sutinah melangkah lebar. Menyusuri gang-gang sempit. Dia tidak berteriak-teriak lagi. Dia pengin cepat sampai. Dia tidak mau langganannya batal membeli dan makan di warung, karena kelamaan menunggu.

Dia juga berharap, Para PSK itu akan memborong pecel lontongnya. Dagangan habis sudah membayang. Dia tidak jadi merugi, sekalipun di hari nahas ini.

Dengan menghela napas panjang dan lega, Sutinah memperlambat langkah kakinya ketika akan sampai. Di salah satu teras rumah, sudah nampak para PSK duduk sambil bercengkrama dengan tamunya.

Di siang bolong begini, meski kadang beradegan ciuman, mereka tak merasa risih. Di tempat seperti ini, pemandangan seperti itu sudah biasa. Karena memang inilah tempatnya.

Agak canggung juga Sutinah menghampiri. Kadang dia merasa sungkan juga setiap berdagang di lokalisasi. Tapi apa boleh buat, justru di tempat inilah yang suka memberinya keuntungan.

“Waahh, ditunggu-tunggu dari tadi malah baru nyampe. Udah keburu kenyang, nih,” seloroh salah seorang PSK yang berwajah manis, tapi mukanya berbedak kelewat tebal hingga kelihatan menor.

“Berarti enggak jadi makan pecel lontong?” tanya Sutinah dengan nada luar biasa kecewa.

“Ya enggaklah. Emang perut karet. Udah makan mau makan lagi,” timpal PSK yang kelihatan sudah setengah tua tapi tetap kelihatan cling.

“Wahh, udah capek dibela-belain ke sini malah enggak ada yang makan.”

Sutinah tetap meletakkan keranjangnya. Sekadar menumpang istirahat tidak masalah. Siapa tahu setelah ada yang menyaksikan keletihannya, jadi ada yang merasa iba dan akhirnya membeli.

“Ya sudah. Biar enggak kecewa-kecewa banget, bikinin aku satu, Yuk!” ucap seorang lelaki yang duduk di sebelah salah satu PSK.

Wajah Sutinah kelihatan sedikit bercahaya. Dengan semangat dia mulai meladeni. Pecel bakmi sama irisan bakwan plus lontong. “Lontongnya berapa, Mas?”

“Lontongnya kok kecil-kecil gitu, sih?” si lelaki hidung belang itu protes.

“Ya biar kecil, tapi lontong Yu Sutinah ditanggung legit-legit. Bikin cepat puas dan kenyang,” seloroh salah satu PSK yang disambut tawa oleh rekan-rekannya.

Pesanana sudah jadi. Sutinah menyodorkan ke lelaki tadi. Matanya melihat para PSK satu-satu, siapa tahu ada yang mau pesan. Tapi tak seorang pun yang memperlihatkan tanda-tanda. Malah asyik dengan pasangannya masing-masing.

Sutinah kembali melihat barang dagangannya yang masih banyak. Helaan napas panjang terdengar. Barang dagangannya masih menggunung di keranjang. Hari ini benar-benar akan menjadi hari nahasnya. Namun dalam hati tetap berdoa, dagangannya bisa habis.

“Yang manggil Yuk Sutinah tadi kan Ningsih,” ujar PSK muda. “Dia ada di dalam. Masuk saja. Siapa tahu mau makan lontong pecel, sana!”

“Baik, Mbak,” serta merta Sutinah bangkit dan melangkah masuk. Ini sudah biasa dilakukan. Jadi tidak ada rasa sungkan masuk ke rumah bordir itu.

Tanpa kesulitan, Sutinah sudah menemukan Ningsih. Tapi lagi-lagi perempuan ini mengeluh. Si Ningsih, langganannya itu, lagi makan dengan pasangannya.

Gimana lontong pecelnya, Mbak?” tanyanya sedikit canggung, takut kalau mengganggu.

Lho, tadi ke mana saja, Yuk? Masa baru nyampe. Aku pikir enggak ke sini. Sudah telanjur beli ini,” jawaban yang enteng tapi luar biasa menyakitkan.

Akhirnya, tanpa berucap apa-apa, Sutinah pun berlalu keluar lagi.

“Eh, Yuk!” panggil Ningsih sambil membalikkan badan.

“Iya, Mbak.”

“Dagangan kamu masih banyak, kan?”

“Iya, Mbak.”

“Terus rencana mau dijual ke mana lagi?”

Muka Sutinah kelihatan sedih. “Enggak tahu, Mbak. Semua tempat sudah saya lewati, tapi enggak ada yang beli.”

“Artinya daganganmu bakal enggak habis, dong?”

“Iya, Mbak.”

“Artinya bakal rugi, dong?”

“Benar, Mbak.”

Ningsih diam, tapi memperhatikan sosok Sutinah yang berdiri di depannya. Dari atas hingga ke bawah. Diam-diam Sutinah merasa tidak enak hati diperhatikan seperti itu. Lebih-lebih ketika sesaat Ningsih berbisik-bisik dengan tamunya.

“Kamu mau dapat duit enggak?” tanya Ningsih setelah kembali memperhatikan Sutinah.

“Ya, Mau, Mbak. Wong saya jualan begini juga mau cari duit.”

“Enggak. Maksud aku, kamu bisa mendapatkan duit dengan cara lain yang mudah.”

Mendadak muka Sutinah berubah bengong. Bingung. Tidak tahu arah pembicaraan PSK itu. “Maksudnya apa, Mbak? Saya kok malah jadi bingung?”

“Aku kan lagi enggak enak badan, nih. Nah, bagaimana kalau kamu menemani tamuku ini. Kamu enggak usah khawatir, dia bisa bayar lebih dari penghasilanmu sehari. Gimana?”

“Ah, Mbak Ningsih ada-ada saja.”

“Aku serius, Yuk. Enggak mengada-ada! Kalau mau, silakan temani Bapak ini. Pokoknya kamu enggak akan rugi. Sudah dikasih kepuasan, dapat duit lagi. Bukannya kamu selama ini menjanda? Jadi enggak ada yang perlu ditakuti.”

“Tapi, Mbak ….”

Entah suka atau terpaksa, toh akhirnya Sutinah mau juga melayani lelaki hidung belang itu. Yang ada di benaknya saat ini adalah uang. Dia tidak mau merugi.

Saat di dalam kamar, Sutinah kelihatan takut-takut. Maklum, dia harus berduaan dengan lelaki yang bukan suaminya. Jujur, semenjak suaminya meninggal, tubuh Sutinah belum pernah disentuh oleh lawan jenis.

Selama ini dia memang merasa kesepian. Tapi sebagai perempuan baik-baik, dia tidak mau menggadaikan martabatnya.

Namun siang ini, di hari Sabtu Pon yang nahas ini, harga diri Sutinah benar-benar rapuh. Setelah semuanya terjadi, Sutinah menangis sambil membawa dagangannya pulang ke rumah.

💧💧💧

Amanah cerpen ini, terlalu percaya pada mitos membuat seseorang terperosok lebih jauh ke dalam keyakinannya. Sutinah yang semua hanya rugi beberapa pincuk pecel lontong, pada akhirnya justru mengalami kerugian lebih besar lagi.

Syirik berbuah zina. Makanya, Nah, keluar rumah baca doa!

Mau tahu cerpen terpopuler di iluvtari? Ini dia!

Cara Shalat Idul Fitri di Rumah

Cara shalat Idul Fitri di rumah seharusnya ditulis dengan “Cara Salat Idulfitri di Rumah”, agar lebih sesuai kaidah bahasa Indonesia. Tapi ada kalanya kita harus menyesuaikan dengan kebiasaan orang dalam mengetik pencarian.

Rabu, 13 Mei lalu, MUI menerbitkan fatwa tentang kaifiat takbir dan salat Idulfitri saat pandemi Covid-19. Kaifiat berarti cara khusus, yaitu pelaksanaan salat Idulfitri khusus pada masa pandemi saat ini.

Kita tentu sudah paham alasannya. Ulama memfatwakan sekian banyak hal demi kemaslahatan umat. Alangkah baiknya untuk dipatuhi.

Apalagi menghindari mudarat lebih utama daripada mencari manfaat. Menghindari tertular atau menularkan virus Corona yang menyebabkan penyakit Covid-19, sama dengan menjaga kehidupan umat manusia seluruhnya.

Sebelum ke cara salat Idulfitri, ada baiknya kita simak dulu fatwa MUI tersebut, di bawah ini (disalin-tempel apa adanya):

Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020

Ketentuan Hukum

  1. Shalat Idul Fitri hukumnya sunah muakkadah yang menjadi salah satu syi’ar keagamaan (syi’ar min sya’air al-Islam).
  2. Shalat idul fitri disunahkan bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, sedang di kediaman maupun sedang bepergian (musafir), secara berjamaah maupun secara sendiri.
  3. Shalat Idul fitri sangat disunahkan untuk dilaksanakan secara berjamaaah di tanah lapang, masjid, mushala, dan tempat lainnya.
  4. Shalat Idul Fitri berjamaah boleh dilaksanakan di rumah.
  5. Pada malam Idul Fitri, umat Islam disunahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tasbih, serta aktivitas ibadah.

Ketentuan shalat Idul Fitri di kawasan Covid-19

  1. Jika umat Islam berada di kawasan Covid-19 yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktivitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah, shalat Idul Fitri dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushala, atau tempat lain.
  2. Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena Covid-19, dan tidak ada keluar masuk orang), shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang/ masjid/ mushala/ tempat lain. Baca juga: Arab Saudi Akan Berlakukan Jam Malam Saat Libur Idul Fitri
  3. Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama jika ia berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali. Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang yang terdiri dari 1 orang imam dan 3 orang makmum.
  4. Pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah, harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan.
Inti dari fatwa tersebut adalah, jika kita berada di daerah yang bebas dari Covid-19 atau wabah tersebut sudah terkendali, maka sebaiknya salat Idulfitri seperti biasa. Berjamaah di masjid atau di lapangan.

Tapi jika kita berada di wilayah yang pengendalian Covid-nya belum dikatakan berhasil, yang utama adalah salat Idulfitri di rumah bersama keluarga.

Maka untuk kamu yang harus melaksanakan salat Idulfitri di rumah, berikut ini tata cara dan bacaannya. Pahami dari sekarang, agar pada waktunya nanti kita sudah siap melaksanakan salat Idulfitri bersama keluarga di rumah.

Cara shalat Idul Fitri di Rumah

Sunnah sebelum melaksanakan salat Idulfitri

Sebelum melaksanakan salat Idulfitri, sebaiknya lakukan dua sunnah berikut:

1. Mandi sebelum salat Ied
Sebagaimana salat Jumat, yang merupakan hari raya pekanan. Maka salat Idulfitri sebagai hari raya tahunan, oleh ulama juga disepakati diawali dengan sunnah mandi.

2. Sarapan, lebih baik jika dengan kurma, dalam jumlah ganjil
Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam tidaklah berangkat melakukan salat Idulfitri sampai makan beberapa butir kurma. Beliau makan kurma sejumlah ganjil. (HR Bukhari).

Kapan tepatnya waktu pelaksanaan salat Idulfitri?

Waktu salat Idulfitri bersifat muwassa’, atau bersifat longgar. Dapat dilaksanakan dalam rentang Syuruq (sekira 15 menit setelah terbit fajar) sampai sebelum masuk waktu Zuhur.

Jumlah rakaat salat Idulfitri

Berdasarkan Majmu’ Fatawa Al-Lajnah Ad-Da-iman, 8/306, salat Idulfitri dilakukan sebanyak dua rakaat. Dengan 7 takbir di rakaat pertama, dan 5 takbir di rakaat kedua.

Sebenarnya tidak ada bacaan zikir khusus di antara setiap takbir. Tapi umumnya kita membaca subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar. Zikir lain pun boleh.

Di antara para ulama, ada perbedaan pendapat mengenai hitungan 7 takbir. Ada yang menggolongkan takbiratul ihram sebagai takbir pertama, ada yang tidak.

Sedangkan untuk 5 takbir di rakaat kedua, semua ulama sepakat bahwa takbir intiqol (takbir antarrakaat) tidak dihitung, atau tidak termasuk 5 takbir yang dimaksudkan.

Terkait 7 takbir di rakaat pertama, sila pilih pendapat mana pun.

Niat salat Idulfitri

Sebagaimana ibadah lainnya, niat cukup ditanamkan di dalam hati. Caranya dengan mengetahui bahwa yang akan kita laksanakan adalah salat Idulfitri, kuatkan hati bahwa kita melakukannya semata karena Allah.

Jika ada orang lain yang melafazkan niat, barangkali yang bersangkutan memiliki dalil tersendiri. Tak perlu dibahas apalagi diributkan.

Bacaan salat Idulfitri

Setelah takbiratul ihram, kita membaca doa iftitah. Baru kemudian dilakukan takbir zawaid (takbir yang 7 atau 5 di rakaat kedua). Doa iftitahnya sendiri hanya dibacakan di rakaat pertama.

Setiap takbir, angkat kedua tangan sebagaimana salat jenazah, yakni bertakbir sambil berdiri.

Setelah takbir zawaid, membaca al-Fatihah. Dilanjutkan dengan surah yang disunnahkan, yaitu surah al-A’la di rakaat pertama dan al-Ghasyiyah di rakaat kedua. Atau surah Qof di rakaat pertama dan al-Qomar di rakaat kedua.

Jika tidak atau belum terlalu hafal surah-surah di atas, boleh diganti dengan surah lain yang lebih mudah.

Gerakan salat Idulfitri

Sebagaimana salat lainnya, setelah takbir zawaid lakukan ruku’, i’tidal, dan sujud. Lalu berdiri kembali untuk menyelesaikan rakaat kedua (dengan 5 takbir zawaid), kemudian ruku’ hingga salam seperti biasa.

Khutbah salat Idulfitri di rumah

Jika kita ikut pada Al-Lajnah Ad-Da-iman, Saudi Arabia, maka salat Idulfitri di rumah tidak perlu mengadakan khutbah. Hal ini pernah dicontohkan oleh sahabat Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.

Beliau salat Idulfitri di rumah bersama keluarga dan budak-budaknya tanpa mengadakan khutbah setelah salat. (Majmu’ Fatawa Al-Lajnah Ad-Da-iman jilid 8, hal. 306).


Demikianlah cara salat Idulfitri di rumah. Tidak hanya berlaku saat pandemi. Jika suatu waktu ada hal yang menghalangi kita dari salat Idulfitri berjamaah, baik di masjid atau di lapangan, tata cara pelaksanaan salat Idulfitri di rumah yang sudah diulas di atas, dapat pula dipakai.

Namun pastikan jumlah makmum paling sedikit 3 orang. Total jemaah 4 orang, bersama imam. Allahua’lam bisshawab. Semoga bermanfaat!

Eits, jangan ke mana-mana dulu!  Baca juga daftar "Amalan Pelebur Dosa" di sini!
Arti Playing Victim


Arti Playing Victim adalah … masih ada yang cari itu di Google? Padahal kalimat ini sudah ramai dipakai sejak zaman SBY. Karena waktu itu presiden kita dianggap punya sikap begitu. Benar atau enggak, aku gak tahu. Dan gak mau tahu.

Kalau diterjemahkan dengan Google Translate, bisa bikin sariawan. Memainkan korban.
Tapi kalau dibumbui sedikit nalar, kita akan tahu bahwa arti playing victim adalah orang yang bertingkah seolah menjadi korban. Padahal dialah sebab dari terjadinya sebuah peristiwa buruk. Lebih kurang begitu.

Kukutip dari Brightside, ada banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sebenarnya telah melakukan playing victim. Jadi bukan perbuatan yang terniat, namun tetap hasilnya tidak baik.
Arti playing victim sudah, sekarang kita simak ciri-ciri pelaku playing victim yuk!

Ciri atau Tanda Seseorang Melakukan Playing Victim


#1 Suka mengasihani diri sendiri

Seorang pelaku playing victim merasa dirinya adalah manusia yang lemah, dunia ini terlalu kejam baginya. Tak sampai di situ, ia akan mencitrakan hal ini pada semua orang. Membuat banyak orang yang berinteraksi dengannya setuju, bahwa ia layak dikasihani.

#2 Manipulatif

Seseorang yang selalu butuh simpati orang lain umumnya adalah pelaku playing victim. Mereka bahkan mau berakting seolah sangat tak berdaya saking hausnya akan perhatian orang lain. Tak perlu sok-sok membantu, sebab jika tak sesuai harapannya, kamu malah bisa disalahkan.

#3 Bergantung pada orang lain

Setelah mendapatkan korban yang peduli, maka orang-orang dengan kebiasaan playing victim akan menjadikannya inang. Selalu dimintai pertolongan dan sulit melepaskan diri.

#4 Tidak berusaha berubah

Sesakti apa pun seorang motivator, tidak akan mampu mengubah seseorang kecuali atas tekad yang bersangkutan itu sendiri. Kamu yang telanjur terjerat pada si playing victim tak akan mampu mengubah mereka menjadi lebih mandiri.
Butuh keajaiban besar, sebab mereka tidak pernah berniat berubah. Untuk menyelamatkan diri, yang perlu kamu lakukan hanya meninggalkan mereka. Nasihatmu tidak laku!

💥 8 Gejala Depresi Terselubung yang Tidak Disadari 💥

#5 Tidak mempercayai orang lain

Ada orang yang bisa dipercaya, ada pula yang tidak. Orang yang sangat sulit mempercayai orang lain, pada dasarnya adalah orang yang sulit diberi kepercayaan. Kenapa demikian?
Sebab apa yang ada di kepalanya, ia kira juga ada di kepala orang lain. Orang yang terbiasa bersikap playing victim mengira orang lain juga demikian, sehingga ia tak bisa mempercayai siapa pun.

#6 Selalu menganggap orang lain lebih beruntung

Karena selalu mengasihani diri dan tak mau berubah, orang-orang dengan perilaku playing victim cenderung melihat kehidupan dengan cara mendongak ke atas. Orang lain selalu lebih beruntung darinya.
Sikap demikian tentu saja membuat mereka (atau jangan-jangan kita?) sulit bersyukur dan selalu merasa kekurangan.

#7 Antikritik dan mudah berprasangka buruk

Inilah yang membuat mereka sulit berubah. Jika dinasihati, orang-orang ini (sekali lagi--yang bisa jadi adalah kita) berprasangka orang yang menasihati punya niat buruk terhadapnya.
Sulit bagi mereka untuk introspeksi diri. Yang ada hanya ketidakberdayaan dan hak untuk ditolong terus menerus.

#8 Tidak bertanggung jawab

Orang-orang dengan mentalitas playing victim dipastikan bukan pribadi yang bertanggung jawab. Semua kesalahan adalah milik orang lain. Bukankah untuk dirinya sendiri mereka bergantung pada orang lain?
Untungnya mereka tak mau ambil risiko. Tapi ya itu, jika ada yang salah, itu karena si ini atau si itu. Kecil kemungkinan mereka mengakui kesalahan, apalagi sampai mau bertanggung jawab.

Coba baca baik-baik 8 poin di atas, apakah sikap itu milik orang dekatmu? Atau malah milikmu sendiri? Kalau sulit dinasihati dan tak mau berubah, jadi bagaimana mengobatinya?

Memperbaiki Mental Playing Victim

Meski playing victim secara khusus bukan gangguan mental, dan pastinya bukan kondisi mental yang sehat juga! Malah bisa jadi ketidaknormalan yang kompleks, obat terbaik bagi setiap urusan psikis adalah spiritualitas.

Tahu kan apa itu spiritualitas? Iya, agama. Keyakinan dan kepasrahan pada Tuhan adalah terapi mental terbaik. Cek ke psikolog kenalanmu kalau tak percaya!



sumber
#THRBigRamadhanSale2020 Bersama Shopee
Designed by Freepik

السلام عليكم 

Apa rasanya dua bulan dipaksa tetap di rumah? Mau bosan kek, hepi kek, pokoknya semua ini memang harus dijalani. Yang suka nulis, tuh ada Kontes Blog #THRBigRamadhanSale2020 Bersama Shopee. Siapa tahu rezekimu!

Memasuki Ramadan, bagi sebagian (besar) orang, tetap di rumah justru jadi pilihan gak sih? Terutama jika kita bukan pekerja harian yang mengharuskan keluar rumah setiap hari.

Tapi ada juga kaum tertentu, yang meski bukan dalam rangka kerja, rasanya berat jika harus lama di rumah. Tipikal suka keramaian, candu interaksi dengan orang lain, gak suka sendirian. Yup, merekalah kaum ekstrovert!

Untungnya pandemi Covid-19 terjadi di zaman sekarang. Meski kita dipisahkan oleh keharusan physical distancing, masih ada teknologi yang bisa menyatukan kita. Gak usah disebut, di kepalamu pasti langsung muncul berbagai nama aplikasi yang bisa menghubungkanmu dengan orang lain walau tetap berada di rumah.

Selain obral-obrol, masih banyak kok yang bisa kamu lakukan di rumah. iya, baca buku, nonton film, dari tidur ayam sampai tidur badak. Pokoknya buanyak!
Tapi ada 5 hal yang mungkin belum terpikirkan olehmu, untuk dilakukan selama Ramadan #DirumahAja saat ini. Apa aja? Scroll perlahan!

Baca Tafsir Al-Qur’an

Kontes Blog #THRBigRamadhanSale2020 Bersama Shopee
Tangkapan layar salah satu aplikasi tafsir Al-Qur'an

Wooo, sok saleh! Aku percaya, kamu yang mampir ke sini punya target khatam Al-Qur’an setiap Ramadan, minimal satu kali. Mudah-mudahan tercapai ya!

Tapi terpikir gak untuk baca tafsirnya? Bukan sekadar terjemah. Ini sebenarnya penting banget supaya kita tidak terjebak pada pemahaman tekstual.

Banyak hoaks beredar yang mengait-ngaitkan kejadian dengan ayat Al-Qur’an dan atau hadis. Salah satunya karena ayat atau hadis tersebut hanya dipahami berdasarkan terjemahannya saja. Padahal sudah ada ulama yang sudah susah-susah menafsirkan untuk umat.

Ulama ahli tafsir ini bukan “sekadar” ustaz biasa. Mereka adalah ahli ilmu yang paham bahasa Arab, mengerti sejarah, dan gak usah ditanya berapa banyak ibadah mereka. Kita sih gak nyampe seujung kuku kelingking kakinya.

Jadi gak usah sok-sok ikut menafsirkan, cukup baca yang sudah dibuat para ulama itu saja. Lebih selamat, dan mudah!

Eh bentar, jangan-jangan ada yang bahkan gak baca terjemah Al-Qur’an? Emangnya gak penasaran dengan yang kita baca tiap hari? Sekali-kali tadabur ya, Bos!

Main Gim

Kontes Blog #THRBigRamadhanSale2020 Bersama Shopee
Tangkapan layar gim yang sudah tamat, padahal Ramadan belum setengahnya, aduh!

Kamu lebih terbiasa melihat kata “game” kan? Sudah dibakukan jadi gim, Bambank! 

Gak usah diajarin, paling juga sudah ngegim duluan! Oke, tapi siapa tahu kan, kamu belum tahu bahwa gim ternyata punya sisi positif yang ilmiah juga.

Mark Griffiths, profesor studi perjudian dari Nottingham Trent University, Inggris, menyebutkan bahwa gim dapat membuat otak lebih rileks (medical daily). Menurutnya, gim strategi dapat membantu memperbaiki memori, kecepatan reaksi, meningkatkan nalar, dan kesadaran spasial.

Bahkan ilmuwan dari University of Wisconsin-Madison pernah menghasilkan penelitian, bahwa anak-anak dapat lebih berempati dengan bermain salah satu gim bergenre adventure.

Yang jelas dalam bermain gim, kita tetaplah yang memegang kendali. Bukan manusia yang dikuasai gawai, tapi sebaliknya.

Menulis Asal-asalan

Kontes Blog #THRBigRamadhanSale2020 Bersama Shopee
Cerita asal-asalan anakku. Kalau emaknya nulis sudah gak asal lagi, yeay!

Ini untuk kamu yang belum biasa menulis, karena pernah coba tapi gak berhasil. Tulis apa saja yang muncul di benak, hal remeh temeh apa saja.

Jangan terlalu dianggap serius supaya tidak jadi beban. Tapi jangan remehkan, karena kamu akan kaget melihat hasilnya setelah Idulfitri nanti. Atau paling jauh, setelah pandemi selesai. 

Pandemi duluan selesai atau Idulfitri lebih dulu datang?

Misalnya kamu melihat ke jendela, di luar ada kambing tetangga yang sedang main dengan kucing. Lalu kamu punya pertanyaan, apa sih rasanya eek kambing?

Nah, tulis aja itu! Beneran, tulis!

Sekacau-kacau pikiran, sejelek-jelek prasangka, mimpi aneh, cita-cita nyeleneh, pokoknya tulis saja. Tapi jangan dibagikan ke medsos, jangan dijadikan status atau apa pun. Cukup kamu sendiri yang baca.

Nantinya, tulisan ngasal itu kamu jadikan ebook! Banyak kok aplikasinya di play store. Gak harus dijual, minimal bisa dibaca keturunanmu 20 tahun lagi. Ebook “Kisah Nenek Kalian di Masa Pandemi”.

Percaya deh, kalau selama Ramadan kamu menulis, asal-asalan sekalipun, untuk selanjutnya kamu akan mampu menulis yang lebih terstruktur. Nah, banyak kok laman yang bisa menampung ide dan imajinasimu nantinya. Dibayar!

Jangan buru-buru mikirin duit, proses dulu, Bray ….

Review Barang Unik

Kontes Blog #THRBigRamadhanSale2020 Bersama Shopee
Bahan review murah meriah

Yang ini bisa disesuaikan dengan minat dan kemampuanmu. Kalau kamu lebih suka nulis, ya review barang dengan tulisan. Kalau suka ngoceh, sila ngevlog dari rumah.

Aku sendiri baru mau coba. Barang-barangnya sudah kupesan di Shopee, tinggal tunggu kang paket teriak permisi dari balik pintu. 

Kenapa ke Shopee

Pertama, karena dijamin aman. Dana yang kita bayarkan akan sampai ke pembeli setelah kita menerima barang dengan baik, tanpa komplain.

Kedua, bisa COD. Ya namanya emak-emak, biaya adm bank 6.500 juga jadi beban pikiran. Setidaknya aku normal sebagai perempuan.

Ketiga, gratis ongkos kirim. Nah ini biangnya! Kita titip barang belanjaan ke tetangga aja gak enak cuma terima kasih doang, mesti dilebihin tempe atau apa kek buat dia. Lah ini, dari Jawa sana ke Jambi gretong! Mantul pokoknya.

Dan masih banyak alasan lain, yang sudah kupastikan juga ke teman-teman yang biasa belanja online. Menurut mereka, Shopee memang yang paling oke.

Apa manfaat review barang unik? Kalau barangnya bagus, kamu bisa ikutan jadi reseller. Kalau gak bagus, minimal kita sudah membantu orang lain untuk hati-hati sebelum membeli. Jadi, kalian tunggu saja hasil reviewku di blog ini ya!

Nebeng Pahala Sedekah

Kontes Blog #THRBigRamadhanSale2020 Bersama Shopee
Salah satu iklan donasi di Instagram

Mulai bosan? Lihat yang lebih tidak beruntung dari kita. Kalau kamu buka medsos atau saat main gim, biasanya di antara iklan yang lewat, ada iklan donasi. Canggih juga ya, sedekah pakai iklan. 

Kalau kamu punya rezeki lebih, bolehlah berbagi. Gak harus banyak kok. Mumpung Ramadan, pahalanya ratusan kali lipat. Atau minimal, kalau gak bisa bantu donasi, kamu juga bisa bantu bagikan info tersebut ke orang lain. 

Lakukan tiap hari! Setiap orang berdonasi lewat info darimu, kamu kebagian pahalanya. Masih ingat kan kata ustaz dulu waktu kita kecil? Alhasil, aplikasi chatting atau medsos yang kita punya bisa jadi alat beramal juga.

Selain melatih bersyukur, amal sederhana ini bisa jadi bahan wasilah untuk kita minta pada Allah agar wabah Covid-19 segera berakhir. Kita kan gak tahu, di antara amal kita yang seiprit, mana yang besar di sisi Allah. 

Yuk, lakukan kelimanya dari sekarang! 

Contoh Kalimat Majas Personifikasi
freepik.com/vector created by pikisuperstar

السلام عليكم

Contoh kalimat majas personifikasi sering kita pakai sehari-hari. Tapi ada kalanya kita tidak menyadari. Dikira ngomong majas harus belajar mengarang dulu!

Kata majas pun tak asing di telinga. Asing itu di lidah. Asin hoi! 

Memang sih, contoh kalimat majas personifikasi lebih sering digunakan oleh para pengarang. Tentu saja yang dimaksud adalah pengarang cerita fiksi; novel, cerpen, fiksimini, puisi, dll. Bukan ngarang-ngarang cerita bohong, apalagi pengarang bunga. Kejauhan.

Pengertian Majas

Majas diserap dari bahasa Arab; majaz (مَجَازٌ) Yang salah satu artinya adalah “secara kiasan”. Disebut salah satu, karena untuk satu kata dalam bahasa Arab, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bisa mengandung lebih dari sepuluh makna. Tergantung penggunaannya.

Menurut KBBI V, majas berarti “cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain karena memiliki kemiripan”.

Macam-macam Majas

Majas terbagi 4:

🏁 Majas Perbandingan
Gaya bahasanya menyandingkan satu objek dengan objek lain, baik dengan cara menyamakan, melebihkan, maupun mengganti. Majas personifikasi ada di kelompok ini.

🏁 Majas Pertentangan
Menggunakan kata yang bertentangan dengan maksud asli.

🏁 Majas Sindiran
Gak perlu sekolah, cewek-cewek pinter banget bikin kalimat dengan majas ini di status medsos. Sesuai dengan namanya, majas sindiran berarti menggunakan istilah dalam sebuah kalimat untuk menyindir.

🏁 Majas Penegasan
Kalimatnya menegaskan maksud kepada pembaca untuk meningkatkan pengaruh dari tulisan tersebut.

Masing-masing majas di atas memiliki subjenis lagi, seperti yang terlihat di bagan berikut.


Contoh Kalimat Majas Personifikasi

Majas personifikasi adalah majas yang menggambarkan hal atau benda mati seolah-olah hidup dan memiliki sifat-sifat layaknya manusia. Majas ini merupakan subjenis dari empat majas yang ada, yakni Majas Perbandingan.

Agar tak mudah lupa, kamu ingat saja kata “person” di personifikasi. Person kan artinya orang, jadi benda yang dikasih sifat seperti orang.

Sebagaimana sudah kusebutkan di atas, majas personifikasi sangat sering digunakan oleh penulis fiksi atau pengarang. Contoh kalimatnya sebagai berikut:

Matahari tersenyum garang.
Tersenyum adalah perbuatan manusia. Matahari dikiaskan tersenyum, tapi senyum yang garang. Tahulah maknanya ya! Artinya matahari bersinar cerah dan terasa panas.

Ia menggigil dalam pelukan malam.
Dalam bahasa Indonesia, malam adalah sebuah keadaan, bukan makhluk hidup yang bisa memeluk. Menggigil dalam pelukan malam berarti malam itu terasa dingin sekali.

Ponsel itu terus bernyanyi, sementara pemiliknya masih tenggelam dalam lelap yang dalam.
Kalau ada yang menelepon, HP (enakan ngetik ini ya, daripada ponsel) kita umumnya mengeluarkan suara musik. Jadi seolah-olah telepon seluler (ini loh asal kata ponsel!) itu sedang bernyanyi.

Masih banyak lagi contoh majas personifikasi lainnya. Biar gak sia-sia kamu masuk ke sini, sila ambil beberapa contoh lagi berikut ini untuk tugas sekolahmu!

Iya kan, datang ke sini karena tugas sekolah?

1. Selendang Hani melambai tertiup angin pantai yang berembus dari laut.

2. Sepatu Burhan tertawa, membuat pemiliknya malu.

3. Kipas angin menoleh ke sana kemari, tapi udara masih terasa panas.

4. Kedipan bintang di langit membuatnya salah tingkah.

5. Ranting pohon yang menjuntai itu terus mengetuk jendela kamar kami, angin membuatnya bertingkah begitu.

6. Akhirnya terjadi, mobil sport itu mencium tembok!

7. Piring dan gelas kotor berbaris di dapur, menunggu penghuni rumah dapat hidayah.

8. “Laptopku demam! Karena dipakai berjam-jam di ruang pengap. Sekarang sedang diservis.”

9. Batang pohon itu menghadang perjalanan kami, dengan pongahnya ia berbaring memenuhi lebar jalanan.

10. Langit menangis, lengkap dengan teriakan-teriakan guntur yang memekakkan. Ya sudah, aku tidur lagi.


trik psikologi sederhana
pexels

Dalam menjalani kehidupan, pasti kita pernah mengalami kendala, baik itu jadi masalah kecil ataupun besar. Kamu butuh trik psikologi sederhana untuk dapat memenangkan hari, kukasih 10 di antaranya ya! Insyaallah faedah banget.

#1 Orang gak berhenti ngomong

Pernah ngobrol dengan orang yang kayak gak bernapas, nyerocos terus? Mau dipotong gak sopan, dibiarin gak tahan. Solusinya gampang!

Jatuhkan sesuatu dari tanganmu. Bisa pena, sendok, atau apa pun yang dekat. Dan murah. Jangan HP apalagi laptop! Dia diem, kamu bangkrut.

Gak harus main jatuh-jatuh juga sih, yang penting mendadak ada suara yang menjeda ia dari terus bicara. Suara perut yang lapar misalnya.

#2 Antisipasi pelanggan yang marah

Kamu berisiko dimarahi pembeli atau pelanggan yang datang ke toko/gerai? Pasang cermin besar di belakangmu!

Orang yang marah di hadapanmu akan melihat wajah jeleknya di cermin itu saat marah. Biarin dia kaget dan jijik sendiri.

#3 Lagu yang berulang di kepala

Ada lagu asyik yang mendadak tak asyik lagi karena terlalu sering berputar di benakmu. Pasti pernah mengalami kan? Begini cara mengatasinya!

Nyanyikan lirik di ujung lagu itu. Ketika potongan lagu muncul di kepala, sambung dengan lirik terakhir tersebut. Otak akan mengindetifikasi bahwa lagu telah selesai.

Tapi please, jangan bayangkan kamu menekan tombol “ulangi playlist”!

#4 Posisi aman untuk negosiasi

Ingat baik-baik trik psikologi sederhana yang satu ini, suatu saat kamu akan membutuhkannya!

Kalau kamu sedang melakukan negosiasi, posisikan lawan bicaramu di samping. Jangan berada di depannya. Upaya ini akan membuatnya sungkan untuk marah. 

#5 Ketahuan canggung

Berusaha tenang tapi tetap grogi? Konyolnya, audiens ternyata paham kecanggunganmu. Ya sudah, curcol aja sekalian! Trik ini terbukti mampu mencairkan suasana, karena semua orang jadi ingat, mereka pernah mengalaminya.

#6 Respons orang baru

Kamu ingin bergabung dalam obrolan sekelompok orang. Perlu tahu dong, mereka menerimamu atau enggak. Lihat arah kaki mereka untuk mengetahuinya!

Jika ujung kaki mereka mengarah padamu, berarti mereka menerimamu. Jika tidak, ya sebaliknya. Selanjutnya tinggal pilih, kamu mau berusaha diterima atau pergi saja. Aku sih mending pergi!

#7 Menekan orang lain

Kalau dalam sebuah obrolan atau interogasi, kamu mendapati lawan bicaramu berbohong. Atau kamu mencurigai ia menutupi sesuatu, naikkan alismu dengan tetap menjaga kontak mata dengannya.

Dia akan merasa lemah, dan mungkin mengaku. Paling tidak, ia tahu kamu tahu yang sebenarnya.

#8 Kamu merasa diperhatikan?

Pernah merasa ada yang memperhatikanmu di keramaian? Bisa memang iya, bisa baper semata. Untuk membuktikannya, kamu bisa pura-pura menguap.

Lihat sekitarmu, siapa yang ikut menguap, itulah yang memperhatikanmu. Kecuali kalau dia psikopat, dia tak akan ikut menguap karena tak mampu bersimpati.

Oh ya, ini juga bisa jadi tes mudah untuk mengetahui temanmu berbakat psikopat atau tidak. Manusia normal umumnya ikut menguap jika melihat orang lain menguap. Kamu bisa klik tautan pada kata “psikopat” di atas untuk tes lainnya.

#9 Beri pilihan

Kalau kamu mau minta tolong pasangan untuk melakukan sesuatu, jangan beri perintah tunggal. Misalnya kamu mau minta ia ikut beres-beres rumah, maka beri pilihan. Mau menyapu atau cuci piring?

Kepada anak-anak yang tak suka sayur, jangan tawarkan sayur di piring makan mereka. Tapi tanya, wortelnya mau dua atau tiga potong?

#10 Mengintimidasi musuh

Tak ingin berkelahi, tapi ingin lepas dari keributan dalam keadaan menang. Kedengarannya agak mustahil ya kalau kita terjebak pada situasi seperti itu.

Kamu bisa lakukan trik ini untuk memenangkan keributan tanpa perkelahian. Tatap mata musuhmu dengan percaya diri, lalu gerakkan matamu turun hingga ke kakinya, kemudian kembali ke matanya lagi.

Tindakan demikian memberi pesan, bahwa kamu telah menilai musuhmu, dan dia bukan ancaman yang perlu dikhawatirkan.

Jangan ditambah dengan gestur lain apalagi ucapan-ucapan gak penting. Cukup berpaling dan tetap waspada. Jangan-jangan dia baca artikel ini juga, dan tahu kalau kamu cuma sok kuat!


artikel diolah dari sumber
lingkungan kotor

Saat ini masyarakat dunia tengah fokus pada Novel Coronavirus (2019-nCoV), keluarga virus Corona yang menyebabkan Covid-19. Padahal, penyakit karena lingkungan kotor juga tak kalah membahayakan.

Awal-awal wabah Covid-19 sampai ke Indonesia, aku sering berjemur di pukul 10 siang. Menyapu halaman, duduk di teras depan sambil baca buku, atau menemani anak-anak bermain sepeda.

Sayang, sekali saja kebiasaan itu diputus hujan, jadi malas mengulangnya lagi. Aku sudah telanjur keenakan di dalam rumah terus. Toh, matahari tembus ke dalam, pikirku.

Sampai kemudian, hari masih pagi tapi kakiku sudah gatal-gatal akibat digigit nyamuk. Barangkali lebih tepat disebut disuntik ya, kan nyamuk gak punya gigi!

Firasatku mengatakan, ada genangan air di luar. Sebab memang biasanya begitu. Air di kamar mandi kami insyaallah selalu tertutup, hanya sebagian kecil yang terbuka, yang cepat habis. Maka aku keluar untuk melihat.

Benar saja, litter box kucingku berisi air tepat di samping rumah, di bawah keran. Barangkali baru dibersihkan oleh suami. Maka kubalik litter box sehingga posisinya menutup.

Genangan air adalah tempat yang ideal bagi nyamuk Aedes Aegypti meletakkan telurnya. Jika sudah mengisap darah manusia, nyamuk ini bisa bertelur dengan jumlah yang tidak sedikit. 100-200 telur!

Sudah tahu dong, nyamuk Aedes Aegypti merupakan perantara virus dengue, penyebab demam berdarah. Dan untuk tahun ini, sejak Januari hingga April 2020, sudah lebih dari 200 orang yang meninggal akibat DBD (demam berdarah dengue) di Indonesia (tirto.id).

Kabar buruknya lagi, DBD tidak hanya menjangkiti lingkungan yang kotor, lingkungan bersih pun tak luput dari virus dengue. Tapi jangan kemudian kita berpikir, ya sudah, tidak usah bersih-bersih saja, toh bersih pun tetap berisiko.

Terbalik. Logika yang benar adalah, jika di lingkungan bersih saja masih ada risiko penyakit, apalagi lingkungan kotor!

Wabah Covid-19 yang jadi pandemi saat ini seolah mengajarkan kita untuk berperilaku bersih dan konsisten menjaga kebersihan. Sayang, gara-gara menjaga kebersihan diri dan rumah, ditambah keharusan tetap di rumah, membuat kita jadi abai dengan keadaan di luar.

Mungkin bukan kita, tapi aku. 😝
Namun untuk beberapa kasus, kulihat banyak kekeliruan yang terjadi di masyarakat dan kadung menjadi kebiasaan. Maksudnya untuk membersihkan rumah, tapi justru membuat lingkungan jadi kotor. Setidaknya ada dua hal yang sering kulihat di sekitarku.

Pertama, membakar sampah. Tetangga, bahkan kadang kalau mbahnya anak-anak di rumah, beliau suka sekali membakar sampah plus plastik-plastik yang ditemukannya.

Niat mereka tentu membersihkan rumah dan halamannya dari kotoran, tapi membakar sampah berdampak pada polusi udara. Plastik yang kerap digunakan sebagai bahan bakar juga dapat merusak tanah.

Menjelaskan ke emak kandungku saja susah, apalagi ke tetangga! Jadi kuceritakan di sini saja ya. Minimal pembaca iluvtari jadi makin pintar.

Kukutip dari alodokter.com, proses pembakaran sampah dapat menghasilkan karbonmonoksida, formaldehida, arsenik, dioksin dan furan yang semuanya itu berbahaya jika terhirup oleh manusia.

Tak sampai di situ, zat-zat tersebut juga bisa diserap oleh tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar pembakaran. Sayur dan buah yang menyerap aneka zat berbahaya pada masanya nanti akan mengirimkan zat tersebut ke tubuh manusia yang mengonsumsinya.

Memang efeknya tidak langsung terlihat, itulah yang membuat kita lalai. Sebagian lagi menganggap remeh atau malah tak percaya.

Kedua, membuang sampah ke selokan. Ini juga tak kalah sering dilakukan orang-orang di sekitar kita. Padahal selokan berfungsi sebagai saluran air, bukan tempat sampah.

Kalaupun hujan deras membuat sampah pergi dari selokan di depan rumah kita, nantinya ia akan menyumbat di tempat yang lebih rendah. Akibatnya? Banjir, genangan air, dll.

Ah, kan rumah rumah orang lain. Bukan rumah kita! Percaya deh, kebaikan atau keburukan yang kita lakukan, pasti kembali ke kita juga.

Misalnya salah seorang tetangga terinfeksi dengue karena genangan air di selokannya, maka nyamuk aedes aegypti bisa saja menularkan virus dengue dari tetangga tersebut pada keluarga kita.

Itulah sebab jika satu wilayah ditemukan pasien DBD, maka oleh pemerintah setempat, di wilayah tersebut dilakukan fogging untuk memutus rantai penularan. Tak kalah ngeri kan dengan Covid-19?

WHO mencatat, setiap tahun ada 12,6 juta kematian di seluruh dunia akibat lingkungan kotor. Artinya, per bulan ada sekira 1 juta nyawa melayang karena tak menjaga kebersihan.

Fakta yang mengejutkan, ya! Lebih mengejutkan lagi kalau setelah baca artikel ini, kamu gak berubah. Apalagi yang nulisnya, duh!
fakta unik dunia

Hal-hal yang menjadi fakta unik dunia hampir pasti menarik banyak perhatian kita. Tul gak, Gengs? Kalau disebut fakta, berarti ada banyak referensi yang menguatkannya.

Jadi jangan khawatir, 10 fakta unik dunia yang kamu baca di bawah ini, sudah kusaring dari berbagai sumber. Bukan hoaks apalagi sekadar clickbait. Baca dengan saksama, ya!

Orangutan jantan bisa naksir cewek pirang

Kalau tak percaya, kamu bisa cari di Google tentang beberapa cerita orangutan yang menyerang manusia berambut oranye atau merah muda. Waktu kecil aku juga pernah baca di Intisari, tentang perempuan sirkus yang diperkosa orangutan.

Penipu yang saling menipu

Tahun 2003, dua orang Spanyol menjual lukisan palsu pada seorang Syek Arab. Kocaknya, syeh tersebut membeli lukisan mereka dengan uang palsu.

Karapan unta

Di Indonesia kita sering melihat, minimal mendengar tentang karapan sapi. Di Dubai, mereka punya karapan unta. Tidak aneh kan ya?

Yang unik, kalau karapan sapi jokinya adalah manusia, karapan unta di Dubai dikendarai oleh robot. Tak tanggung-tanggung, harga robot joki rata-rata $3.000 sampai $10.000!

Cerdikiawan Kanada

Seorang pria Kanada tersesat di hutan. Agar mendapat pertolongan, ia merusak jaringan listrik yang melintasi hutan itu. Dengan demikian, petugas akan datang untuk memperbaiki listrik, dan menemukannya!

Fakta Mengejutkan 5 Tokoh Dunia

Coyote bisa berburu bersama luwak

Coyote adalah hewan liar yang lebih kecil dari serigala. Kalau sesama manusia bisa saling bunuh, Coyote bahkan berburu bersama hewan lain, yakni luwak. Kalian keren!

Pelangi bisa muncul malam hari

Fenomena munculnya pelangi di malam hari disebut moonbows. Biasanya terjadi ketika posisi bulan berada kurang dari 42 derajat (titik terendah).

Selain jarang terjadi, moonbows juga jarang terlihat. Ya iya, gelap!

Rokok adalah senjata kekinian milik negara maju

Kalau dulu candu dipakai untuk mengerjai pasukan musuh dalam perang, sekarang rokok digunakan negara-negara maju untuk menguasai negara berkembang, termasuk Indonesia.

Jangan mudah percaya klaim Trump bahwa Indonesia adalah negara maju. Itu salah satu siasatnya agar kita membayar bea ekspor lebih besar, sebab demikianlah konsekuensi sebagai negara maju.

Dari banyaknya jumlah perokok di negara kita, tahu kan, Indonesia itu negara maju atau negara berkembang?

Jangan minum berdiri!

Minum sambil berdiri membuat air yang diminum tidak tersaring lagi. Langsung ke kandung kemih dan mengendap di ureter.

Kucing adalah hewan pintar yang kurang ajar

Menurut para peneliti, kebanyakan kucing mengerti perintah dari manusia. Tapi mereka memilih mengabaikan.

IQ Marilyn Monroe lebih tinggi daripada Einstein

Intelligence quotient (IQ) manusia normal adalah 90-110. Disebutkan di banyak sumber, bahwa Albert Einstein memiliki IQ 160 (jenius). Tapi Marilyn Monroe, kamu kenal kan? Punya IQ yang lebih tinggi, 168!

Cek fakta oleh situs snopes.com menemukan bahwa baik Einstein maupun Monroe tidak pernah melakukan tes IQ. Tapi siapa yang menyangkal kejeniusan Einstein jika dilihat dari banyak penemuannya?

Sedangkan Marilyn Monroe, diperkirakan tak kalah cerdas didasarkan pada barang-barang peninggalannya. Di perpustakaan pribadi Norma Jeane, nama asli Marilyn, didapatkan lebih dari 400 judul buku. Dari sastra, sejarah, politik, sampai buku berkebun ada di sana.

Meski begitu, perlu kamu tahu, IQ sebenarnya bukan pertanda seseorang sudah pasti cerdas. Lebih tepatnya disebut potensi kecerdasan.

Yang namanya potensi, bisa maksimal jika diasah. Atau tenggelam jika dibiarkan. Dan untuk Marilyn Monroe sendiri, sepertinya ia tidak mengoptimalkan pontensi kecerdasan yang ia punya. Nyatanya ia menjadi simbol seks Hollywood di tahun 1950-an. Jenius?